Minggu, 27 Maret 2016

Syarat dan Tahapan Mendaftarkan Merk Dagang Di Ditjen HKI

Syarat dan Tahapan Mendaftarkan Merk Dagang Di Ditjen HKI – Mendaftarkan merk dagang adalah suatu planning yang baik bagi pengusaha untuk melindungi kekayaan intelektual berupa merk dagang yang dimilikinya. Dengan merk dagang yang sudah terdaftar, para pengusaha tidak perlu risau akan adanya produk dengan merk dagang sama dikemudian hari. Jika kamu berpikiran panjang, mendaftarkan merk dagang dengan segera adalah suatu keharusan untuk mengantisipasi sengketa di masa yang akan dating. Daripada besok repot dan mengancam eksistensi bisnis kamu, mending sekarang mulai mendaftarkan merk dagang yang kamu miliki.

Kamu sendiri pasti bisa membayangkan, gimana jadinya jika suatu saat muncul produk milik pengusaha lain dengan nama atau merk dagang yang sama persis dengan milik kamu? Mau mengklaim? Yakin bisa menang, kan kamu tidak punya bukti bahwa itu adalah merk dagang kamu. Apalagi jika sudah bertahun-tahun kamu menggunakan merk dagang tersebut dan sudah susah payah memasarkannya, parahnya lagi jika merk dagang kamu itu sudah dikenali banyak orang, rugi banget bos..

Sudah jatuh bangun, keringat terkuras, dana besar dikeluarkan, hanya untuk membuat produk dan merk dagang kamu terkenal, tapi kok tau-tau ada produk baru yang menggunakan merk sama persis, langsung terkenal dong produk tersebut tanpa usaha. Dalam artian cuma numpang eksistensi merk kamu saja, kamu mau seperti itu? Tentu tidak dong, oleh karena itu, mulai sekarang rencanakanlah untuk mendaftarkan merk dagang di Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (Ditjen HKI).

Dengan merk dagang kamu yang sudah terdaftar, kamu punya bukti untuk mengklaim bahwa merk tertentu memang milik kamu, jika suatu saat ada merk yang sama, tinggal kamu tendang aja tuh produk. Tak perlu risau, merk dagang sudah terlindungi dengan aman.

Syarat dan Tahapan Mendaftarkan Merk Dagang Di Ditjen HKI

Mendaftarkan merk dagang memang membutuhkan biaya, tapi biaya itu tak ada artinya karena ini untuk mempertahankan eksistensi bisnis yang kamu rintis, jadi enggak ada ruginya untuk mendaftarkannya. Nah, bagi kamu yang ingin segera mendaftarkan merk dagang, berikut ini saya ulas syarat dan tahapannya.

Sebelumnya, baca juga: Tips mengembangkan usaha menjadi besar.

Syarat Mendaftarkan Merk Dagang Di Ditjen HKI
Berikut ini saya salinkan syarat-syarat mendaftarkan merk dagang di Ditjen HKI:

Formulir Permohonan Pendaftaran Merek diketik dalam 4 (empat) rangkap oleh pemohon atau kuasa terdaftar sebagai Konsultan HKI di Direktorat Jenderal dalam bahasa Indonesia di tujukan ke Direktur Merek, Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan HAM RI, dengan melampirkan :
  1. Surat Pernyataan bahwa merek yang dimohonkan pendaftaran adalah miliknya dan bermaterai cukup;
  2. Akta perseroan/badan hukum/badan usaha apabila pemohon adalah Badan Hukum Indonesia (tidak perlu dilegalisir);
  3. 5 (lima) helai etiket merek dalam bentuk hardcopy (softcopy etiket merek dengan format JPEG dalam bentuk CD) yang akan dimohonkan berukuran minimal 2x2 Cm dan maksimal 9x9 Cm;
  4. Surat Kuasa Khusus apabila Permohonan pendaftaran merek diajukan melalui kuasa terdaftar sebagai konsultan HKI di Direktorat Jenderal dengan menyebutkan merek dan kelas barang yang akan diajukan di atas materai cukup;
  5. Bukti Pembayaran biaya pendaftaran merek, sesuai dengan Peraturan Pemerintah yang berlaku ;
  6. Bukti penerimaan permintaan pendaftaran yang pertama kali yang menimbulkan hak prioritas, dengan disertai terjemahannya dalam bahasa Indonesia oleh penerjemah tersumpah, apabila permintaan pendaftaran merek diajukan dengan menggunakan hak prioritas;
  7. Salinan peraturan penggunaan merek kolektif, apabila permintaan pendaftaran merek dagang atau jasa akan digunakan sebagai merek kolektif.
Tahapan Mendaftarkan Merk Dagang Di Ditjen HKI
Asalkan kamu memenuhi semua dokumen yang dipersyaratkan, tahapan mendaftarkan merk dagang sangat mudah, hanya saja memerlukan waktu berbulan-bulan untuk mendapatkan sertifikat merk.
Berikut ini tahapan-tahap yang perlu kamu lalui untuk mendaftarkan merk dagang:

Isi Semua Formulir yang Diperlukan. Silahkan kunjungi situs resmi Ditjen HKI di url ini: www.dgip.go.id. Di bagian menu MEREK, kamu akan menemukan formulir-formulir yang perlu kamu isi untuk proses mendaftar. Kalau ada yang kurang, maka pendaftaran kamu akan dianggap “ditarik kembali”.

Pemeriksaan Subtantif. Setelah kamu memenuhi semua dokumen yang dipersyaratkan, selanjutnya pihak Ditjen akan melakukan pemeriksaan subtantif terhadap dokumen yang kamu daftarkan sebelumnya. Proses ini akan memakan waktu hingga 9 bulan lamanya, begitu pendaftaran kamu diterima maka akan dilakukan pemeriksaan kembali oleh Ditjen, jika Ditjen menganggap semuanya oke, diterimalah permohonan kamu.
Advertisement


Pengumuman dan Oposisi. Setelah permohonan merk dagang kamu diterima, Ditjen HKI akan menerbitkan pengumuman terkait merk dagang kamu tersebut. Jika setelah diterbitkannya pengumuman (pengumuman dalam 3 bulan) terdapat pihak yang keberatan (Oposisi) dengan merk dagang yang kamu daftarkan, maka kamu harus melalui serangkaian proses hukum dipengadilan, biarlah pengadilan yang menentukan siapa yang berhak mendapatkan merk dagang tersebut. Andaikata tidak terdapat oposisi, maka sertifikat merk dagang kamu akan langsung terbit dalam waktu 30 hari sejak 3 bulan setelah pengumuman diterbitkan.

Secara garis besar cuma itu saja proses dan tahapan mendaftarkan merk dagang di Ditjen HKI, mudah bukan? Tapi ada baiknya sebelum melakukan pendaftaran, kamu cek dan telusuri dahulu apakah merk dagang yang akan kamu daftarkan itu sudah digunakan orang lain atau belum, kalau merk dagang yang akan kamu daftarkan ternyata sudah digunakan orang lain, kemungkinan besar akan ditolak atau akan ada oposisi.

Jika digambarkan, tahapan mendaftarkan merk dagang di Ditjen HKI adalah sebagai berikut:
www.dgip.go.id
Selanjutnya: Cara mengatasi hambatan dan kendala dalam berwirausaha.

