Sabtu, 04 Juni 2016

Cara Bijak Mempersiapkan Dana Pensiun Mulai Dari Masa Muda

Cara Bijak Mempersiapkan Dana Pensiun Mulai Dari Masa Muda – Masa muda di mana kita masih bisa produktif bekerja tentu saja ada batasnya, suatu hari kita akan menua dan tidak dapat lagi produktif. Hal inilah yang menuntut kita untuk memikirkan kondisi keuangan ketika masa pensiun tiba. Dana pensiun merupakan dana yang harus kita siapkan degan serius, mengingat kita tidak akan lagi seproduktif ketika masa muda. Boleh saja mengharapkan anak untuk membiayai hidup tua kita, tapi sangat lebih baik jika kita mampu mandiri.

Ketika membahas dana pensiun, pernahkah kamu berpikir untuk mulai mempersiapkannya ketika masa muda? Atau berencana untuk mempersiapkannya ketika sudah mendekati masa pensiun? Semua orang punya rencananya sendiri-sendiri, tapi sesuai yang dikatakan oleh para ahli keuangan, ada baiknya siapkanlah dana pensiun ketika masih jauh dari masa pensiun, hal ini lebih baik dan memperkecil risiko.

Cara mempersiapkan dana pensiun sendiri ada banyak, bisa kamu lakukan secara mandiri, bisa juga dilakukan melalui lembaga keuangan. Jika kamu PNS atau pegawai swasta dari perusahaan yang menyediakan jaminan social, seharusnya dana pensiun kamu sudah terbentuk karena dana pensiun merupakan kewajiban Negara dan perusahaan yang memberikan pekerjaan.

Nah, sampai di sini kita sudah tahu bahwa dana pensiun dapat disiapkan melalui dua cara, yaitu secara mandiri dan melalui lembaga keuangan. Masing-masing cara ini akan saya jelaskan, di bawah ini ulasannya:

Sebelumnya, baca juga: Peluang bisnis yang cocok untuk para pensiunan.

Cara Mempersiapkan Dana Pensiun

Cara Mempersiapkan Dana Pensiun Secara Mandiri
Setidaknya ada empat cara yang bisa kamu lakukan untuk mempersiapkan dana pensiun secara mandiri, di antaranya adalah dengan menabung, investasi, membentuk dana cadangan, dan melakukan kegiatan usaha. Jika diatur secara tepat, semua cara di atas bisa mengatasi permasalahan keuangan kamu di masa tua kelak. Tapi bagaimanapun, namanya juga mandiri maka segala resiko kamu sendirilah yang menanggungnya.

Menabung
Bedakan antara menabung untuk tujuan tertentu (misalkan untuk membeli mobil, rumah, dll) dengan menabung mempersiapkan dana pensiun, buatlah tabungan khusus untuk dana pensiun, dan jangan disentuh sebelum masa pensiun tiba. Dengan menabung sebesar 3%-10% dari gaji tiap bulan, dana pensiun kamu sudah bisa terbentuk dengan baik. Risiko dari cara ini datang dari diri kamu sendiri, yaitu tidak disiplin menabung sehingga tabungannya bocor, dan akhirnya dana pensiun pun tak terbentuk dengan baik.

Investasi
Hasil dari investasi yang kamu lakukan juga bisa kamu jadikan sebagai dana pensiun. Dengan investasi, dana kamu akan diputar untuk memperoleh pengembalian yang lebih besar. Hanya saja, tentu risiko kegagalannya juga tinggi. Untuk mempersiapkan dana pensiun, sebaiknya pilihlah investasi jangka panjang yang relative lebih stabil daripada investasi jangka pendek. Juga, jangan mudah tergiur dengan investasi yang menawarkan risiko rendah namun returnya besar, ingat teori “semakin besar return, semakin besar pula risiko”

Membentuk Dana Cadangan
Dana cadangan merupakan dana yang hanya digunakan ketika keadaan darurat saja. Dana ini juga bisa kamu gunakan untuk membentuk dana pensiun pula. Ketika masa muda, kamu bisa menggunakan dana cadangan sesuai dengan fungsinya, dan ketika masa pensiun tiba, dana cadangan yang tidak terpakai tersebut bisa kamu gunakan sebagai dana pensiun.

Baca juga: Pentingnya dana darurat.

Melakukan Kegiatan Usaha
Jika kamu hobi usaha, ini mungkin cara paling mengasyikkan untuk menghabiskan masa tua. Dengan melakukan kegiatan usaha, dana akan diputar untuk usaha dan berpotensi menghasilkan return yang tinggi. Sebaiknya jangan memulai usaha ketika sudah masuk usia tua, sejak jauh dari umur pensiun, mulailah melakukan kegiatan usaha.
Advertisement


Cara Mempersiapkan Dana Pensiun Melalui Lembaga Keuangan
Selain bisa mempersiapkan dana pensiun secara mandiri, kamu juga bisa mempersiapkannya melalui lembaga-lembaga resmi yang berwenang mengelola dana pensiun dari masyarakat. Di Indonesia sendiri ada beberapa lembaga dana pensiun, yang paling terkenal adalah BPJS Ketenagakerjaan dan PT. Taspen. Selain itu, ada juga PT. Asabri, serta ada yang dinamakan DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) dan DPPK (Dana Pensiun Pemberi Kerja), lembaga atau badan yang termasuk DPLK dan DPPK ini punya wewenang untuk membentuk dana pensiun dari masyarakat.

PT. Taspen
Lembaga ini merupakan salah satu lembaga dana pensiun paling terkenal di Indonesia, tapi sayang tidak semua orang bisa menjadi pesertanya karena PT. Taspen hanya dikhususkan untuk para PNS saja, kecuali PNS dari bidang pertahanan (Polisi, TNI, dll)

Ketika kamu menjadi PNS, secara otomatis kamu sudah terdaftar di PT. Taspen, nanti akan ada potongan gaji untuk iuran dana pensiun. Dana tersebut oleh PT. Taspen akan dikelola untuk investasi dan sebagainya agar memberikan manfaat yang lebih besar, sehingga dana pensiun kamu bisa lebih besar dari total iuran yang dibayarkan tiap bulannya. Lalu bagaimana jika investasi yang dilakukan oleh PT. Taspen gagal? Apakah dana pensiunnya hilang juga? Tenang saja, ketika hal tersebut terjadi, Negara lah yang akan menanggung semua risikonya, jadi dana kamu aman terkendali dan tidak akan pernah hilang.

