Tampilkan postingan dengan label Info Perbankan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Perbankan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 September 2017

Darimana Bank Mendapat Keuntungan? Inilah Sumber Pendapatannya

Darimana Bank Mendapat Keuntungan? Inilah Sumber Pendapatannya – Bank merupakan salah satu lembaga keuangan yang paling banyak dimanfaatkan masyarakat untuk mengatasi permasalahan keuangan, baik menabung, kredit, investasi atau kegiatan keuangan lainnya. Bank sangat terlihat membantu, kegiatannya hanya terlihat menyimpan uang masyarakat, menyalurkan uang tersebut, dan bahkan menyediakan ribuan ATM yang memudahkan nasabah.

Sekilas memang bank terlihat seperti lembaga sosial yang tidak mengutamakan keuntungan. Well, jangan salah, justru bank merupakan lembaga keuangan yang meraup keuntungan sangat besar, bahkan keuntungan-lah yang diutamakan. Nah, pertanyaannya tahukah kalian darimana bank mendapatkan keuntungannya?

Ada sangat banyak sumber-sumber yang menjadi ladang emas bagi perbankan, baik itu bank konvensional maupun bank syariah, sama-sama memiliki banyak ladang, hanya saja konvensional dan syariah memiliki cara yang berbeda. Tapi di sini saya tidak akan banyak membahas perbedaan konvensional dan syariah ya, sesuai judulnya yang akan saya bahas di sini adalah terkait sumber darimana bank memperoleh keuntungan secara garis besarnya saja.

Oke, berikut adalah beberapa sumber pendapatan bank yang paling banyak menghasilkan keuntungan dari aktivitas operasi perbankan:

Sebelumnya, baca juga: Darimana Google, Facebook, Instagram, dan Twitter mendapat keuntungan.

Darimana Bank Mendapat Keuntungan? Inilah Sumber Pendapatannya

Keuntungan Dari Bunga Atau Bagi Hasil
Yang paling identik dengan bank adalah bunga (bank konvensional) dan bagi hasil (bank syariah). Ini adalah sumber pendapatan utama dari setiap bank. Bunga dan bagi hasil adalah pendapatan yang diterima bank dari pihak yang meminjam uang kepada bank tersebut. Bank sendiri, memberikan pinjaman uang tersebut menggunakan uang yang telah dihimpun dari para nasabahnya.

Jadi di sini bank tidak menggunakan uangnya, melainkan menggunakan uang nasabah untuk memberikan pinjaman kepada peminjam. Dan dari situlah bank mendapatkan keuntungan berupa bunga atau bagi hasil.

Ilustrasi sederhananya begini, kamu nabung di bank sebesar 10 juta, uang 10 juta kamu tersebut akan digunakan bank untuk meminjamkan uang kepada orang lain. Nah, orang yang meminjam uang di bank tersebut wajib mengembalikan uang 10 juta plus bunganya atau bagi hasil bank, katakanlah 12 juta sudah termasuk bunga/bagi hasil. Secara otomatis bank akan memperoleh keuntungan sebesar 2 juta.

Pertanyaannya, bagaimana jika kamu ingin mengambil uang 10 juta tersebut padahal uang sudah digunakan bank untuk menyalurkan kredit, dan si peminjam belum tuntas dalam mengembalikan 10 juta itu tadi? Jawabannya tidak masalah karena bank masih memiliki tabungan dari nasabah lainnya yang bisa digunakan untuk menalangi jika kamu ingin mengambil uang. Dan jika tabungan dari nasabah lain masih kurang karena banyak juga yang ingin mengambil dananya, setahu saya bank bisa mencari talangan dari Bank Indonesia yang tidak mungkin kehabisan uang karena memiliki frekuensi dan kontrol atas uang beredar di indonesia.

Keuntungan Dari Aset Sitaan
Ketika kamu berusaha meminjam uang di bank, mungkin kamu tidak asing lagi dengan istilah agunan. Ya, itu adalah jaminan untuk bank agar tidak rugi ketika terjadi kredit macet. Walaupun saya kira bank tidak akan pernah mengharapkan terjadi kredit macet, namun memanfaatkan jaminan yang diberikan oleh peminjam dapat memberikan keuntungan bagi bank. Ya, bank bisa menjual atau menyewakan aset pinjaman dari kredit macet tersebut.
Advertisement


Tetapi kenapa bank tidak mengharapkan terjadi kredit macet? Jawabannya karena pengambilalihan aset jaminan tidak semudah membalikkan telapak tangan, tentu dibutuhkan banyak uang, waktu dan tenaga untuk melakukannya. Ditambah, walau nilai jaminan tidak akan lebih kecil dari uang yang di pinjamkan, namun selisih antara jumlah pinjaman yang diberikan bank dengan nilai jaminan tersebut belum tentu signifikan.