Oke ya, ulasan di atas adalah syarat dan tahapan mendaftarkan merk dagang di Ditjen HKI. Semoga merk dagang kamu lekas terlindungi dan tidak ada klaim di masa yang akan datang. Sukses untuk anda.

Selasa, 15 Maret 2016

Jurnal Akuntansi Untuk Pembentukan Persekutuan Firma

Jurnal Akuntansi Untuk Pembentukan Persekutuan Firma – Persekutuan adalah suatu usaha yang didirikan oleh 2 orang atau lebih dengan tujuan untuk memperoleh laba. Salah satu bentuk persekutuan yang sering dilakukan adalah dalam bentuk Firma. Ada banyak tujuan kenapa para pebisnis memutuskan untuk mendirikan persekutuan, di antaranya adalah karena keterbatasan modal, kemampuan, jaringan, juga untuk memperkuat dominasi dan pangsa pasar.

Kalau kamu kesulitan untuk membangun usaha sendiri, solusi terbaik adalah dengan membentuk persekutuan semacam Firma ini.

Dalam dunia akuntansi, pencatatan persekutuan ini juga sering dilakukan, caranya juga cukup mudah. Bagi kamu pebisnis yang sudah membentuk persekutuan, nah kini mungkin kalian sedang bingung mencatat jurnalnya, atau kalian mahasiswa akuntansi yang sedang belajar masalah persekutuan. Postingan kali ini cocok sekali karena akan dibahas masalah pencatatan jurnal akuntansi untuk persekutuan.

Untuk lebih mudahnya, saya akan memberikan contoh kasus pembentukan persekutuan dan aktivitas-aktivitas yang sering dilakukan di awal pembentukannya. Berikut ini contoh kasusnya:

Sebelumnya, baca juga: Full cara membuat laporan keuangan UKM.

Jurnal Akuntansi Untuk Pembentukan Persekutuan Firma

Kasus 1. Pendirian Persekutuan
Pada tanggal 1 januari 2015, Amanda, Amira, dan Anin sepakat untuk mendirikan sebuah firma dengan nama “3A”. Berikut adalah setoran masing-masing anggota:
Keterangan Amanda Amira Anin
Kas20.000.0005.000.000
Persediaan16.000.0008.000.000
Kendaraan3.000.0007.000.000
Tanah4.000.00010.000.000
Bangunan2.000.000
Dengan kondisi seperti di atas, maka dapat dibuat neraca awal dan jurnal sebagai berikut:

Neraca 1 Januari 2015

Aktiva Lancar:
Kas25.000.000
Persediaan24.000.000
Aktiva Tetap:
Tanah14.000.000
Bangunan2.000.000
Kendaraan10.000.000
Total Aktiva75.000.000
Kewajiban-
Modal Amanda25.000.000
Modal Amira20.000.000
Modal Anin30.000.000
Total75.000.000

Jurnal

Keterangan DK
Jurnal untuk Amanda
Kas20.000.000
Kendaraan3.000.000
Bangunan2.000.000
Modal Amanda25.000.000
Jurnal untuk Amira
Persediaan16.000.000
Tanah4.000.000
Modal Amira20.000.000
Jurnal untuk Anin
Kas5.000.000
Persediaan8.000.000
Kendaraan7.000.000
Tanah10.000.000
Modal Anin30.000.000

Kasus 2. Pembagian Laba/rugi
Firma ABC didirikan oleh A, B, dan C pada awal bulan januari 2016. Pada saat pendirian rekening midal masing-masing anggota tampak pada neraca sebagai berikut:

Neraca awal firma ABC

Kas17.000.000Utang dagang6.000.000
Piutang dagang8.000.000Utang lainnya1.000.000
Aktiva lancar lain-lain5.000.000Modal A20.000.000
Aktiva tetap22.000.000Modal B10.000.000
Modal C15.000.000
Total 52.000.000Total 52.000.000
Keterangan:
  1. Pada tanggal 2 april 2016, B menyetor kekayaan ke firma sebesar 4.000.000
  2. Pada tanggal 3 mei 2016, A mengambil modalnya untuk keperluan pribadi sebesar 5.000.000
  3. Pada tanggal 1 juli 2016, C menyetorkan modalnya sebesar 3.000.000, sedangkan B mengambil modal sebesar 3.000.000
  4. Pada tanggal 5 november 2016, A menyetor uang sebesar 6.000.000, sedangkan C mengambil modal sebesar 4.000.000
Setelah menjalankan usahanya, firma ABC pada akhir tahun 2016 mendapatkan laba sebesar 60.000.000. Buat jurnal yang diperlukan, jika:
  1. Laba rugi dibagi sama
  2. Laba rugi dibagi dengan perbandingan (A:B:C = 3:1:2)
  3. Laba rugi dibagi sesuai dengan perbandingan modal awal
  4. Laba rugi dibagi sesuai dengan perbandingan modal akhir
Advertisement


Penyelesaian:
Jurnal jika laba rugi dibagi sama

Keterangan DK
Laba-rugi60.000.000
Modal A20.000.000
Modal B20.000.000
Modal C20.000.000
Jurnal jika laba rugi dibagi dengan perbandingan (A:B:C = 3:1:2)

Keterangan DK
Laba-rugi60.000.000
Modal A30.000.000 (60jt x (3:6))
Modal B10.000.000 (60jt x (1:6))
Modal C20.000.000 (60jt x (2:6))
Jurnal jika laba rugi dibagi sesuai perbandingan modal awal

Keterangan DK
Laba-rugi60.000.000
Modal A26.670.000 ((20jt:45jt) x 60jt)
Modal B13.330.000 ((10jt:45jt) x 60jt)
Modal C20.000.000 ((15jt:45jt) x 60jt)
Jurnal jika laba rugi dibagi sesuai perbandingan modal akhir

Keterangan DK
Laba-rugi60.000.000
Modal A27.390.000 ((21jt:46jt) x 60jt)
Modal B14.350.000 ((11jt:46jt) x 60jt)
Modal C18.260.000 ((14jt:46jt) x 60jt)
*Bagaimana jika firma mengalami rugi, maka tinggal dibalik aja jurnalnya.

Kasus 3. Pembagian Laba/rugi Dengan Menerima Gaji, Bonus, dan Bunga
Sebuah persekutuan migas yang berdiri pada awal tahun 2016 beranggotakan 3 orang yaitu Mila, Ani, dan Agung. Mereka sepakat membagi laba rugi dengan aturan sebagai berikut:
  1. Masing-masing anggota menerima gaji, Mila menerima 250.000, Ani menerima 200.000 dan Agung menerima 300.000 setiap bulannya.
  2. Masing-masing anggota menerima bunga modal 10% per tahun dari saldo modal akhir.
  3. Dua anggota menerima bonus akhir tahun yaitu Mila menerima bonus sebesar 25% dari laba setelah bonus, dan Agung Menerima 25% dari bonus yang diterima Mila.
  4. Sisa laba/rugi dibagi dengan perbandingan (Mila:Ani:Agung = 5:2:3)
Diketahui saldo modal akhir dari setiap anggota adalah sebagai berikut:

Nama Jumlah
Mila25.000.000
Ani15.000.000
Agung20.000.000
Buatlah alokasi laba-rugi dan jurnal yang diperlukan jika pada tahun tersebut firma memperoleh laba sebesar 40.000.000.