PT. Asabri
Mirip dengan PT. Taspen, hanya saja PT. Asabri dikhususkan untuk TNI, Polri dan pegawai pertahanan lainnya. Negara juga akan menjadi pihak yang menanggung atas segala risikonya, jadi dana tetap aman terkendali dan tidak akan hilang.

BPJS Ketenagakerjaan
BPJS Ketenagakerjaan merupakan lembaga yang berwenang mengatasi dana pensiun karyawan di seluruh Indonesia. Sifatnya wajib, sehingga di manapun kamu bekerja (kecuali PNS), perusahaan seharusnya sudah mendaftarkan diri kamu di BPJS Ketenagakerjaan. Hebatnya lagi, Negara juga akan menjadi penanggung segala risikonya, jadi sama seperti di PT. Taspen dan PT. Asabri, dana kamu akan aman terkendali.

DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan)
Lembaga dana pensiun yang satu ini berbeda dengan lembaga yang disebutkan di atas, lembaga ini memiliki kepesertaan yang bersifat sukarela. Jadi siapa pun dapat menjadi pesertanya asal mendaftarkan diri dan menyetorkan dana sesuai kesepakatan dengan jangka waktu tertentu. Contoh DPLK yang ada di Indonesia adalah DPLK Manulife, DPLK Muamalat, dan DPLK Bumiputera. Tapi ingat, di lembaga ini Negara bukan menjadi penanggung risikonya tapi kamu sendirilah yang akan menjadi penanggung atas segala risiko yang ada.

DPPK (Dana Pensiun Pemberi Kerja)
Kalau ini merupakan pengelolaan dana oleh perusahaan pemberi kerja, jadi tidak semua perusahaan akan memberikan dana pensiun kepada karyawannya. Sifatnya pun tidak wajib, hanya perusahaan yang secara financial kuat saja yang bisa memberikan dana pensiun kepada karyawannya. Contoh perusahaan di Indonesia yang mampu memberikan dana pensiun adalah Pertamina, Telkom, Astra, dan Bank Mandiri. Ketika kamu bekerja di perusahaan yang memberikan dana pensiun seperti itu, kamu pasti akan dapat dana pensiun dobel, dari perusahaan dan dari BPJS, enak’kan?

Baca juga: 5 tanda keuangan yang tidak sehat.
----
Oke, itulah ulasan tentang cara mempersiapkan dana pensiun mulai dari masa muda. Semoga ulasan di atas bermanfaat. Salam sukses.

Kamis, 02 Juni 2016

Mengenal 4 Tanda Keuangan Yang Tidak Sehat, Punya Kamu?

Mengenal 4 Tanda Keuangan Yang Tidak Sehat, Punya Kamu? – Memiliki gaji yang besar dan rutin bukan berarti kondisi keuangan akan menjadi sehat, memang perlu diakui bahwa income rutin juga turut andil dalam menstabilkan keuangan sehingga menjadikan kondisinya sehat. Itu berlaku ketika kamu bisa mengelola income dengan baik, tapi kalau tidak ya sama saja.

Ingat pula bahwa besar-kecilnya income serta rutinnya income bukan satu-satunya tolak ukur keuangan yang sehat, bahkan ada yang lebih penting daripada hal itu. Sebelum kamu belajar mengelola keuangan, ada baiknya terlebih dahulu mengetahui apa saja yang menjadi tanda bahwa keuangan kamu sedang tidak sehat, hal ini bermanfaat untuk mengantisipasi dampak yang lebih besar.

Lalu apa sajakah yang menjadi tanda keuangan yang tidak sehat tersebut? Ada beberapa yang saya ketahui, di antaranya adalah sebagai berikut:

Sebelumnya, baca juga: Cara mengatur keuangan bagi pekerja muda.

Tanda Keuangan Yang Tidak Sehat

Adanya Cash Flow Yang Negatif
Cash flow negative terjadi ketika total pengeluaran kamu lebih besar daripada total pemasukan yang mampu kamu peroleh. Biasanya ini terjadi karena adanya kejadian tak terduga, tidak bisa mengontrol pengeluaran, pemasukan terlalu sedikit, dan masih banyak lagi. Untuk membuat kondisi keuangan yang sehat, sebaiknya kamu mulai memikirkan cara agar tidak terjadi cash flow yang negative.

Cash flow yang negative benar-benar berbahaya, sebelum kamu membelanjakan uang untuk kebutuhan sekunder, penuhi terlebuh dahulu kebutuhan primer kamu. Kebutuhan sekunder dapat kamu tunda sampai kondisi keuangan menjadi sehat kembali. Juga, kamu tak perlu memaksakan untuk mengikuti gaya hidup yang akan memberatkan keuangan, cukup bergaya semampunya saja tanpa perlu gaya hidup yang berlebihan. Dengan begitu cash flow negative dapat dihindari, karena kalau tidak dihindari bisa menimbulkan hutang yang menumpuk.

Sulit memang, tapi ini perlu banget untuk kamu lakukan, apalagi bagi yang sudah berkeluarga, pikirkanlah tentang keluarga kamu.

Memiliki Hutang Konsumtif
Kalau saya boleh memilih, saya sendiri lebih menyukai memiliki hutang produktif daripada hutang konsumtif. Hutang produktif sendiri merupakan hutang yang mampu menambah nilai asset yang kamu miliki, contohnya kredit rumah atau apartemen, mobil, kredit modal, dan sebagainya. Sedangkan hutang konsumtif merupakan hutang untuk memenuhi kesenangan dan kepuasan secara pribadi, contohnya adalah hutang kartu kredit untuk membeli sepatu, baju, tas, gadget, dan lain sebagainya.
Advertisement


Hutang konsumtif tidak akan menjadi masalah untuk keuangan kamu selama bisa membayar penuh tiap bulannya. Tapi akan menjadi tanda keuangan yang tidak sehat jika kamu tidak bisa membayarnya, dan ini akan menumpuk serta memperbesar bunga yang harus dibayarkan.