Dalam posisi tersebut, saya kira bank akan lebih memilih terjadi kredit yang lancar, sehingga uang pinjaman dapat kembali plus bunga atau bagi hasil. Dari segi arus kas, tentu perputaran uang yang cepat juga akan meningkatkan daya melaba perbankan yang notabene butuh dana sebanyak-banyaknya untuk lebih banyak menyalurkan kredit.

Pendapatan Per Jasa (Fee Based Income)
Fee based income adalah pendapatan yang diperoleh bank dari setiap jasa yang diberikan kepada nasabah. Ini bentuknya ada banyak, contoh yang paling mudah adalah biaya administrasi bulanan, biaya transfer ke rekening lain.

Kalau kamu cermat, coba deh kamu amati berapa biaya yang masuk ke bank ketika kamu menggunakan ATM dengan beberapa fitur, misal mobile banking, internet banking, kesemuanya pasti dikenai biaya administrasi yang bermacam-macam. Pokoknya, hampir semua fitur kemudahan dalam bertransaksi itu ada biaya administrasinya.

Besarnya biaya administrasi ini berbeda-beda ya, ada yang hanya 2.000, 6.500, 12.000 tergantung jenis jasa. Nah, bagi yang memanfaatkan bank hanya untuk kemudahan transaksi saja, yang terlihat tidak menguntungkan pihak bank, itu sebenarnya sudah memberikan keuntungan bank dari fee based income tersebut. Jadi jangan heran kalau bank berlomba-lomba memperbanyak nasabah.

Keuntungan Dari Investasi
Bank memang identik dengan sumber pendapatan dari bunga dan bagi hasil, tapi pada kenyataannya tak jarang bank berinovasi untuk mencari sumber pendapatan lainnya, salah satunya adalah dengan investasi. Sama seperti konsep pinjaman, bank dalam melakukan investasi juga menggunakan dana nasabahnya, bukan dana milik bank. Hanya saja, bank tidak bisa menggunakan begitu saja dana milik nasabah, tetapi nasabahnya itu sendiri yang harus suka rela ikut berinvestasi.

Sebagai imbal baliknya, nasabah juga akan mendapatkan bagian dari hasil investasi tersebut. Bentuk investasi yang sering  dilakukan oleh bank adalah dalam bentuk reksadana. Nah, reksadana inilah yang bisa di beli oleh nasabah, tanpa membelinya nasabah tidak akan ikut dalam investasi bank.

Tapi yang perlu kalian pahami, namanya saja investasi maka ada risiko gagal sekecil apapun, jadi ketika kamu membeli reksadana maka tidak ada jaminan uang akan kembali. Oleh karena alasan ini juga pihak bank tidak bisa menggunakan dana nasabah tanpa nasabah yang suka rela, tidak seperti pinjaman yang pasti dana akan kembali.

Keuntungan Dari Layanan Safe Deposit Box (SDB)
Salah satu produk jasa dari perbankan yang tidak kalah laris dari produk lainnya adalah Safe Deposit Box, atau sering disingkat SDB. Ini adalah layanan penyimpanan barang yang sangat aman, layaknya kalian menyimpan uang di bank, menyimpan barang di bank juga sama amannya. Untuk menggunakan jasa bank yang satu ini, nasabah akan dikenai sejumlah biaya.

Layanan dari bank ini cukup laris di pasaran, khususnya untuk perusahaan dalam menyimpan surat-surat berharga, atau masyarakat dengan kemampuan ekonomi yang tinggi dalam menyimpan harta dan barang-barang penting lainnya.

Selanjutnya: Cara mengurus kartu ATM yang tertelan (nyangkut di mesin ATM)
-----
Oke ya, itulah beberapa sumber keuntungan bank. Tentu masih ada lagi sumber-sumber lainnya, di atas adalah sumber utama yang menurut saya paling besar dalam menyumbang pendapatan di industri perbankan. Semoga artikel di atas bermanfaat, jangan lupa untuk share artikel ini juga ya. Thanks dan salam sukses.

Senin, 14 Agustus 2017

Cara Mengurus Kartu ATM Mandiri Yang Tertelan/Hilang

Cara Mengurus Kartu ATM Mandiri Yang Tertelan/Hilang – Suatu malam, pernah saya mengalami di mana kartu ATM saya tertelan ketika mengambil uang. Itu merupakan kejadian pertama yang saya alami sepanjang hidup, dan saat itu saya sangat panik, apalagi di saat ATM bersaldo lumayan hehe (sombong dikit ya).