Penyelesaian:
Alokasi laba/rugi

Anggota Gaji pertahunBunga modalBonus Sisa labaTotal
Mila3.000.0002.500.0008.000.000*7.500.00021.000.000
Ani2.400.0001.500.000-3.000.0006.900.000
Agung3.600.0002.000.0002.000.000**4.500.00012.100.000
TOTAL9.000.0006.000.00010.000.00015.000.00040.000.000
*Bonus Mila didapat dari perhitungan sebagai berikut:
= 1 + 25% (Laba-Bonus)
= 1 + 0,25 (40.000.000 – Bonus)
= 1,25 : 10.000.000
= 8.000.000
**Bonus Agung didapat dari 25% bonus yang diterima Mila

Jurnal pencatatan

Keteranga DK
Laba/rugi40.000.000
Modal Mila21.000.000
Modal Ani6.900.000
Modal Agung12.100.000
Kalau misalkan terjadi rugi, maka alokasi dan jurnalnya sebagai berikut (Asumsi rugi 5 juta):

Anggota Gaji Bunga modalSisatotal
Mila3.000.0002.500.000(10.000.000)(4.500.000)
Ani2.400.0001.500.000(4.000.000)(100.000)
Agung3.600.0002.000.000(6.000.000)(400.000)
TOTAL9.000.0006.000.000(20.000.000)(5.000.000)
*Karena rugi, maka binus secara otomatis tidak ada.

Jurnal pencatatan rugi

Keteranga DK
Modal Mila4.500.000
Modal Ani100.000
Modal Agung400.000
Laba-rugi5.000.000
Selanjutnya; Jurnal akuntansi untuk perubahan anggota persekutuan firma.
----
Begitulah jurnal akuntansi untuk pembentukan persekutuan firma. Semoga ulasan dan contoh-contoh kasus di atas bermanfaat. Thanks.

Sabtu, 12 Maret 2016

Berbisnis Dengan Teman? Perhatikan 7 Hal Ini

Tips Berbisnis Dengan Teman, Ini Yang Perlu Kamu Perhatikan – Dalam proses memulai usaha dan bisnis, kadang kala kita merasa membutuhkan seorang partner. Hal ini biasanya terjadi ketika kita membutuhkan bantuan, bisa berupa modal, tenaga, maupun koneksi. Kita pun lazimnya akan mencari bantuan ke orang-orang terdekat, salah satunya adalah kepada teman. Tapi sayangnya, tidak semua teman akan cocok jika kamu ajak untuk berbisnis.

Teman dekat bukan berarti cocok untuk diajak berbisnis, ada banyak hal yang patut kamu perhatikan untuk menyeleksi teman. Sebaiknya kamu sesuaikan dengan kebutuhan kamu saat ini, jika kamu butuh modal maka cari teman yang bermodal banyak, jika tenaga maka cari teman yang memiliki kemampuan tinggi, jika koneksi maka cari teman yang memiliki jaringan luas.

Yang perlu diingat, memilih teman sesuai kebutuhan memang penting, tapi jangan jadikan hal tersebut sebagai satu-satunya faktor, malah akan berbahaya jika kamu hanya fokus pada satu faktor tersebut. Ada banyak hal lainnya yang harus kamu pertimbangkan.

Nah, apa sajakah hal-hal yang perlu dipertimbangkan ketika memilih teman untuk diajak berbisnis? Berikut ini ulasan lengkapnya:

Sebelumnya, baca juga: Analisis kelayakan usaha.
Tips Berbisnis Dengan Teman

Kamu Nyaman Dengan Orang Itu? Cocokkah Pola Pikir Dia Dengan Kamu?
Teman yang sesuai dengan kebutuhan memang penting, seperti yang saya sebutkan di atas, tapi kalau kamu akhirnya tidak nyaman dengan orang tersebut juga tidak baik dalam mengurus bisnis. Adanya rasa tidak nyaman ini bisa membuat kamu merasa capek sendiri, jengkel, bahkan bisa memicu ledakan emosi dalam diri kamu sendiri. Jadi pastikan bahwa hanya memilih partner bisnis yang nyaman diajak untuk bekerjasama.

Dan yang tak kalah penting adalah masalah pola pikir dari si calon partner bisnis tersebut. Seperti yang kamu tahu, setiap orang bisa saja memiliki pola pikir yang berbeda-beda. Akan sangat menyenangkan jika kamu bisa menemukan teman yang memiliki pola pikir yang sama.

Pola pikir bukan berarti kemampuan berpikir, dua hal tersebut sangat berbeda. Dalam dunia bisnis, pola pikir akan sangat berguna dalam mengambilan keputusan sebagaimana mestinya berkaitan dengan pemecahan masalah, mencari solusi, melakukan inovasi, dan control dengan normal, dan kemampuan berpikirlah yang akan memperjitu hal-hal tersebut.

Saya yakin, kamu sendiri pasti kenal seseorang yang memiliki pola pikir yang berbeda? Saya juga punya, bahkan teman dekat saya memiliki pola pikir yang sangat jauh berbeda dengan saya, oleh karena itu saya sangat menghindari berdiskusi dengannya. Saya main, bersenang-senang, jalan-jalan bersama dengannya, tapi saya selalu menghindarinya jika sudah masuk pada hal-hal yang harus membuat keputusan yang sangat penting.

Alokasi Modal, Kepemilikan, dan Keuntungan
Masalah modal dan keuntungan, yang paling adil adalah berdasarkan persentase penyertaan. Semakin besar persentase penyertaan modal, semakin besar pula persentase keuntungan dan kepemilikannya. Sebagai contoh, jika suatu usaha membutuhkan modal 100 juta, Dina menyetor 60 juta dan Kiki menyetor 40 juta, maka alokasinya terlihat seperti di tabel di bawah ini:
Nama Modal di setorKepemilikan Keuntungan
Dina60 juta60%60%
Kiki40 juta40%40%
Total100 juta100%100%
Itu kalau berdasarkan kebutuhan modal, nah gimana kalau kamu mengajak teman untuk berbisnis bukan karena kebutuhan modal, tapi karena kemampuannya atau karena koneksinya? Walaupun sangat jarang terjadi, tapi bisa saja kan. Kalau hal ini benar-benar terjadi, maka solusinya adalah dengan kesepakatan. Berikan kepadanya sedikit saja kepemilikan dan keuntungan+gaji.

Kita ambil contoh diatas, dan kamu harus memenuhi dan menyetor 100 juta, sedangkan Kiki tidak menyetor sama sekali. Tapi karena kamu sangat butuh kemampuan Kiki, bisa saja kamu mengajaknya untuk ikut menjadi pemilik. Kamu pun sepakat memberikan Kiki kepemilikan sebesar 5%, keuntungan 3% dan gaji tiap bulan 3 juta.
Advertisement


Kalau hanya butuh tenaga dan kemampuannya, kenapa tidak dijadikan pegawai saja? Ini pilihan sih, tapi kalau si Kiki sangat besar perannya, maka ada untungnya juga untuk memberikan persentase kepemilikan dan keuntungan untuk mengikat dirinya agar tidak pergi dan agar bekerja lebih giat lagi.