Saya tidak mengatakan bahwa hutang konsumtif itu tidak baik, selama bisa membayar penuh tepat waktu, hal itu tidaklah masalah, bahkan jika kamu bisa mengelolanya dengan baik, hutang konsumtif bisa menjadi solusi keuangan yang sangat baik pula.

Tidak Adanya Dana Darurat
Dana darurat merupakan dana yang disiapkan hanya untuk kondisi terdesak saja, contohnya adalah bencana alam, kehilangan pekerjaan/PHK, sakit mendadak, dan lain-lain. Ada dampak yang sangat besar ketika kamu tidak memiliki dana darurat, coba saja dibayangkan, andai awal bulan besok kamu di PHK, dengan apa kamu akan memenuhi kebutuhan hidup? Masih mending kalau kamu punya tabungan, kalau tidak? Bukankah kamu nabung juga punya tujuan tertentu, nanti tertunda dong tujuan kamu tersebut.

Itu baru satu masalah saja, padahal dana darurat itu banyak sekali manfaatnya, sebelumnya saya sudah membahas masalah ini, silahkan baca artikel saya sebelumnya.

Baca: Pentingnya dana darurat.

Nah, dengan adanya dana darurat, kamu tak perlu khawatir jika ada hal yang mengejutkan yang menimpa kamu, tabungan pun masih bisa kamu gunakan untuk tujuan yang kamu idam-idamkan. Masalah selesai, tujuan tercapai, mantap ‘kan?

Tidak Memiliki Perencanaan dan Tujuan Keuangan
Ada baiknya kamu merencanakan apa saja yang akan dilakukan dengan uang yang kamu miliki, takar dengan rasional sesuai dengan kebutuhan. Investasi adalah hal yang baik dilakukan, tapi jangan tergesa-gesa melakukannya jika kamu memang masih awam. Menabung adalah hal yang wajib, tak luput pula sisakan untuk dijadikan dana darurat.

Dengan perencanaan yang baik, kamu akan lebih mudah dalam mengontrol keuangan, jangan sampai pengeluaran habis tak terkendali. Yang jelas, utamakan kebutuhan primer, sisakan untuk menabung dan dana darurat. Jika masih ada sisa, gunakan secara bijak, baik untuk investasi atau ditabung kembali, sekecil mungkin gunakan untuk kebutuhan-kebutuhan yang tidak penting.

Saya sadar, kamu pasti juga memiliki tujuan-tujuan keuangan tertentu, misalnya menabung untuk beli rumah, mobil, dan sebagainya. Saran saya sih, buatlah tujuan yang akan menunjang kehidupan kamu dari segi kinerja maupun produktifitas. Hindari tujuan keuangan hanya untuk tujuan gaya-gayaan dan gengsi, hal seperti ini sangatlah tidak sehat.

Selanjutnya: Tips supaya klaim asuransi diterima
---
Oke, itulah ulasan dari saya tentang 4 tanda keuangan yang tidak sehat. Semoga ulasan di atas bermanfaat. Salam sukses.

Sabtu, 14 Mei 2016

5 Alasan Kenapa Kamu Harus Punya Dana Darurat

5 Alasan Kenapa Kamu Harus Punya Dana Darurat – Ada beberapa alasan kenapa kamu wajib membuat dana darurat yang terpisah dari dana lainnya, hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tak terduga di masa yang akan datang. Apapun profesi kamu saat ini, baik pengusaha, karyawan, PNS, dokter, dan lain-lain, akan lebih aman jika kamu memiliki dana darurat.

Dana darurat adalah dana yang dikhususkan hanya untuk keperluan diluar perkiraan dan mendesak saja, karena dana darurat merupakan dana yang harus cepat ada ketika dibutuhkan, maka buatlah dana darurat dalam bentuk uang saja agar mudah cair, tidak disarankan dalam bentuk surat berharga atau barang mewah karena sedikit lama dalam pencairannya.

Dana darurat berbeda dengan tabungan maupun investasi, memang sama-sama “mengumpulkan uang” tapi tujuannya yang berbeda. Kalau kamu sekarang pengen beli mobil dan tidak punya uang, maka solusinya menabung untuk tujuan membeli mobil tersebut, begitu juga ketika kamu butuh biaya pendidikan, kesehatan, dan biaya-biaya lain yang kamu rencanakan.

Kalau investasi jelas, kamu ingin mengalirkan dengan tujuan untuk melibatgandakan keuangan kamu. Sedangkan kegunaan dana darurat seperti yang saya singgung di atas, yaitu untuk membiayai kebutuhan yang tak terduga, misalnya terjadi bencana, terkena PHK, mengalami kebangkrutan, dan musibah lainnya. Dengan adanya dana darurat, kamu juga akan lebih berani dalam membuat keputusan keuangan.

Lalu, apa sajakah alasan nyata yang membuat kamu harus punya dana darurat? Berikut ini ulasannya:

Sebelumnya, baca juga: Bisnis waralaba modal kecil.
5 Alasan Kenapa Kamu Harus Punya Dana Darurat

Tabungan Bocor dan Merusak Rencana Keuangan
Ada kalanya kamu akan menemui masalah yang tak terduga yang membutuhkan biaya, ketika hal tersebut terjadi, apa yang akan kamu lakukan? Tentu saja kamu akan menggunakan dana yang ada ditabungan, padahal kamu nabung untuk tujuan tertentu, dengan begitu rencana yang kamu susun akan terganggu.

Seperti yang kamu tahu, Indonesia merupakan salah satu Negara dengan potensi bencana yang cukup tinggi. Selain itu, ekonomi Indonesia juga sering terpuruk dengan adanya penurunan investasi asing, PHK massal dan sebagainya. Sangat kurang tepat jika kamu merasa aman saat ini, akan lebih baik kamu mengantisipasinya dengan membentuk dana cadangan.

Bagaimana jika tiba-tiba terjadi bencana yang memporak-porandakan tempat tinggal kamu, tentu butuh biaya renovasi yang tinggi. Bagaimana jika suatu saat kamu di PHK, apa bisa kamu langsung mendapatkan pekerjaan lain? Sulit, bukan. Lebih parahnya lagi, bagaimana jika usaha dan investasi yang kamu lakukan gagal, bisa depresi nantinya.