Jujur saja, saya sangat katrok saat itu, saya kira ada orang jahat yang sedang mengincar saya. Eh ternyata, setelah menghubungi beberapa pihak, jadi tau deh kalau kartu ATM saya tertelan. Untung saja saat itu uang sudah berhasil saya tarik, jadi sedikit ayem ada uang pegangan.

Nah, pada kesempatan kali ini, saya pengen berbagi pengalaman saya dalam mengurus kartu ATM Mandiri yang tertelan atau hilang kepada sobat-sobat di sini. Siapa tahu ada sobat di sini yang saat ini kartu ATM nya sedang tertelan.

Jangan khawatir, mengurus kartu ATM yang tertelan tidak ribet kok kawan, sangat mudah. Berikut caranya: Oh iya, kartu ATM saya yang tertelan adalah kartu ATM Mandiri, jadi di sini saya hanya bisa menceritakan pengalaman saya sesuai prosedur di bank Mandiri.

Sebelumnya, baca juga: Darimana Google, Facebook, Instagram dan Twitter mendapatkan keuntungan?
Cara Mengurus Kartu ATM Mandiri Yang Tertelan/Hilang

Ketika Kartu ATM Tertelan, Jangan Asal Menghubungi Nomor yang Tertera Di Mesin ATM
Langkah pertama yang perlu kalian lakukan jika ATM tidak bisa keluar dari mesin ATM adalah dengan bersikap tenang jangan panik, jangan seperti yang saya lakukan dulu, ini sangat penting untuk menghindari kejahatan. Kalian pasti tahu juga modus penipuan di mana si penipu pura-pura menempel nomor palsu yang merupakan nomor dari jaringannya. Jika kamu terjebak, bisa saja kamu dihipnotis untuk melakukan hal yang tidak menyenangkan.

Oleh karena itu, hati-hati dan jangan asal menelepon di sembarang nomor. Pastikan, kamu telepon di nomor resmi pihak bank. Bagaimana menemukan nomor resmi bank? Loh, bukannya kamu ketika membuka rekening harusnya menyimpan nomor Customer Service bank ya? Jika kamu menyimpannya silahkan telpon di nomor tersebut dan ceritakan kejadian yang kamu alami, biasanya pihak bank langsung menonaktifkan rekening dari ATM yang tertelan tersebut.
Advertisement


Kalau kamu tidak menyimpan nomor resmi pihak bank, mintalah pihak keamanan di sekitar ATM, biasanya petugas keamanan menyimpan nomor pihak yang berwenang dari bank. Jika tidak ada petugas keamanan, pastikan saja bahwa ATM kamu benar-benar tertelan dan bukannya hanya nyangkut. Setau saya, kalau tertelan maka dilayar mesin ATM tampil tampilan seperti ketika akan memasukkan ATM. Kalau hanya nyangkut, tampilan menampilkan menu seperti kita baru saya memasukkan pin.

ATM Tertelan Sama Saja Hilang
Ketika saya datang ke bank Mandiri, ternyata ATM yang tertelan di anggap hilang oleh bank. Sehingga di sini kamu perlu surat kehilangan dari pihak kepolisian. Mau tak mau, saya pun harus mencari surat kehilangan dari pihak kepolisian. Saya kira prosesnya rumit, eh ternyata sangat mudah kok. Pertama, kamu hanya perlu datang ke kantor polisi, ceritakan tentang ATM mu yang tertelan, dan jangan lupa membawa identitas diri.

Di sini kamu hanya perlu menjawab setiap pertanyaan yang di ajukan, mudah kok cuman pertanyaan terkait waktu dan tempat hilang (tertelan) ATM kamu. Pokoknya jawab aja sejujurnya, setelah itu tinggal tunggu beberapa menit, dan surat kehilangan akan segera di keluarkan oleh pihak kepolisian.

Balik Lagi ke Bank dan Bawa Syarat-syaratnya
Setelah kamu mendapatkan surat kehilangan dari kepolisian kamu tidak perlu lagi mencari syarat-syarat lainnya karena kamu sudah memilikinya. Untuk mengurus ATM mandiri yang tertelan atau hilang ini, seingat saya syaratnya Cuma 3, yaitu buku tabungan dari ATM yang tertelan tersebut, identitas diri, dan surat kehilangan dari kepolisian.

Karena kalian sudah memiliki semua persyaratannya, maka tinggal kamu bawa saja ke bank kesayangan kalian. Tinggal tunggu beberapa menit dan kamu akan dibuatkan ATM dan buku tabungan yang baru. Nomor rekening masih seperti yang dulu, tapi untuk pin ATM saya lupa apakah ter-reset dan harus mengganti ke yang baru atau masih seperti dulu.