Gimana kalau Kiki menyetor modal dan juga perannya sangat besar? Lagi-lagi, buatlah kesepakatan! Ambil contoh pertama di atas, jika benar Kiki punya peran yang sangat besar, maka tinggal tambahin aja kepemilikan dan keuntungannya. Missal, tambahin 5%, tapi hal ini juga akan mengurangi kepemilikan dan keuntungan kamu sebesar 5% pula.

Jangan lewatkan: Tips membuat kontrak bisnis.

Siapa Yang Akan Memimpin?
Ada kalanya dan ini sangat sering terjadi, kamu dan partner bisnis memiliki setoran modal yang sama, juga perannya sama-sama besar. Secara otomatis kepemilikannya juga akan sama, kalau begitu siapa yang akan menjadi pemimpinnya?

Kalau setoran modal dan perannya seperti yang di contohkan di atas, akan sangat mudah menentukan siapa pemimpinnya. Tapi kalau semuanya sama, akan jadi sedikit sulit. Ingat ya, tidak boleh ada dua pemimpin karena akan mempersulit pengambilan keputusan dan membingungkan. Bisa dibayangkan, pemimpin A bilang kanan, tapi pemimpin B bilang kiri, mana yang akan diikuti oleh bawahan?
Karena itulah, kamu harus menentukan siapa pemimpinnya, diskusikan dengan partner. Timbang-timbang lagi peran masing-masing dari kalian.

Bisnis Bukan Permainan, Siapkah Kamu Bersikap Tegas Dengan Teman Sendiri?
Banyak hal kenapa kamu akhirnya memilih seorang teman untuk menjadi partner bisnis, dan ketika bisnis mulai berjalan, mungkin akan ada masalah-masalah dan kritik-kritik yang ingin kamu arahkan ke teman kamu sendiri. Apa kamu akan sungkan untuk menegurnya?

Sebainya jangan pernah sungkan untuk menegurnya, bersikap tegaslah! Jika teman bisnis kamu itu bekerja tidak sebagaimana mestinya dan meninggalkan tanggung jawabnya, kamu benar-benar perlu untuk mengevaluasi kinerjanya.

Untuk Kenyamanan, Pisahkan Masalah Bisnis dan Urusan Pribadi!
Pisahkan antara urusan kantor dengan urusan pribadi dengannya, kamu perlu berbicara baik-baik dengan teman kamu untuk masalah ini. Pada point sebelumnya, jika kamu harus bersikap tegas dengan partner bisnis, mungkin akan mengganggu urusan pribadi kamu dengannya. Kalau kamu dengannya tidak bisa memisahkan urusan kantor dan pribadi, bisa jadi hubunganmu akan terasa canggung, padahal kamu pengen bermain atau jalan-jalan dengannya.

Jadi, sangat bijak jika kamu membuat batas-batas tertentu, teman adalah teman, bisnis adalah bisnis. Hindari membahas bisnis ketika kamu bermain dengannya, kecuali jika sangat mendesak.

Jika Teman Mogok Di Tengan Jalan, Apa Yang Akan Kamu Lakukan?
Jika suatu saat teman bisnis kamu mogok dan memutuskan untuk tidak melanjutkan bisnis, kira-kira apa yang akan kamu lakukan? Apakah kamu juga akan ikutan mogok? Jika kamu juga ikut mogok, maka semuanya udah selesai dan tinggal pembubarannya saja. Tapi saya yakin, saat ini kamu tidak punya niatan untuk ikut mogok, jika memang demikian maka kamu perlu juga menyiapkan scenario terburuk jika teman kamu itu benar-benar meninggalkan perusahaan.

Pertama, di awal mendirikan usaha buat perjanjian penarikan dan pengembalian modal agar semuanya bisa diselesaikan dengan mudah, dan yang kedua adalah siapkan pengganti untuk melaksanakan peran dan tanggung jawab dari teman kamu itu.

Buat Perjanjian Berkekuatan Hukum
Semuanya harus tertuang dalam perjanjian tertulis yang berkekuatan hukum. Dengan adanya perjanjian ini akan menghindari salah satu pihak mangkir dari kewajibannya, dan semua urusan pun akan dengan mudah diselesaikan tanpa konflik berkepanjangan.

Selanjutnya: Cara memulai bisnis.
----
Di atas adalah tips berbisnis dengan teman yang dapat saya bagikan kepada kalian. Semoga ulasan di atas bermanfaat. Saya harap bisnis kamu denga partner sukses dan berkembang pesat.

Kamis, 03 Maret 2016

Tips Agar Pengajuan Kredit Kamu Diterima Oleh Bank

Tips Agar Pengajuan Kredit Kamu Diterima Oleh Bank – Dewasa ini pengajuan kredit di bank semakin meningkat saja. Banyak kalangan masyarakat mulai dari pebisnis, professional, atau karyawan yang memanfaatkan jasa bank untuk memberikan suntikan dana untuk mereka. Tentu saja dengan tujuan yang berbeda-beda, ada yang digunakan untuk modal kerja, membeli rumah, kendaraan, memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan sebagainya. Lantas apakah setiap pengajuan kredit tersebut selalu disetujui oleh bank? Jawabannya, tentu saja TIDAK. Bank memiliki prosedur dan aturan tersendiri untuk menyetujui dan menerima pengajuan kredit dari setiap calon debitur.

Jangan salahkan pihak banknya dulu jika mereka menolak pengajuan kredit kamu, bank itu malah sangat suka jika ada yang berniat mengajukan kredit kepada mereka, hanya saja bank sangat melindungi keuangannya agar tidak terjadi kredit macet, dan ini akibatnya sangat fatal. Masih inget krisis ekonomi global tahun 2008? Krisis tersebut berawal dari kredit macet massal yang terjadi di amerika sana, dan dampaknya sungguh luar biasa, hampir seluruh dunia terkena dampaknya. Itu adalah contoh nyata kegagalan bank dalam menyaring calon debitur.

Agar pengajuan kredit kamu diterima dan disetujui oleh bank, sebenarnya sangatlah mudah, kamu tinggal penuhi aja kekurangan kamu. Kamu harus tahu, bank sangat peduli dengan kemampuan keuangan dan history calon debitur, jadi pastikan bahwa standar ini bisa kamu penuhi agar peluang mendapatkan pinjaman dari bank terbuka lebar.

Ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan agar bank menerima kredit yang kamu ajukan, di antaranya adalah sebagai berikut:

Tips Agar Pengajuan Kredit Kamu Mudah Diterima Oleh Bank

Penuhi Semua Persyaratan Tertulis Yang Diwajibkan Oleh Bank
Syarat ini memuat informasi diri kamu, kamu akan dibedakan menjadi tiga kategori oleh bank, sebagai pengusaha (badan hukum), seorang professional, atau sebagai karyawan. Beda kategori akan berbeda pula syaratnya. Pastikan bahwa kamu memenuhi semua persyaratan yang diwajibkan oleh bank.

Baca: Syarat dan cara meminjam uang di bank.

Bagaimana Dengan Kemampuan Keuangan Kamu?
Penting bagi kamu untuk memenuhi kriteria bank yang satu ini, kamu harus memiliki kemampuan keuangan yang cukup. Ini merupakan salah satu syarat yang diwajibkan oleh bank. Untuk membuktikan bahwa kamu memiliki kemampuan yang cukup, kamu harus menunjukkan referensi portfolio keuangan, terutama dalam hal besaran pendapatan dan pengeluaran, juga mutasi dalam laporan keuangan untuk menilai pola konsumsi.