Menghindari Hutang
Ketika hal-hal buruk menimpa kamu, masih bagus jika kamu memiliki tabungan yang bisa menghandle, tapi bagaimana jika tabunganpun tidak ada? Atau tabungan tidak mencukupi untuk menghandle? Jika demikian maka jalan satu-satunya adalah dengan melakukan pinjaman. Padahal ketika kamu kesulitan keuangan dan kamu tetap melakukan pinjaman, hal tersebut sangat beresiko kedepannya, apalagi jika bunga bank cukup tinggi.

Kamu akan terjebak dalam keadaan “gali lubang tutup lubang” jika hal buruk yang menimpa kamu adalah kehilangan pekerjaan. Kalau kamu kehilangan pekerjaan, darimana kamu akan memperoleh penghasilan, kemudian gimana kamu akan melunasi cicilan hutang tersebut? Masih untung kalau kamu bisa dapat pekerjaan baru dengan cepat, lah kalau tidak?

Hal ini akan semakin repot ketika kamu sudah berkeluarga, yang notabene memiliki kebutuhan yang lebih besar daripada ketika masih single.
Advertisement


Waspadalah Ketika Kamu Memutuskan Untuk Pindah Kuadran
Pindah kuadran adalah istilah yang digunakan untuk menyebut seorang karyawan yang memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya dan memulai usaha sendiri. Hal yang dilakukan oleh seorang karyawan seperti ini sangat positif sekali, tapi jangan lupakan resiko kegagalannya. Sebaik apapun usaha yang akan dirintis, pasti memiliki risiko kegagalan.

Tidak hanya risiko kegagalan saja yang perlu kamu perhatikan, proses dalam memulai usaha pun perlu juga kamu perhatikan. Kalau kamu sekarang memulai usaha, apa usaha tersebut langsung bisa memberikan kamu keuntungan? Saya rasa tidak, suatu usaha baru dapat memberikan kamu penghasilan jika sudah berjalan dengan stabil, dan ini tentu saja membutuhkan waktu yang bervariasi tergantung strategi yang kamu jalankan.

Ketika usaha yang kamu jalankan belum bisa memberikan penghasilan, maka kamu juga tidak akan mendapatkan penghasilan apapun karena sudah keluar dari pekerjaan, belum lagi biaya operasi dari usaha yang kamu rintis, akan lebih rumit lagi jika kamu punya rencana untuk mengembangkan usaha tersebut, jelas butuh planning keuangan yang matang. Tapi dengan adanya dana darurat, ini akan membantu kamu untuk menyelesaikan permasalahan seperti ini.

Potensi Konflik Rumah Tangga
Point ini yang sangat saya khawatirkan, ketika kamu sudah berkeluarga, kemudian mengalami kesulitan uang akibat pengeluaran besar tak terduga, atau kehilangan pekerjaan sehingga tak ada pemasukan, padahal kebutuhan sehari-hari selalu ada saja, belum lagi jika kalian punya cicilan yang tiap bulan harus dibayar, tentu saja hal ini sangat berpotensi untuk memunculkan konflik rumah tangga kamu.

Dalam kondisi seperti ini tentu emosi semakin sulit terkendali, jika kamu tidak bisa menenangkan pikiran dan tak kunjung ada solusi, ini sangat gawat. Mau cari pinjaman? Hati-hati bisa terjebak kondisi gali lubang tutup lubang.

Menjaga Kesehatan Fisik dan Pikiran
Segala masalah yang menimpa kamu, sangat mungkin akan berpengaruh pada menurunnya kondisi fisik dan pikiran kamu. Jika hal ini terjadi maka kamu akan lebih sulit dalam mengatasi krisis keuangan tersebut, bukannya menyelesaikan masalah namun malah akan menambah permasalahan dan beban saja.

Saya enggak mau kalian mengalami hal-hal seperti di atas. Oleh karena itu, sekarang mulailah membentuk dana darurat sedikit demi sedikit, konsepnya sama dengan menabung tapi gunakanlah hanya untuk kebutuhan yang benar-benar mendesak dan gawat darurat, selain itu jangan pernah digunakan.

Jadi mulai saat ini, setidaknya pisahkan keuangan kamu menjadi tiga hal, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, untuk menabung, dan untuk membentuk dana darurat. Aturlah sedemikian ruga dengan proporsi yang menurut kalian tepat.

Selanjutnya: Cara mempersiapkan dana pensiun mulai masa muda.
----
Oke, itu saja ulasan saya tentang alasan kenapa kamu harus punya dana darurat. Semoga ulasan di atas bermanfaat dan membantu kamu dalam mengelola keuangan pribadi kamu dan keluarga. Salam sukses.

Rabu, 11 Mei 2016

Contoh Neraca Perusahaan Asuransi (Laporan Posisi Keuangan)

Contoh Neraca Perusahaan Asuransi (Laporan Posisi Keuangan) – Perusahaan asuransi adalah salah satu perusahaan jasa, khususnya adalah jasa dalam bidang keuangan. Di Indonesia sendiri ada banyak sekali perusahaan asuransi yang sudah listing di Bursa Efek Indonesia (BEI), dan secara berkala pasti mengeluarkan laporan keuangan atas hasil operasi selama periode terkait.

Kalau kamu melihat laporan keuangan dari perusahaan-perusahaan yang berbeda industry, tidak akan ada perbedaan yang signifikan, yang berbeda hanyalah jenis akun yang tercantum di laporan keuangan sesuai dengan industry.

Antara perusahaan manufaktur, dagang, dan jasa jelas akan ada perbedaan komposisi dalam laporan keuangannya, dan itu bisa kamu lihat secara jelas di neraca, laporan arus kas, dan laporan laba rugi. Bagi kamu yang masih duduk di bangku kuliah, dan mengambil jurusan akuntansi, cobalah kamu bandingkan laporan keuangan dari perusahaan yang bergerak dalam industry yang berbeda, saya yakin kamu akan langsung tau perbedaannya.