Selanjutnya: Kisah sukses Colonel Sanders, pendiri KFC.
----
Oke ya, itulah sedikit berbagi pengalaman dari saya terkait bagaimana cara mengurus kartu ATM Mandiri yang tertelan atau hilang. Semoga pengalaman saya di atas bermanfaat dan membantu kalian jika suatu hari kartu ATM kalian tertelan (semoga tidak). Jangan lupa untuk share artikel ini juga ya kawan, thanks dan salam sukses.

Kamis, 03 Maret 2016

Tips Agar Pengajuan Kredit Kamu Diterima Oleh Bank

Tips Agar Pengajuan Kredit Kamu Diterima Oleh Bank – Dewasa ini pengajuan kredit di bank semakin meningkat saja. Banyak kalangan masyarakat mulai dari pebisnis, professional, atau karyawan yang memanfaatkan jasa bank untuk memberikan suntikan dana untuk mereka. Tentu saja dengan tujuan yang berbeda-beda, ada yang digunakan untuk modal kerja, membeli rumah, kendaraan, memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan sebagainya. Lantas apakah setiap pengajuan kredit tersebut selalu disetujui oleh bank? Jawabannya, tentu saja TIDAK. Bank memiliki prosedur dan aturan tersendiri untuk menyetujui dan menerima pengajuan kredit dari setiap calon debitur.

Jangan salahkan pihak banknya dulu jika mereka menolak pengajuan kredit kamu, bank itu malah sangat suka jika ada yang berniat mengajukan kredit kepada mereka, hanya saja bank sangat melindungi keuangannya agar tidak terjadi kredit macet, dan ini akibatnya sangat fatal. Masih inget krisis ekonomi global tahun 2008? Krisis tersebut berawal dari kredit macet massal yang terjadi di amerika sana, dan dampaknya sungguh luar biasa, hampir seluruh dunia terkena dampaknya. Itu adalah contoh nyata kegagalan bank dalam menyaring calon debitur.

Agar pengajuan kredit kamu diterima dan disetujui oleh bank, sebenarnya sangatlah mudah, kamu tinggal penuhi aja kekurangan kamu. Kamu harus tahu, bank sangat peduli dengan kemampuan keuangan dan history calon debitur, jadi pastikan bahwa standar ini bisa kamu penuhi agar peluang mendapatkan pinjaman dari bank terbuka lebar.

Ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan agar bank menerima kredit yang kamu ajukan, di antaranya adalah sebagai berikut:

Tips Agar Pengajuan Kredit Kamu Mudah Diterima Oleh Bank

Penuhi Semua Persyaratan Tertulis Yang Diwajibkan Oleh Bank
Syarat ini memuat informasi diri kamu, kamu akan dibedakan menjadi tiga kategori oleh bank, sebagai pengusaha (badan hukum), seorang professional, atau sebagai karyawan. Beda kategori akan berbeda pula syaratnya. Pastikan bahwa kamu memenuhi semua persyaratan yang diwajibkan oleh bank.

Baca: Syarat dan cara meminjam uang di bank.

Bagaimana Dengan Kemampuan Keuangan Kamu?
Penting bagi kamu untuk memenuhi kriteria bank yang satu ini, kamu harus memiliki kemampuan keuangan yang cukup. Ini merupakan salah satu syarat yang diwajibkan oleh bank. Untuk membuktikan bahwa kamu memiliki kemampuan yang cukup, kamu harus menunjukkan referensi portfolio keuangan, terutama dalam hal besaran pendapatan dan pengeluaran, juga mutasi dalam laporan keuangan untuk menilai pola konsumsi.

Mungkin juga kamu sebelumnya sudah memiliki hutang di bank lain dan saat ini belum lunas, maka total cicilan pinjaman juga harus kamu perhatikan dengan seksama. Biasanya bank akan keberatan jika cicilan terlalu besar, dalam hal ini setiap bank memang memiliki standar yang berbeda-beda. Tapi biasanya Debt Buren Ratio (rasio hutang terhadap pendapatan) tidak boleh melebihi sepertiga.