Mungkin juga kamu sebelumnya sudah memiliki hutang di bank lain dan saat ini belum lunas, maka total cicilan pinjaman juga harus kamu perhatikan dengan seksama. Biasanya bank akan keberatan jika cicilan terlalu besar, dalam hal ini setiap bank memang memiliki standar yang berbeda-beda. Tapi biasanya Debt Buren Ratio (rasio hutang terhadap pendapatan) tidak boleh melebihi sepertiga.

Lalu bagaimana jika kamu tidak memiliki kemampuan keuangan yang cukup? Sebelumnya, kamu perlu bertanya langsung ke pihak bank yang kamu pilih, berapa Debt Buren Ratio bank tersebut? Setelah kamu hitung dan ternyata kemampuan kamu memang kurang, maka tidak ada pilihan selain kamu harus meningkatkan kemampuan keuangan kamu, atau bisa juga menunggu hingga cicilan pinjaman lain lunas.
Advertisement


Jaga Kredibilitas Kamu
Semua bank di Indonesia dapat mengacu pada data yang dimiliki oleh Bank Indonesia (BI). Ketika kamu mengajukan kredit ke bank tertentu, sudah pasti bank tersebut akan melakukan cek (BI Checking) terhadap catatan keuangan dan kredit di pusat data Bank Indonesia. Misalnya, walaupun kamu pernah mengalami kredit macet di bank BCA, dan sekarang kamu mengajukan kredit di bank Mandiri, maka bank Mandiri tetap bisa melihat sejarah kredit kamu tersebut.

Apalagi jika kamu sudah masuk ke daftar hitam yang dikeluarkan oleh Asosiasi Penerbit Kartu Kredit, waah bakalan sulit banget untuk mendapatkan pinjaman di bank manapun karena setiap bank juga akan mengacu pada daftar yang dikeluarkan Asosiasi Penerbit Kartu Kredit tersebut.

Jadi, pastikan bahwa history kamu bersih, tidak pernah ada kredit macet, keterlambatan bayar, dan masalah perbankan lainnya. Setiap kamu menyentuh aktivitas perkreditan di bank manapun, pasti akan masuk di pusat data Bank Indonesia, jadi tidak heran jika bank lain juga dapat melihat catatan kredit yang kamu miliki. Semakin bersih history, maka semakin besar pula kredibilitas kamu di mata pihak bank.

Perhatikan Nilai Agunan Yang Akan Kamu Gunakan
Agunan memang penting bagi pihak bank untuk berjaga-jaga jika kamu mangkir dari kewajiban atau yang lainnya. Tapi sebenarnya, bank sangatlah tidak suka jika harus mengambilalih agunan dari debiturnya, kenapa? Yah, karena pengambilalihan agunan tentu saja memerlukan biaya serta waktu yang tidak sedikit, hal ini tentu akan merepotkan pihak bank, apalagi jika nilai agunannya kecil. Karena itulah pihak bank menginginkan setidaknya agunan kamu memiliki nilai yang tinggi.

Nilai yang tinggi bukan berarti agunan yang secara fisik besar, misalkan tanah yang luas namun lokasinya di pedesaan, bangunan yang besar namun lokasi dan kondisinya yang buruk. Semua agunan seperti itu tidak terlalu disukai oleh bank, tapi bagaimanapun jika nilai agunannya mencukupi atau lebih tinggi dari nilai pinjaman, bank bisa sedikit tersenyum.

Untuk meningkatkan nilai agunan agar mudah diterima oleh bank, pilihlah agunan yang memiliki kelengkapan dokumen, lokasi strategis, dan kondisi agunan yang baik, hal ini akan meningkatkan kemungkinan diterimanya pengajuan kredit kamu.

Tujuan Pengajuan Kredit Jelas
Ini beneran, jangan pernah berani mengajukan pinjaman jika tujuannya tidak jelas, atau setidaknya kamu bisa menerangkan tujuannya kepada pihak bank dengan meyakinkan. Bank tidak akan pernah mau mengambil resiko dengan memberikan pinjaman kepada pihak yang tidak memiliki tujuan yang jelas, ini termasuk juga jika kamu memiliki usaha yang kurang sehat keuangannya dan potensi perkembangan usaha yang kurang pasti.

Ini memang penilaian yang sedikit sepihak, karena tujuan yang kita kira sangat-sangat dan sangat jelas, mungkin akan dinilai tidak jelas oleh bank. Karena itulah ada baiknya kamu pelajari sekali lagi tujuan kamu meminjam uang di bank, pelajari prospek usaha kamu jika kamu adalah seorang pengusaha.

*Saya sarankan kepada yang ingin mengajukan kredit di bank, agar mengajukan kredit di bank syariah saja. Bank syariah dikenal lebih adil dalam penerapan sistemnya karena menggunakan system bagi hasil, sedangkan bank konvensional dengan system bunga, yang sangat mungkin akan memberatkan di kemudian hari.

Baca juga: Cara menghitung bunga bank.
----
Itulah tips agar pengajuan kredit kamu diterima dan disetujui oleh bank. Semoga tips di atas bermanfaat. Thanks.

Sabtu, 20 Februari 2016

Bagaimana Cara Memilih Lokasi Usaha Yang Strategis?

Bagaimana Cara Memilih Lokasi Usaha Yang Strategis? – Lokasi di mana kamu membangun usaha dan bisnis bisa sangat berpengaruh pada perkembangannya. Memilih lokasi usaha adalah salah satu komponen terpenting dalam memulai suatu bisnis, kamu bisa sukses jika tepat dalam memilih lokasi usaha. Begitu juga sebaliknya, sebaik apapun rencana kamu, jika lokasi usaha kurang tepat, tidak lepas kemungkinan kamu akan gagal dalam berbisnis.

Memilih lokasi usaha ibarat memilih kendaraan ketika berpergian, kalau kamu mau pergi ke Amerika, akan lebih cepat jika menggunakan pesawat ketimbang menggunakan becak atau sepeda. Memang benar pesawat membutuhkan biaya yang lebih mahal, tapi biaya tersebut akan tertutupi dengan konsekuensi yang dapat kamu hasilkan.

Apa konsekuensinya? Banyak.. contohnya, urusan lancar, hemat waktu (waktu adalah uang), hemat tenaga, keamanan, dan sebagainya. Seperti halnya pergi menggunakan pesawat, memilih lokasi usaha yang potensial juga cukup mahal, tapi itu juga ada konsekuensinya seperti, mendapat banyak pelanggan, brand ternama, ujung-ujungnya mendapat laba yang besar, usaha mudah berkembang, serta keuntungan-keuntungan lainnya. Bisa dibilang, biaya lokasi usaha yang mahal hanyalah umpan untuk mendapatkan ikan yang besar.

Apakah lokasi usaha yang strategis selalu mahal? Rata-rata iya.. di lokasi tersebut juga pasti akan berdiri usaha-usaha lainnya, dan tidak lepas kemungkinan pesaing kamu juga akan berlokasi di situ.

Lalu, bagaimana sih caranya memilih lokasi usaha yang strategis? Menjawab hal ini sebenarnya ada banyak cara yang bisa kamu lakukan, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

Sebelumnya, baca juga: Mengatasi hambatan dan kendala dalam berbisnis.

Bagaimana Cara Memilih Lokasi Usaha Yang Strategis?