Sebelumnya saya sudah beberapa kali membagikan contoh-contoh dan cara membuat laporan keuangan, baik neraca maupun laba rugi. Nah, untuk kali ini, saya akan membagikan contoh neraca perusahaan asuransi dimana penyusunannya sudah sesuai dengan standar keuangan yang berlaku di Indonesia. Berikut contohnya:

Sebelumnya, baca juga: Contoh neraca bank.
Contoh Neraca Perusahaan Asuransi (Laporan Posisi Keuangan)

1. Contoh Neraca Perusahaan Asuransi

ASET
Kas dan setara kas -Pihak ketiga1.034.076.731
Investasi Deposito berjangka -Pihak ketiga46.100.000
Efek Diperdagangkan Pihak ketiga34.445.981
Tersedia untuk dijual:
Pihak berelasi492.773.835
Pihak ketiga422.513.102
Penyertaan saham8.513.989
Properti investasi175.180.000
Jumlah investasi1.179.526.907
Piutang hasil investasi3.260.306
Piutang premi:
Pihak berelasi578.809
Pihak ketiga218.389.277
Piutang reasuransi:
Pihak berelasi114.719
Pihak ketiga6.470.366
Piutang lain-lain5.931.519
Aset reasuransi116.417.283
Biaya dibayar di muka8.870.297
Pajak dibayar di muka2.208.594
Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan tahun 2014 dan 2013 masing-masing sebesar Rp 45.410.002 dan Rp 39.063.437.97.679.218
Aset pajak tangguhan5.651.184
Aset lain-lain1.862.600
JUMLAH ASET2.681.037.810
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Utang klaim23.789.577
Utang reasuransi:
Pihak berelasi303.845
Pihak ketiga5.499.891
Liabilitas kontrak asuransi1.372.577.031
Utang komisi22.281.774
Utang pajak3.978.598
Penyisihan uang jasa karyawan13.662.780
Utang lain-lain20.356.008
JUMLAH LIABILITAS1.462.449.504
AKUMULASI DANA TABARRU'(1.071.945)
EKUITAS
Modal saham - Saham seri A dengan nilai nominal Rp 500 (nilai penuh) per saham dan saham seri B dengan nilai nominal Rp 300 (nilai penuh) per saham. Modal dasar - 35.373.600 saham seri A dan1.068.282.720 saham seri B per 31 Desember 2014 dan 2013. Modal ditempatkan dan disetor penuh - 35.373.600 saham seri A dan 585.433.080 saham seri B per 31 Desember 2014 dan 2013193.316.724
Tambahan modal disetor8.109.426
Laba (rugi) yang belum direalisasi atas efek-efek dalam kelompok tersedia untuk dijual487.030.107
Saldo laba:
Cadangan umum5.250.000
Belum ditentukan penggunaannya525.908.707
Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Entitas1.219.614.964
Kepentingan Non Pengendali45.287
JUMLAH EKUITAS1.219.660.251
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS2.681.037.810
Advertisement


2. Contoh Neraca Perusahaan Asuransi

ASET
Kas dan bank13.330.979
Piutang premi, neto142.703.480
Piutang koasuransi9.043.352
Piutang hasil investasi505.298
Aset reasuransi, neto665.619.375
Biaya dibayar dimuka132.083
Investasi:
Deposito berjangka126.611.471
Efek50.697.821
Properti investasi36.813.000
Penyertaan saham32.485.949
Aset tetap, neto18.458.801
Aset lain-lain2.818.567
TOTAL ASET1.099.220.176
LIABILITAS
Utang klaim9.049.040
Utang koasuransi14.072.303
Utang reasuransi100.290.643
Utang komisi9.570.929
Beban masih harus dibayar630.450
Utang pajak2.034.322
Titipan premi7.418.404
Liabilitas asuransi:
Estimasi klaim471.947.025
Premi yang belum merupakan pendapatan236.205.567
Liabilitas kontrak asuransi jangka panjang42.909.440
Liabilitas pajak tangguhan, neto2.406.657
Liabilitas imbalan pasca kerja4.924.210
TOTAL LIABILITAS901.458.990
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp250 (nilai penuh) per saham. Modal dasar - 760.000.000 saham. Modal ditempatkan dan disetor penuh - 192.000.000 saham48.000.000
Tambahan modal disetor1.067.308
Pendapatan (rugi) komprehensif lain(952.827)
Saldo laba:
Telah ditentukan penggunaannya9.600.000
Belum ditentukan penggunaannya140.046.705
Ekuitas, neto197.761.186
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS1.099.220.176
Selanjutnya: Cara membuat neraca (laporan posisi keuangan)
----
Di atas adalah dua contoh neraca perusahaan asuransi sesuai dengan standar penyusunan laporan keuangan yang berlaku di Indonesia saat ini. Semoga contoh neraca di atas bermanfaat bagi kalian, salam sukses.

Kamis, 05 Mei 2016

Cara Memahami Tingkat Kepuasan Konsumen Untuk Meningkatkan Pelayanan

Cara Memahami Tingkat Kepuasan Konsumen Untuk Meningkatkan Pelayanan – Bagi seorang pebisnis, pelayanan adalah salah satu factor yang musti di kedepankan. Dengan kualitas pelayanan yang baik, seorang pebisnis akan lebih mudah untuk mempertahankan pelanggan serta lebih mudah untuk menggaet konsumen baru. Pelanggan adalah raja, jadi prioritas seorang pengusaha adalah memuaskan si pelanggan tersebut.

Untuk dapat dikatakan baik, suatu pelayanan akan dipengaruhi oleh banyak hal misalnya kualitas barang/jasa, harga, lingkungan dan lokasi usaha, kecepatan pelayanan, sopan santun pegawai, dan masih banyak lagi. Terkadang kita merasa bahwa sudah melakukan pelayanan yang terbaik, tapi benarkah apa yang kita lakukan tersebut sudah yang terbaik? Bagaimana kita mengetahuinya?

Boleh saja kita merasa bahwa pelayanan yang kita berikan sudahlah yang terbaik, tapi belum tentu demikian bagi pelanggan dan konsumen, bisa jadi ada banyak kekurangan dari pelayanan kita. Dan cara terbaik untuk mengetahuinya adalah dengan memahami tingkat kepuasan konsumen dan pelanggan itu sendiri.