Lalu bagaimana jika kamu tidak memiliki kemampuan keuangan yang cukup? Sebelumnya, kamu perlu bertanya langsung ke pihak bank yang kamu pilih, berapa Debt Buren Ratio bank tersebut? Setelah kamu hitung dan ternyata kemampuan kamu memang kurang, maka tidak ada pilihan selain kamu harus meningkatkan kemampuan keuangan kamu, atau bisa juga menunggu hingga cicilan pinjaman lain lunas.
Advertisement


Jaga Kredibilitas Kamu
Semua bank di Indonesia dapat mengacu pada data yang dimiliki oleh Bank Indonesia (BI). Ketika kamu mengajukan kredit ke bank tertentu, sudah pasti bank tersebut akan melakukan cek (BI Checking) terhadap catatan keuangan dan kredit di pusat data Bank Indonesia. Misalnya, walaupun kamu pernah mengalami kredit macet di bank BCA, dan sekarang kamu mengajukan kredit di bank Mandiri, maka bank Mandiri tetap bisa melihat sejarah kredit kamu tersebut.

Apalagi jika kamu sudah masuk ke daftar hitam yang dikeluarkan oleh Asosiasi Penerbit Kartu Kredit, waah bakalan sulit banget untuk mendapatkan pinjaman di bank manapun karena setiap bank juga akan mengacu pada daftar yang dikeluarkan Asosiasi Penerbit Kartu Kredit tersebut.

Jadi, pastikan bahwa history kamu bersih, tidak pernah ada kredit macet, keterlambatan bayar, dan masalah perbankan lainnya. Setiap kamu menyentuh aktivitas perkreditan di bank manapun, pasti akan masuk di pusat data Bank Indonesia, jadi tidak heran jika bank lain juga dapat melihat catatan kredit yang kamu miliki. Semakin bersih history, maka semakin besar pula kredibilitas kamu di mata pihak bank.

Perhatikan Nilai Agunan Yang Akan Kamu Gunakan
Agunan memang penting bagi pihak bank untuk berjaga-jaga jika kamu mangkir dari kewajiban atau yang lainnya. Tapi sebenarnya, bank sangatlah tidak suka jika harus mengambilalih agunan dari debiturnya, kenapa? Yah, karena pengambilalihan agunan tentu saja memerlukan biaya serta waktu yang tidak sedikit, hal ini tentu akan merepotkan pihak bank, apalagi jika nilai agunannya kecil. Karena itulah pihak bank menginginkan setidaknya agunan kamu memiliki nilai yang tinggi.

Nilai yang tinggi bukan berarti agunan yang secara fisik besar, misalkan tanah yang luas namun lokasinya di pedesaan, bangunan yang besar namun lokasi dan kondisinya yang buruk. Semua agunan seperti itu tidak terlalu disukai oleh bank, tapi bagaimanapun jika nilai agunannya mencukupi atau lebih tinggi dari nilai pinjaman, bank bisa sedikit tersenyum.

Untuk meningkatkan nilai agunan agar mudah diterima oleh bank, pilihlah agunan yang memiliki kelengkapan dokumen, lokasi strategis, dan kondisi agunan yang baik, hal ini akan meningkatkan kemungkinan diterimanya pengajuan kredit kamu.

Tujuan Pengajuan Kredit Jelas
Ini beneran, jangan pernah berani mengajukan pinjaman jika tujuannya tidak jelas, atau setidaknya kamu bisa menerangkan tujuannya kepada pihak bank dengan meyakinkan. Bank tidak akan pernah mau mengambil resiko dengan memberikan pinjaman kepada pihak yang tidak memiliki tujuan yang jelas, ini termasuk juga jika kamu memiliki usaha yang kurang sehat keuangannya dan potensi perkembangan usaha yang kurang pasti.

Ini memang penilaian yang sedikit sepihak, karena tujuan yang kita kira sangat-sangat dan sangat jelas, mungkin akan dinilai tidak jelas oleh bank. Karena itulah ada baiknya kamu pelajari sekali lagi tujuan kamu meminjam uang di bank, pelajari prospek usaha kamu jika kamu adalah seorang pengusaha.

*Saya sarankan kepada yang ingin mengajukan kredit di bank, agar mengajukan kredit di bank syariah saja. Bank syariah dikenal lebih adil dalam penerapan sistemnya karena menggunakan system bagi hasil, sedangkan bank konvensional dengan system bunga, yang sangat mungkin akan memberatkan di kemudian hari.

Baca juga: Cara menghitung bunga bank.
----
Itulah tips agar pengajuan kredit kamu diterima dan disetujui oleh bank. Semoga tips di atas bermanfaat. Thanks.