Perhatikan Iklim Bisnis Sekitar
Kamu pernah perhatikan di suatu lokasi berdiri banyak usaha sejenis? Misalkan, indomart dekat dengan alfamart, cabang Honda dekat dengan Yamaha. Pernah gak berpikir kenapa? Jawabannya adalah karena di lokasi tersebut memang sangat potensial. Ketika kamu ingin memilih lokasi usaha berdasarkan iklim bisnis sekitar, ada dua hal yang bisa kamu lakukan yaitu 1) berbagi lokasi, 2) monopoli lokasi.

Berbagi lokasi maksudnya adalah kamu ikut-ikutan mendirikan usaha di lokasi di mana sudah banyak pesaingnya, dalam hal ini kamu harus benar-benar siap berperang dengan musuh-musuhmu. Keuntungan berbagi lokasi sangat banyak, contohnya, lokasi tersebut sudah tentu ramai, banyak konsumennya, dan mungkin sudah menjadi sentralisasi bisnis. Dengan begitu, tentu saja lokasi usaha tersebut akan menjadi tujuan utama konsumen dalam memenuhi kebutuhannya.

Yang kedua adalah monopoli lokasi usaha, dalam hal ini kamu benar-benar memilih lokasi yang belum ada pesaingnya, kamu berdiri sendiri di suatu lokasi untuk mencoba memangsa semua target di lokasi tersebut. Monopoli lokasi ini sudah banyak dilakukan oleh para pebisnis, tapi yang perlu kamu perhatikan, ketika kamu ingin monopoli lokasi usaha, ada banyak hal yang perlu kamu pertimbangkan, apa sajakah itu? Dibawah ini ulasan lengkapnya:

Keterlihatan Lokasi Usaha
Sudah sewajarnya kamu memilih lokasi usaha yang bisa dilihat oleh banyak orang, dengan tujuan konsumen tahu keberadaan bisnis yang kamu dirikan di lokasi tersebut. Agar banyak konsumen yang melirik lokasi kamu, ada dua hal yang perlu diperhatikan, yang pertama adalah papan nama/banner bisnis yang kamu pasang, kedua adalah keramaian di lokasi tersebut. Papan nama harus bisa dilihat dengan jelas, akan lebih baik jika papan nama bisa terlihat dari kejauhan.

Keramaian lokasi berkaitan dengan lalu lintas dan kepadatan aktivitas di lokasi tersebut, daripada kamu memilih lokasi usaha yang sepi lalu lintas, sudah jelas akan lebih baik jika memilih lokasi yang lalu lintasnya padat, begitu juga dengan aktivitasnya.
Advertisement


Dekat Dengan Target
Ada suatu kondisi di mana kamu lebih baik mendirikan usaha di lokasi yang sangat dekat dengan target. Memang tidak semua jenis bisnis harus didirikan di dekat target, tapi ada beberapa jenis bisnis yang sangat cocok, contohnya adalah outlet fotocopy yang didirikan di dekat lembaga pendidikan, toko mainan di dekat game center anak-anak. Mereka butuh, dan kamu ada, itulah hubungan ekonomi yang saling menguntungkan.

Masalah jarak, sebenarnya cukup berpengaruh untuk semua bisnis. Kamu sendiri ketika akan memenuhi kebutuhan pasti pernah memilih lokasi yang lebih dekat, alasannya adalah karena hemat waktu dan tenaga. Tapi, lokasi yang bagimu dekat, belum tentu terasa dekat bagi orang lain.

Jadi, sebisa mungkin sesuaikan lokasi usahamu di target yang dominan, maksudnya jika di suatu lokasi tertentu terdapat target yang lebih banyak, maka pilihlah lokasi tersebut. Ingat, kamu tidak akan pernah bisa mendekatkan lokasi usaha kepada semua konsumen, kecuali jika kamu sudah mampu membuat cabang bisnis. Toh, jika pelayanan dan kualitas bisnis kamu baik, sejauh apapun mereka pasti akan mempertimbangkannya.

Kemudahan Akses Ke Lokasi
Jangan sampai konsumen enggan mengunjungi bisnis kamu hanya karena sulitnya akses ke lokasi. Kamu boleh-boleh saja memilih lokasi yang ramai, tapi kalau akses ke lokasi tersebut sulit, pertimbangkanlah sekali lagi. Apa sajakah yang membuat suatu lokasi bisa dikatakan sulit untuk diakses? Banyak, seperti jalan yang rusak, tidak tersedia angkutan umum di dekat lokasi, jalanan sering sekali macet, tidak bisa dilalui mobil/bus, jalan sempit dan berbahaya, jalan satu arah juga sering merepotkan, dan masih banyak lagi.

Kondisi Lingkungan Sekitar
Kamu harus memperhatikan kondisi lingkungan di sekitar lokasi usaha, ini sangat berkaitan dengan kenyamanan para konsumen. Saya pribadi, sering sekali mengurungkan niat untuk mendatangi sebuah warung atau tempat usaha yang lingkungannya kurang nyaman. Terdapat banyak hal yang bisa kamu pertimbangkan, seperti apakah lingkungan tersebut bersih? Jangan sampai kamu membangun usaha kuliner tapi lokasinya dekat dengan limbah sampah, kan gak enak banget tuh.

Selanjutnya, apakah lokasinya aman? Sebisa mungkin hindari lokasi yang banyak terjadi tindak criminal seperti penjabretan, pembunuhan, dan sebagainya. Hal ini bisa membuat takut konsumen untuk mendatangi lokasi tersebut.

Perhatikan pula usaha yang berdiri di sekitar, nilailah! Pantaskah usaha kamu berdiri di sampingnya. Misalkan, kalau kamu ingin mendirikan usaha restaurant atau café di samping bengkel yang berisik dan bising akan suara kendaraan yang digember-gemberkan, pantaskah? Saya rasa kurang cocok, akan lebih cocok dan pantas jika didirikan di dekat distro misalnya, rumah makan atau café lainnya, atau bisa juga di dekat supermarket dan mall-mall.

Biaya dan Legalitas
Berpikirlah mencari alternative jika kamu terhalang oleh biaya, tapi jika besarnya biaya masih bisa kamu handle, jangan ragu untuk memilih lokasi terbaik menurutmu. Seperti yang saya katakana diatas, biaya yang besar adalah umpan untuk mendapatkan ikan besar, tanpa umpan yang mantap, ikan besar sulit untuk didapatkan.

Baca juga: Cara mendapatkan modal.

Kemudian, perhatikan pula legalitas lokasi usaha tersebut, baik kamu sewa maupun beli, kamu wajib menanyakan surat-surat kelengkapannya. Jangan sampai kamu tertipu dan di masa yang akan datang kamu harus pindah, kan rugi banget apalagi jika kamu sudah memiliki banyak pelanggan. Dan satu yang tidak boleh kamu abaikan, yaitu apakah lokasi tersebut diizinkan oleh pemerintah untuk dibangun suatu usaha? Dalam hal ini kamu perlu memperhatikan regulasi kawasan di daerah masing-masing.

Selanjutnya: Cara memasarkan produk baru.
----
Oke, itu saja ulasan tentang cara memilih lokasi usaha yang strategis yang dapat saya bagikan. Semoga ulasan di atas bermanfaat dan membantu kamu menemukan lokasi bisnis yang paling strategis. Salam sukses. Thanks.