Lalu, bagaimanakah kita dapat memahami tingkat kepuasan konsumen? Ada banyak cara untuk melakukan hal ini. Dalam artikel kali ini, saya akan mencoba untuk mengulasnya, di bawah ini adalah cara dan ulasannya:

Sebelumnya, baca juga: Cara mempertahankan pelanggan.

Cara Memahami Tingkat Kepuasan Konsumen Untuk Meningkatkan Pelayanan

Menggunakan Sistem Kritik dan Saran
Ini adalah salah satu cara yang paling popular di kalangan pengusaha, baik untuk perusahaan skala kecil, menengah, maupun skala besar. Kalau kamu cermati, ada banyak sector industry yang menerapkan cara ini, misalnya produk yang menggunakan pembungkus, biasanya di situ ada kontak yang dapat digunakan untuk memberikan kritik dan saran dari para konsumennya.

Enggak cuma itu saja, bisnis pelayanan seperti warnet, laundry, sewa, juga sering menggunakan cara ini untuk mengukur tingkat kepuasan konsumen. Dengan adanya kritik dan saran yang masuk, hal itu dapat kamu gunakan untuk menganalisis dan meningkatkan kekurang-kekurangan dari pelayanan yang selama ini kamu berikan.
Advertisement


Melakukan Survey Kepuasan Terhadap Pelanggan
Kalau system kritik dan saran lebih cenderung mengharuskan konsumen yang aktif bertindak, beda dengan survey karena kitalah yang aktif bertindak untuk melakukan survey kepada pelanggan dan konsumen, jadi lebih leluasa dalam menentukan jumlah yang pas sesuai dengan kebutuhannya. Dalam melakukan survey yang baik, ada tiga bagian yang dapat dilakukan, di antaranya adalah:
  1. Directly Reported by Satisfaction. Ini adalah survey dengan jawaban berupa tingkatan seperti “netral, sangat puas, puas, cukup puas, tidak puas, sangat tidak puas”.
  2. Problem Analisys. Survey ini dapat mengidentifikasi langsyng permasalahan yang ada di produk kamu karena survey ini memuat pertanyaan “apa permasalahn yang ada dalam produk, serta berikan saran untuk meningkatkannya”.
  3. Derived Dissatisfaction Survey. Ini adalah survey dengan pertanyaan kepada konsumen berupa produk dan layanan seperti apa yang diharapkan oleh konsumen, lalu apakah prduk dan pelayanan yang telah diberikan sudah sesuai dengan harapan tersebut. Kemudian, apa saja kelebihan yang dirasakan dari produk dan layanan yang telah diberikan oleh perusahaan.
Survey ini bisa kamu lakukan baik secara online maupun secara offline, jika kamu melakukannya secara offline maka kamu perlu membagikannya kepada konsumen. Kalau online, bisa melalui website dari perusahaan yang kamu miliki. Seandainya kamu punya usaha yang berbasis online seperti toko online, maka survey online sangat cocok untuk diterapkan.

Jadi, mau offline atau online sesuaikanlah dengan bisnis kamu. Yang paling penting adalah tetap menjaga kenyamanan konsumen dan pelanggan.

Selain bisa kamu lakukan melalui website, survey online juga bisa kamu lakukan dengan bantuan media social seperti Facebook, Twitter, dan lainnya. Cara ini enggak kalah efektif karena media social merupakan tempat konsumen dan pelanggan berkumpul, apalagi jika kamu punya banyak like dan follower di fanpage.

Dari dua cara memahami tingkat kepuasan konsumen di atas, pertanyaan selanjutnya adalah seberapa banyak kritik, saran, dan survey yang diperlukan untuk dapat diambil keputusan? Nah, berkaitan dengan jumlah ini, semuanya tergantung dengan urgent dan pertimbangan kamu, tentukanlah secara proporsional.

Jika ada banyak sekali yang mengkritik dan memberikan saran pada satu bagian dari pelayanan, maka cepatlah perbaiki karena sudah ada banyak yang merasakan kekurangan tersebut, dengan begitu kamu bisa meningkatkan pelayanan yang kamu berikan. Sebaliknya, jika kebanyakan dari konsumen baik-baik saja dengan pelayanan, tapi ada satu-dua yang tidak suka, lalu apa tindakan kamu? Ini semua berkaitan dengan pertimbangan kamu, gunakan strategi-strategi maut-mu untuk mengatasinya.

Selanjutnya: Cara memenangkan persaingan bisnis.
----
Oke, itu saja ulasan tentang cara memahami tingkat kepuasan konsumen untuk meningkatkan pelayanan yang dapat saya berikan. Semoga ulasan di atas dapat membantu dan bermanfaat untuk memperbaiki dan menyempurnakan pelayanan dari bisnis yang kamu rintis. Sukses selalu untuk kamu semuanya, thanks.

Senin, 02 Mei 2016

5 Kesalahan Persepsi Bisnis Yang Perlu Dibenahi

5 Kesalahan Persepsi Bisnis Yang Perlu Dibenahi – Persepsi bisnis yang salah dapat menjerumuskan seorang pengusaha ke dalam kegagalan, atau setidaknya  akan mengurangi kualitas kinerja dan hasil yang mampu didapatkan. Sebuah persepsi bisnis bisa kamu artikan sebagai prinsip dalam menjalankan bisnis, dan hal ini akan berkaitan dengan banyak hal seperti profesionalitas, moral, cara pandang, dan sebagainya. Kalau ditanya penting atau tidak, sangat jelas penting sekali. Sebuah persepsi seolah-olah menjadi jalan bagi pengusaha dalam menjalankan bisnisnya. Kita lihat, seorang pengusaha yang sukses, pasti memiliki persepsi-persepsi yang hebat yang membantunya meraih kesuksesan.

Tapi bagaimana dengan para pebisnis pemula? Yakinkah persepsi yang kamu percayai selama ini benar dan patut diyakini? Belum tentu, karena di dunia bisnis banyak persepsi-persepsi ngaco yang entah siapa pencetusnya, dan ini perlu kamu waspadai karena secara tidak sadar kamu bisa menyakini persepsi yang tidak tepat tersebut.