Selasa, 15 Desember 2015

Cara Menghitung Angsuran Kredit Mobil/Motor (Simulasi Kredit Kendaraan)

Cara Menghitung Angsuran Kredit Mobil/Motor (Simulasi Kredit Kendaraan) – Berbagai lembaga keuangan dapat menjadi solusi bagi anda untuk membantu dalam mendapatkan kendaraan yang anda inginkan, baik itu mobil, motor, truck, bis, dan sebagainya. Di antara kendaraan-kendaraan tersebut, yang paling umum adalah mobil dan motor, di mana peminatnya sangatlah banyak. Dari sisi lembaga keuangannya, bisa melalui bank atau juga bisa melalui perusahaan pinjaman. Perusahaan pinjaman seringkali sudah melakukan kerjasama dengan dealer kendaraan, jadi ketika anda ingin membeli dengan angsuran maka nanti anda akan diarahkan ke perusahaan pinjaman tersebut.

Membeli kendaraan dengan angsuran sebenarnya membutuhkan uang lebih banyak daripada membeli secara tunai, jadi saya sarankan belilah secara tunai jika anda mampu! Tapi jika anda tidak mampu, solusinya memang harus membeli secara diangsur, ini bisa anda lakukan jika hanya terpaksa saja.

Ketika anda membeli kendaraan mobil atau motor dengan angsuran, di situ anda sudah menemukan jumlah yang harus diangsur oleh anda pada bulan-bulan berikutnya, termasuk berapa uang muka dan angsuran pertamanya. Jadi anda tidaklah perlu untuk menghitung karena perhitungannya sudah disediakan oleh si pemberi kredit.

Walaupun demikian, ada kalanya anda perlu juga untuk bisa menghitung sendiri perhitungan angsuran kredit tersebut, ini demi informasi yang bisa anda dapatkan, juga untuk memastikan apakah angsuran kredit kendaraan mobil atau motor yang anda bayarkan layak atau tidak. Nah, berkaitan dengan hal itu, bagi anda yang ingin mengetahui bagaimana cara menghitung angsuran kredit mobil dan motor, berikut ini simulasinya.

Baca juga: Menghitung bunga bank (Secara umum).

Cara Menghitung Angsuran Kredit Mobil/Motor (Simulasi Kredit Kendaraan)
*TIPS:
  • Untuk tampilan terbaik, gunakanlah browser yang mendukung tampilan blog ini, yaitu Google Chrome dan Mozilla Firefox (Baik pada Komputer, Laptop, Tablet, maupun Smartphone).
  • Jika anda menggunakan smartphone atau device berlayar kecil lainnya, horizontal-kan tampilan layar smartphone anda (Jika ada bagian yang terpotong, seperti tabel, gambar, dan sebagainya).
Sebelum Menghitung, Pahami Ini!
Ada beberapa istilah dalam kredit kendaraan mobil dan motor yang wajib anda ketahui, istilah-istilah tersebut di anataranya adalah:
  • Down payment (DP) atau dalam bahasa Indonesia disebut Uang Muka (UM), adalah sejumlah uang yang harus anda bayarkan diawal. Besarannya bervariasi, bisa 20%, 25%, 30%, atau 35%. Jika harga kendaraan Rp. 100.000.000, dan tariff DP sebesar 20%, maka anda harus bayar uang muka sebesar Rp. 20.000.000 (100 juta x 20%). Tarif minimal DP ditentukan oleh pihak pemberi kredit.
  • Pokok Kredit (PK) atau sering juga disebut Pokok Hutang (PH), adalah jumlah uang yang diberikan oleh peminjam kepada anda untuk membeli kendaraan, dan sebagai dasar untuk menghitung angsuran. Angka ini diperoleh dari harga kendaraan dikurang uang muka yang anda bayar. Dari contoh 1 di atas, maka PK nya sebesar Rp. 80.000.000.
  • Tarif Bunga, besarnya ditentukan oleh bank atau lembaga pembiayaan lainnya, besarnya bervariasi berkisar antara 6%, 7%, 8% tergantung di mana anda melakukan kredit kendaraan. Bunga yang harus dibayar ditentukan dengan formula berikut = pokok kredit x (bunga x tahun tenor) /100.
  • Tenor atau sering disebut jangka waktu kredit, lama jangka waktu untuk kendaraan biasanya berkisar antara 1 tahun hingga 5 tahun. Semakin lama jangka waktu yang anda ambil, semakin kecil angsuran perbulan yang anda bayar, namun demikian jika anda mengakumulasikan jumlah bunga yang anda bayar, sebenarnya semakin lama jangka waktunya semakin banyak pula jumlah bunga yang harus anda bayarkan.
  • Tarif Asuransi, besarnya bervariasi, umumnya berkisar 7,5% - 8,5% - 9,5% dari harga kendaraan.
  • Biaya Administrasi, biaya tambahan yang harus anda bayar untuk keperluan administrasi dan pelayanan. Besarnya juga bervariasi, umumnya sekitar Rp. 300.000 hingga Rp. 500.000. semakin lama tenor yang anda ambil, semakin besar pula biaya administrasinya.
  • Angsuran per bulan dapat diketahui melalui formula sebagai berikut = (pokok kredit + bunga yang harus dibayar) / bulan tenor.
Advertisement