Rabu, 10 Februari 2016

4 Tips Mengatasi Lingkungan Kerja yang Tidak Nyaman

4 Tips Mengatasi Lingkungan Kerja yang Tidak Nyaman – Kamu memilih tempat kerja pasti memiliki harapan bahwa tempat kerja tersebut memiliki lingkungan kerja yang baik dan nyaman, orang-orang yang ramah dan bersahabat, bos yang baik dan pengertian, serta segala hal yang menyenangkan bagi kamu. Tapi mau bagaimana lagi, harapan sering sekali berlawanan dari kenyataannya, berada di lingkungan kerja yang tak nyaman merupakan masalah besar, yang paling parah adalah bisa menurunkan semangat dan etos kerja kamu.

Mau bertahan di tempat kerja, namun hati berkata tidak, mau pindah tapi kok cari tempat kerja lain sulit sekali. Semuanya jadi membingungkan, tarik ulur hati dan pikiran pun dimulai. Akan semakin membingunkan dan membuat kamu ragu-ragu jika tempat kerja lamamu memberikan gaji yang besar dan jenjang karir yang bagus.

Gaji besar, jenjang karir bagus, tapi lingkungan kerja tak nyaman, apa yang akan kamu lakukan? Bertahan atau menyerah dan pergi? Jangan buru-buru untuk pergi dari tempat kerja kamu, berjuang dulu agar kamu bisa bertahan dan menghadapi situasi lingkungan kerja yang tak nyaman tersebut, pergi merupakan solusi terakhir bagi kamu.

Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi lingkungan kerja yang tidak nyaman tersebut? Hmmn, berkaitan dengan hal itu, ada beberapa tips sederhana yang bisa kamu lakukan, di antaranya adalah sebagai berikut:

Sebelumnya, baca juga: Cara membangun kerjasama tim yang kompak.

4 Tips Mengatasi Lingkungan Kerja yang Tidak Nyaman

Pertama, Ketahui Dengan Pasti Apa Yang Membuat Tidak Nyaman
Sebelum melakukan tindakan lanjutan, kamu memang seharusnya sudah tahu dengan pasti kenapa kamu merasa tidak nyaman, kalau yang membuat kamu tidak nyaman adalah karena sikap orang lain terhadap kamu, ketahui juga kenapa mereka bersikap demikian kepada kamu, mungkin saja ada sesuatu dari diri kamu yang perlu dibenahi. Jika memang demikian, kamu tak harus malu untuk berkomunikasi dengan mereka atau setidaknya dengan salah satu dari mereka, apa yang perlu dibenahi dari diri kamu?

Tapi jika penyebabnya adalah kebalikannya, kamu tidak nyaman karena sikap mereka yang perlu dibenahi, dalam hal ini kamu perlu beradaptasi pada lingkungan yang tepat. Apakah sikap mereka itu memang budaya perusahaan, sikap individual, sikap positif atau negative? Kamu perlu tahu kenapa sikap mereka seperti itu. Saya yakin, tidak semua orang memiliki sikap yang sama, sehingga kamu harus pintar-pintar beradaptasi dengan sikap yang beraneka macam seperti itu.

Komunikasi sangatlah penting, jangan ragu-ragu untuk membangun komunikasi yang baik dengan mereka, sebagai makhluk sosial kamu memang seharusnya bersosialisasi dengan baik kepada semua pihak yang ada di perusahaan di mana kamu bekerja.
Advertisement


Berpikir Positif dan Tetap Berprestasi
Hati dan pikiran harus kamu seimbangkan. Semuanya akan tidak ada apa-apanya jika kamu mampu berpikiran positif, menjernihkan hati, dan bersikap tenang. Jika kamu bersikap baik namun ada yang tidak suka dan berbuat tak menyenangkan, berekasi acuh tak acuh kadang terasa sangat efektif sekali. Pikirkan saja hal-hal yang positif untuk menghadapi situasi yang tidak menyenangkan, tidak nyaman, dan situasi yang membosankan. Yang jelas, janganlah kamu terprovokasi, mengabaikan dan tetap melanjutkan aktivitas adalah pilihan yang tepat.

Kamu pernah dengar kalimat ini “menjadi sukses adalah balas dendam yang paling menyenangkan”, benar sekali dan secara pribadi saya sangat setuju dengan kalimat di atas. Balas dendam yang dimaksud bukan berarti membuat mereka menderita, membalas kejahatan dan perilaku mereka, tapi kamu hanya perlu mengubah pandangan mereka terhadap kamu. Berprestasi adalah cara paling ampuh untuk mencapai hal tersebut.

Enggak harus prestasi yang tinggi, prestasi sederhana pun sudah cukup, misalnya berkinerja dengan baik, menyelesaikan tugas dengan mengesankan, melampaui target, dan sebagainya. Lebih hebat lagi jika kamu terpilih sebagai karyawan terbaik di perusahaan di mana kamu kerja, apalagi jika kamu bisa naik jabatan, bukankah itu sangat luar biasa?

Bersenang-senanglah Agar Semangat Kamu Tetap Terjaga
Kalau kamu sudah merasa tidak nyaman dengan lingkungan kerja, stop jangan bawa-bawa perasaaan tidak nyaman tersebut ke lingkungan lainnya, apalagi jika kamu malah terbawa perasaan tersebut hingga menyebabkan keluarga, pacar, atau orang lain di luar lingkungan kerja ikut merasakan ketidaknyamanan. Cukup di lingkungan kerja saja, dan bersenang-senanglah di lingkungan lainnya.
Bersenang-senang akan sejenak melupakan permasalahan yang sedang kamu hadapi, bisa jadi dengan kegiatan menyenangkan yang kamu lakukan, kamu malah akan menemukan solusi untuk mengatasi masalah kamu tersebut.

Janganlah kamu galau dan berlarut-larut memikirkan masalah pekerjaan, jangan jadikan masalah pekerjaan sebagai alasan akan hancurnya kehidupan sosialmu. Dengan begitu semangat kamu akan tetap terjaga, ketika waktunya kerja pun kamu memiliki memori menyenangkan yang bisa membuat kamu tersenyum, alhasil rasa ketidaknyamanan bekerja juga akan berkurang.

Waktunya Memutuskan, Bertahan Atau Pergi?
Bertahan atau pergi adalah mutlak hak kamu, jika kamu sudah melakukan segala hal namun situasi dan kondisi tidak berubah, kamu boleh mengundurkan diri dari perusahaan di mana kamu bekerja. Tapi yang perlu selalu kamu ingat agar tidak ada penyesalan dikemudian hari, tempat baru tidak selalu lebih baik dari tempat lama. Jaminan apa yang bisa kamu gunakan bahwa tempat kerja baru yang akan kamu pilih lebih baik dari tempat kerja lamamu?

Walaupun kamu sudah berusaha keras untuk memperbaiki namun tetap tidak berubah, cobalah sedikit lagi untuk tidak terburu-buru mengundurkan diri, pertimbangkan lagi dengan matang. Kalau pun harus pergi, sebisa mungkin pergi ke tempat yang bisa menjamin kenyamanan kamu kelak, dalam hal ini kamu bisa tanya ke teman-teman dekatmu, keluarga, atau siapapun yang kamu percaya.