Memang, persepsi setiap orang bisa berbeda-beda, tapi secara umum setidaknya ada 5 persepsi bisnis yang salah, kalau salah satu persepsi bisnis yang salah di bawah ini merupakan salah satu persepsi yang kamu yakini, maka pikirkan ulang persepsi anda tersebut.

Nah persepsi apa sajakah yang salah tersebut? Berikut ulasannya:

Sebelumnya, baca juga: Cara jitu promosi produk secara online.

5 Kesalahan Persepsi Bisnis Yang Perlu Dibenahi

Berbisnis Tak Perlu Pintar dan Kompeten
Semua orang memiliki potensi untuk menjadi orang yang pintar dan berkompeten, semua bisa didapatkan dengan belajar, usaha, dan bekerja keras. Kamu pasti sering mendengar bahwa menjadi sukses itu tak perlu pendidikan tinggi, itu betul sekali tapi jangan disalahartikan bahwa berbisnis tak perlu pintar dan kompeten, itu adalah hal yang sangat berbeda.

Saya katakan di sini, tak mungkin sekali orang dapat mencapai kesuksesan tanpa ilmu (menjadi pintar) dan tanpa kompetensi. Kalau kamu sekarang ingin berbisnis tapi tidak menguasai bidangnya maka jadilah pintar dan kompeten dengan mempelajarinya. Belajar bisa melalui banyak cara, salah satunya adalah belajar dari pengalaman.

Ada ungkapan “kegagalan adalah awal dari kesuksesan”, tapi ungkapan tersebut bisa jadi percuma jika kamu tidak belajar dari kegagalan yang kamu alami. Pada dasarnya, kesuksesan juga merupakan awal dari kesuksesan, yaitu kesuksesan yang lebih besar. Artinya baik pengalaman kegagalan maupun kesuksesan dapat kamu pelajari untuk menjadi lebih dan lebih sukses lagi.

Pengusaha Itu Bebas Waktu
Anggapan bahwa pengusaha itu bebas waktu muncul karena secara structural pengusaha tidak memiliki atasan, sehingga bebas mengatur dan menggunakan waktu yang dimilikinya. Bagi pengusaha dan pebisnis yang telah sukses, mungkin “bebas waktu” ini bisa diterapkan, tapi bagaimana dengan pebisnis pemula yang belum lama merintis bisnis dan perlu mematangkan bisnisnya?
Advertisement


Bebas waktu inilah yang sering menjerumuskan para pebisnis pemula, seringkali sudah terlena dengan kesuksesan “kecil” yang diraihnya, padahal untuk mematangkan bisnis agar tetap dapat berjalan lancar membutuhkan tenaga dan waktu yang ekstra.

Sebenarnya, bagaimana memanfaatkan waktu itu tergantung kamu sendiri, mau santai-santai dan menerapkan bebas waktu juga boleh, tapi saya ingatkan bahwa disiplin waktu itu sangat penting untuk memaksimalkan kinerja. Aturlah waktu sebaik mungkin, bikin jadwal kerja yang baik, pilihlah waktu terbaik yang paling optimal untuk bekerja.

“Ini Adalah Bisnis Saya, Saya Mengelola Sesuai Selera Saya”
Menurut saya ungkapan “ini adalah bisnis saya, saya mengelolanya sesuai selera saya” adalah ungkapan yang tidak terkendali, kenapa? Betul bahwa itu adalah bisnis kamu, dan kamu adalah bosnya sehingga bebas mengelolanya. Tapi yang perlu diingat, hasil dari usaha kamu itu untuk siapa? Jelas untuk pelanggan dan konsumen, sehingga untuk hal-hal yang berkaitan kepada konsumen lebih baik disesuaikan dengan selera konsumen.

Sekarang coba pikirkan ini, ketika kamu mencari tenaga kerja untuk melayani konsumen, selera siapa yang akan diutamakan, jelas selera konsumen. Ketika mencari variasi produk, selera siapa yang diutamakan? Ketika mencari lokasi usaha, selera siapa yang diutamakan? Ketika mengatur jam operasional, selera siapa yang diutamakan? Tentu saja kebanyakan disesuaikan dengan selera konsumen dan pelanggan, karena itulah yang terpenting.

Pengusaha Pasti Lebih Kaya
Hal ini sangat terasa ketika kamu mulai merintis usaha dan sedang mengembangkannya, di mana kamu pasti membutuhkan modal yang tidak sedikit. Kalau bagi pengusaha yang sudah mapan, sangat mungkin untuk lebih kaya daripada karyawan dan pegawai, tapi untuk pemula yakin lebih kaya? Enggak, dan kamu tak perlu malu ketika kamu tidak lebih kaya dari karyawan.

Ketika kamu yakin dengan bisnis yang dijalani dan perlu modal yang banyak, jangan ragu untuk mengalokasikan modal untuk mengembangannya, pada dasarnya itu adalah investasi yang kamu lakukan. Ketika bisnis kamu sudah matang, kamu akan panen.

Ingat, banyak pengusaha yang saat ini mendapatkan kekayaan yang melimpah, dulu pernah bertahun-tahun tidak mendapatkan laba. Contohnya adalah perusahaan Alibaba yang saat ini menjadi salah satu perusahaan terbesar di dunia, dulu di awal perintisannya bertahun-tahun mengalami kerugian, bahwa pernah dalam satu tahun hanya mendapatkan laba sebesar us$ 1.

Pengusaha Itu Lebih Tinggi dan Mulia Daripada Karyawan/pegawai
Saya bingung, apa yang menjadikan pengusaha itu lebih tinggi dan mulia dari karyawan dan pegawai? Padahal pengusaha dan pegawai itu juga sama-sama sebuah profesi, saling membutuhkan, serta sama-sama bermanfaat. Apakah kemuliaan itu ditentukan berdasarkan kekayaannya, kedudukannya? Enggak kan. Jadi, jauhilah persepsi seperti ini yang hanya akan menurunkan kualitas moral kamu.

Daripada kamu memikirkan siapa yang lebih tinggi dan mulia, lebih baik kamu memikirkan strategi-strategi bisnis yang akan dijalankan, jangan pikirkan hal-hal yang tidak bermanfaat seperti itu yang hanya akan menurunkan kualitas kinerja kamu.