Menghitung Angsuran Kredit Mobil
Misalkan, anda ingin membeli mobil secara kredit dengan harga sebesar Rp. 300.000.000. Tarif bunga sebesar 8% dengan tenor selama 5 tahun. Sedangkan uang muka minimal adalah 30% dan anda pun memutuskan untuk membayar uang muka sebesar minimalnya, tarif asuransi sebesar 8,5%, dan biaya administrasi sebesar Rp. 500.000. Berapakah angsuran per bulan yang harus anda bayar?

Dapat diketahui melalui perhitungan berikut ini:
Uang muka = 30% x 300.000.000 = 90.000.000
Pokok kredit = 300.000.000 – 90.000.000 = 210.000.000
Asuransi = 8,5% x 300.000.000 = 25.500.000
Biaya administrasi = 500.000

Bunga yang harus dibayar
= 210.000.000 x (8 x 5) / 100
= 210.000.000 x 40 / 100
= 8.400.000.000 / 100
= 84.000.000

Angsuran per bulan
= (210.000.000 + 84.000.000) / 60
= 294.000.000 / 60
= 4.900.000

Dari perhitungan di atas diketahui bahwa angsuran per bulan anda adalah sebesar 4.900.000. yang perlu anda perhatikan, angsuran bulan pertama anda akan ditambah uang muka, asuransi, dan biaya administrasi. Jadi, khusus untuk angsuran pertama yang harus anda bayar adalah sebesar 120.900.000 (angsuran bulan pertama + uang muka + asuransi + biaya administrasi).

Menghitung Angsuran Kredit Motor
Caranya sama seperti perhitungan angsuran kredit mobil. Contoh, anda ingin membeli motor secara kredit dengan harga 18.000.000, tenor 3 tahun dengan bunga 8%, minimal uang muka adalah 25%, tarif asuransi 7,5% dan biaya administrasi 300.000.

Maka, angsuran per bulannya adalah sebagai berikut:
Uang muka = 25% x 18.000.000 = 4.500.000
Pokok kredit = 18.000.000 – 4.500.000 = 13.500.000
Asuransi = 7,5% x 18.000.000 = 1.350.000
Biaya administrasi = 300.000

Bunga yang harus dibayar
= 13.500.000 x (8 x 3) / 100
= 13.500.000 x 24 / 100
= 324.000.000 / 100
= 3.240.000

Angsuran per bulan
= (13.500.000 + 3.240.000) / 36
= 16.740.000 / 36
= 465.000

Dari perhitungan di atas, angsuran perbulan yang harus anda bayar adalah sebesar 465.000. Pada angsuran pertama, yang harus anda bayarkan adalah sebesar 6.615.000.
----
Oke, itulah bagaimana cara menghitung angsuran kredit mobil/motor (simulasi kredit kendaraan) yang dapat saya berikan. Semoga perhitungan di atas bermanfaat dan dapat membantu meningkatkan pengetahuan serta wawasan anda semuanya. Thanks.

Sabtu, 03 Oktober 2015

Cara Menghitung Bunga Kredit Bank (Bunga Flat dan Efektif)

Cara Menghitung Bunga Kredit Bank (Bunga Flat dan Efektif) – Bank merupakan lembaga keuangan yang paling umum digunakan oleh masyarakat untuk memperoleh pembiayaan, pendanaan, atau kredit. Ada beraneka ragam kredit yang dapat diberikan oleh bank kepada masyarakat, sebut saja kartu kredit, kredit usaha, kredit kendaraan, kpr, serta macam-macam kredit lainnya. Sebagai gantinya, selain memperoleh pembayaran pokok dari kredit yang diberikan, bank juga akan memperoleh bunga dari pembayaran yang dilakukan oleh nasabah kredit. Jumlah dari pembayaran pokok kredit setiap bulan akan sama, namun jumlah dari bunganya bisa saja berubah-ubah sesuai dengan metode perhitungan bunga kredit yang digunakan. Terdapat dua metode, yaitu metode bunga flat (tetap) dan bunga efektif.

Penentuan metode mana yang akan digunakan pada umumnya tergantung dengan jenis kreditnya, biasanya bunga flat akan digunakan untuk kredit yang berjangka waktu pendek, seperti kartu kredit, kredit kendaraan, dan lain-lain. Sedangkan bunga efektif biasanya digunakan untuk kredit yang memiliki jangka waktu menengah hingga jangka panjang.