Selanjutnya: Cara mengatasi karyawan yang malas, bandel, dan sulit diatur.
----
Oke ya, itulah 4 tips mengatasi lingkungan kerja yang tidak nyaman yang dapat saya berikan. Semoga tips di atas bermanfaat dan membantu kamu memecahkan permasalahan yang sedang kamu hadapi di tempat kerja. Thanks.

Rabu, 03 Februari 2016

Mengatasi Konsumen Yang Suka Membandingkan Harga? Begini Caranya

Mengatasi Konsumen Yang Suka Membandingkan Harga? Begini Caranya – Demi memenangkan persaingan bisnis, harga harus didesign sedemikian rupa agar konsumen dan pelanggan tetap tertarik untuk membelinya. Dalam dunia bisnis, menentukan harga tidak boleh sembarangan, harus dikaji dalam berbagai perspektif. Harga yang terlalu tinggi akan membunuh penjualan, sedangkan harga yang terlalu rendah akan membinasakan laba, cukup sulit bukan?

Namun ketika kamu dapat menentukan harga yang pas, segalanya akan terasa nyaman. Tapi, ada satu hal yang bisa membuat kamu pusing dan mungkin merasa jengkel, yaitu ketika konsumen membandingkan harga produk kamu dengan harga produk lainnya. Tak lain dan tak bukan, mereka hanya menginginkan harga yang lebih lebih dan lebih rendah lagi.

Itu hal yang biasa dan lumrah terjadi, dan kamu sebagai penjual memang harus mengerti keinginan konsumen tersebut. Bagi mereka, kalau bisa sih gratis sekalian, hehe . Tapi tenang saja, ini merupakan proses tawar menawar dan seleksi pilihan bagi konsumen, biarlah konsumen melakukan apa saja sesukanya, kini tinggal bagaimana strategi kamu untuk mengatasi hal tersebut.

Daripada kamu mengatasinya dengan cara marah-marah, emosi dan malah gelisah, ada cara yang lebih elegan untuk mengatasi situasi seperti itu. Sebelum kamu mempelajari cara mengatasi konsumen yang suka membandingkan harga, ketahui dulu bahwa apa yang dikatakan oleh konsumen itu 99% adalah ketidaktepatan.

Jika ada konsumen yang bilang “ah, harga di sebelah cuma Rp.xxx, kok di sini malah banget” atau “kemarin harganya gak segini, kok sekarang mahal banget”, artinya konsumen hanya ingin harga yang lebih murah lagi.

Konsumen yang membandingkan harga juga tidak hanya terjadi di jual-beli secara langsung saja, konsep penjualan “no tawar-menawar”, toko online, dan sebagainya juga tidak luput dari pembandingan harga. Yang jadi masalahnya adalah, sudah tepat kah interpretasi konsumen itu? Jangan-jangan mereka mengira bahwa produk kamu sama dengan produk lainnya, padahal produk kamu lebih berkualitas dan lebih baik. Di sinilah kamu harus meningkatkan visualisasi produk yang kamu miliki!

Lalu, bagaimanakah cara mengatasi konsumen yang suka membandingkan harga tersebut? Tidak terlalu sulit sebenarnya, ada beberapa cara yang bisa kamu coba, berikut ulasannya:

Sebelumnya, baca juga: Cara memahami tingkat kepuasan konsumen untuk meningkatkan pelayanan.
Mengatasi Konsumen Yang Suka Membandingkan Harga

Sebelumnya, Kamu Memang Harus Sudah Menentukan Harga Secara Tepat
Walau sudah menentukan harga secara tepat masih mungkin di banding-bandingkan oleh konsumen, namun hal ini bisa berpotensi mengurangi kejadian seperti itu. Menentukan harga yang tepat artinya sudah disesuaikan dengan kualitas dan harga pasaran, sehingga di sini kamu bisa mempersempit pembandingan yang dilakukan oleh konsumen.

Untuk menentukan harga jual yang tepat, ada banyak faktor yang perlu kamu perhatikan, seperti:
  • Pelanggan
  • Pesaing
  • Biaya
  • Kemanfaatan untuk usaha
Baca selengkapnya: Menentukan harga jual produk yang tepat.

Tetap Tenang dan Jangan Terprovokasi
Pembeli adalah raja, tapi si raja ini kadang membuat kita kesal. Kita sudah berpikir keras menentukan harga, tapi diprotes seenaknya. Huss, tidak masalah.. kamu gak perlu terprovokasi dengan hal tersebut, jernihkan pikiran dan tetap tenang. Kalau kamu menentukan harga yang tepat dan wajar, seharusnya kamu memiliki alasan yang logis untuk dijelaskan kepada mereka kenapa harga produkmu sebesar itu.
Advertisement


Kalau kamu ketemu konsumen yang resek, jangan ikut resek, kalau ketemu yang emosional jangan ikut emosi, itulah kunci menghadapi si raja ini. Ketika kamu belanja, kamu juga akan menjadi raja, kamu pasti paham bagaimana rasanya jika sedang belanja namun pelayanannya jelek.. jadi, pandanglah dari perspektif si raja!

Tunjukkan Apa Kelebihan Produk Kamu
Kualitas akan berpengaruh pada harga, tingginya biaya untuk menciptakan produk berkualitas tentu akan berdampak pada tingginya harga pula. Alasan terbaik untuk menjawab pertanyaan kenapa harga produk kamu lebih mahal dari produk lainnya adalah karena kualitas (atau brand), dan bukannya faktor persentase laba. Jadi, kamu bisa lebih PD jika harga tinggi diikuti kualitas yang tinggi.

Masalahnya sekarang, sudahkah konsumen paham akan kualitas produk yang kamu miliki tersebut? Kadang, karena ketidakcukupan dan ketidakjelasan informasi, konsumen dapat gagal paham tentang kualitas produk kamu sehingga hanya fokus pada harga saja. Mereka hanya membandingkan harganya tanpa memperhatikan kualitas. Kalau produk kamu lebih berkualitas dengan harga yang lebih tinggi, ya tentu saja produk kamu gak bakalan jadi pilihan mereka.

Jadi, sediakanlah informasi yang cukup akan kualitas produk kamu, kalau kamu menggunakan system online, cantumkanlah gambar yang jelas, informasi bahan/materi, dan sebagainya, intinya sediakanlah visualisasi sejelas-jelasnya. Tapi ingat, jangan pernah menunjukkan kelebihan produk kamu dengan menjelek-jelekkan produk milik pesaing, itu hanya akan jadi racun bagimu.

Jangan Salah Target
Sebaik-baiknya kamu mendesign harga, akan lucu jika kamu salah target dalam pemasaran dan penjualannya. Harga itu jelas harus disesuaikan dengan target, lha kalau salah target? Ya pasti banyak yang mengeluh dengan harganya. Jadi, pastikan bahwa pemasaran dan penjualan sudah sesuai dengan target. Pemasaran berkaitan erat dengan bagaimana kamu akan mengenalkan produk ke si target, sedangkan penjualan berkaitan dengan di mana dan bagaimana kamu penjual produk tersebut.

Baca juga: Tips meningkatkan penjualan.
----
Oke, itulah ulasan tentang cara mengatasi konsumen yang suka membandingkan harga. Semoga ulasan di atas bermanfaat dan membantu memecahkan  permasalahan yang kamu hadapi terkait pembandingan harga tersebut. Sukses selalu!