Bagi anda yang sering berurusan dengan perbankan terutama masalah kredit, sangat penting untuk mengetahui berapa cicilan dan bunga yang harus anda bayarkan, ini jelas akan berguna untuk analisis keuangan anda. Nah untuk itu, berikut ini saya bagikan sedikit tips bagaimana cara menghitung bunga bank, baik menggunakan metode bunga flat maupun bunga efektif.

Baca juga: Cara menghitung bunga deposito.

Cara Menghitung Bunga Kredit Bank (Bunga Flat dan Efektif)

Cara Menghitung Bunga Bank Dengan Metode Bunga Flat
Dalam metode ini, jumlah pembayaran cicilan pokok kredit dan juga bunganya setiap bulan akan selalu sama (tidak berubah). Cara menghitungnya mudah, untuk mengetahui berapa cicilan pokok setiap bulannya, tinggal membagi antara jumlah kredit dengan jangka waktu kredit. Sedangkan untuk menghitung bunga, jumlah kredit dikali bunga pertahun kemudian dibagi dengan jumlah bulan dalam satu tahun.

Contoh:
Tria mendapatkan kredit dari bank sebesar 12.000.000 dengan jangka waktu selama 1 tahun, bunga bank sebesar 10% per tahun. Maka cicilan pokok dan bunga yang harus Tria bayarkan setiap bulannya adalah sebesar:

Cicilan pokok = 12.000.000 / 12 = 1.000.000
Bunga = 12.000.000 x 10% / 12 = 100.000
Angsuran per bulan (cicilan pokok + bunga) = 1.100.000

Kelemahan bunga flat:
Total bunga yang dibayarkan akan lebih besar daripada jika menggunakan metode bunga efektif. Pembayaran bunga flat terkesan lebih kecil, namun sebenarnya total yang harus dibayarkan akan lebuh besar dari bunga efektif.

Kelebihan:
Perhitungan yang lebih sederhana dan lebih mudah.
Advertisement


Menghitung Bunga Bank Dengan Metode Bunga Efektif
Metode lain untuk menghitung bunga bank adalah dengan menggunakan metode bunga efektif. Dalam metode bunga efektif, cicilan pokok per bulannya juga akan selalu sama (tidak berubah) seperti pada bunga flat, namun bunga per bulannya akan berubah-ubah karena dihitung dari sisa cicilan yang belum dibayar.

Contoh:
Tria memperoleh kredit dari bank sebesar 120.000.000 dengan jangka waktu selama 5 tahun, bunga kredit efektif sebesar 12% per tahun. Maka cicilan dan bunga per bulan yang harus dibayarkan oleh Tria adalah sebesar:

Cicilan per bulan = 120.000.000 / 60 = 2.000.000

Bunga bulan ke 1 = 120.000.000 – (0 x 2.000.000) x 12% / 12 = 1.200.000
Angsuran bulan ke 1 = 2.000.000 + 1.200.000 = 3.200.000

Bunga bulan ke 2 = 120.000.000 – (1 x 2.000.000) x 12% / 12 = 1.180.000
Angsuran bulan ke 2 = 2.000.000 + 1.180.000 = 3.180.000

Bunga bulan ke 3 = 120.000.000 – (2 x 2.000.000) x 12% / 12 = 1.160.000
Angsuran bulan ke 3 = 2.000.000 + 1.160.000 = 3.160.000

Bunga bulan ke 4 = 120.000.000 – (3 x 2.000.000) x 12% / 12 = 1.140.000
Angsuran bulan ke 4 = 2.000.000 + 1.140.000 = 3.140.000
……
Bunga bulan ke 20 = 120.000.000 – (19 x 2.000.000) x 12% / 12 = 820.000
Angsuran bulan ke 20 = 2.000.000 + 820.000 = 2.820.000

Bunga bulan ke 21 = 120.000.000 – (20 x 2.000.000) x 12% / 12 = 800.000
Angsuran bulan ke 21 = 2.000.000 + 800.000 = 2.800.000
…. Dan seterusnya, silahkan anda mencoba untuk menghitungnya.

Kelebihan bunga efektif:
Setiap bulan jumlah bunga dan angsurannya selalu berkurang.
Dinilai lebih adil karena dasar dari perhitungan mengacu pada sisa pinjaman yang dipakai.

Kelemahan:
Perhitungan yang lebih rumit dibandingkan dengan metode flat.
----
Oke, mungkin hanya itu saja sedikit ulasan mengenai cara menghitung bunga bank. Semoga ulasan seputar cara menghitung bunga kredit bank diatas dapat membantu dan menambah pemahaman, pengetahuan, serta wawasan anda semuanya. Thanks.