Selanjutnya: Kebiasaan kecil yang akan membuat kamu sukses.
----
Oke, itulah ulasan tentang 5 kesalahan persepsi bisnis yang perlu kamu benahi untuk menjadikan kamu seorang pebisnis yang lebih baik. Semoga ulasan di atas bermanfaat, salam sukses.

Senin, 18 April 2016

Cara Jitu Promosi Produk Secara Online Agar Cepat Laku

Cara Jitu Promosi Produk Secara Online Agar Cepat Laku – Media online saat ini menjadi salah satu media promosi dan pemasaran yang sangat efektif, miliaran orang sudah menggunakan internet sebagai tempat “main” nya, bahkan internet sekarang lebih menarik daripada hiburan lain seperti televisi, radio, ataupun majalah. Di Indonesia sendiri sudah lebih dari 60 orang aktif menggunakan internet, ini tentu angka yang tidak main-main dan perlu kita manfaatkan sebaik mungkin.

Lagian siapa saat ini yang tidak kenal internet dan kegiatan online? Hampir semua orang baik pria wanita, anak-anak maupun dewasa sudah mengenalnya, kecuali balita dan manula yang mungkin belum terbiasa menggunakannya. Dengan banyaknya orang yang melakukan kegiatan online, ini tentu menjadi kesempatan yang baik untuk memasarkan produk yang kamu miliki.

Efektifkah melakukan promosi dan pemasaran secara online? Dengan cara yang tepat, tentu saja promosi dan pemasaran yang kamu lakukan akan sangat efektif, sesuai dengan target incaran dan akan meningkatkan penjualan. Saya sendiri yakin bahwa promosi produk secara online dengan cara yang tepat akan lebih efektif ketimbang promosi di TV.

Promosi di TV mungkin mampu di lihat oleh orang lebih banyak ketimbang online, tapi ingat kalau dilihat oleh orang yang tidak membutuhkan produknya ya sama saja gak bakalan meningkatkan penjualan. Beda dengan media internet yang bisa benar-benar sesuai dengan minat seseorang jika dilakukan secara tepat.

Lalu bagaimana cara jitu promosi produk secara online? Sangat mudah, berikut ini ulasannya:

Sebelumnya, baca juga: Cara memasarkan produk baru.

Cara Jitu Promosi Produk Secara Online Agar Cepat Laku

Buat Blog/Website
Sebelum kamu mulai melakukan promosi produk, lebih baik kamu membuat blog atau website sebagai tempat bernaung, maksudnya agar konsumen bisa melihat keberadaan kamu dan sebagai tempat tujuan dari promosi yang kamu lakukan. Di blog dan website ini, kamu bisa mendeskripsikan secara jelas tentang produk yang kamu miliki. Saya sarankan untuk membuat blog atau website yang bukan gratisan agar di mata konsumen terlihat lebih professional dan terpercaya.

Membuat website tidaklah sulit, juga cukup murah. Hanya dengan uang kurang dari 1 juta saja sudah mampu menghasilkan website yang sangat bagus. Silahkan kamu search di Google bagaimana cara membuat website, sudah ada banyak ulasannya.

Setelah website jadi, lalu apa? Yang harus kamu lakukan adalah mengisi web tersebut dengan informasi-informasi yang mampu meningkatkan profesionalitas dan kepercayaan, seperti identitas dari bisnis, macam-macam pelayanan atau produk, info lengkap tentang produk termasuk spesifikasi dan harga, serta hal-hal lain yang dirasa penting.

Setelah semuanya sudah siap, kini saatnya bagi kamu untuk mulai melakukan promosi. Untuk melakukannya, kamu bisa menggnakan cara-cara di bawah ini.

Manfaatkan Mesin Pencari Google
Mesin pencari Google akan membantu mendatangkan pengunjung yang tertarik dengan produk yang kamu miliki. Pertama, setelah kamu membuat web maka buatlah artikel tentang produk kamu, maka artikel yang kamu buat tersebut sangat mungkin untuk muncul di halaman search google.

Logikanya begini, ketika seseorang butuh untuk membeli sesuatu, biasanya dia akan search di mesin pencari, ketika dia search dan artikel kamu ada di halaman pertama Google, maka orang tersebut berpotensi mendatangi web kamu, dan kemungkinan akan terjadi penjualan.



Untuk dapat tampil di halaman pertama Google search, kamu perlu belajar ilmu SEO (Search Engine Optimization), suatu ilmu untuk memaksimalkan blog/website agar meningkatkan keterlihatannya di mesin pencari. Silahkan belajar ilmu SEO tersebut, coba search aja di Google, sudah banyak pula yang membahasnya.
Advertisement


Promosi Dengan Google Adwords dan Periklanan Lain
Google adwords merupakan system periklanan yang dikelola oleh perusahaan IT terbesar di dunia, yaitu Google. Ini merupakan media berbayar, enggak gratis kayak cara sebelumnya, tapi cara ini dijamin sangat efektif dan tertarget. Kamu bisa mengatur jumlah anggaran yang akan kamu gunakan untuk beriklan, kalau kamu punya uang 5 juta, maka dengan uang 5 juta juga sudah bisa beriklan di adwords, ini benar-benar tergantung dengan anggaran yang kamu punya.

Setelah kamu beriklan di adwords, maka produk kamu akan tampil nomor satu di halaman Google search tanpa harus mempelajari SEO, kalau kamu masih bingung dengan SEO maka beriklan di Adwords merupakan keputusan yang bagus.



Selain tampil di Google search, promosi dari produk kamu juga bisa tampil di web-web yang menjadi publisher Google Adsense.


Untuk info lengkapnya dan untuk mulai beriklan di Google Adwords, silahkan kunjungi link berikut ini: http://www.google.co.id/adwords/

Promosi di Media Sosial
Salah satu yang menyebabkan orang betah berlama-lama melakukan kegiatan online adalah karena adanya media social seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan medsos lainnya. Mengasyikkan memang, dan karena itulah banyak orang yang menggunakannya, bahkan hampir setiap hari tidak bisa lepas dari medsos. Karena banyak digandrungi itulah medsos saat ini juga digunakan sebagai media promosi yang sangat ampuh meningkatkan penjualan.

Ada dua macam promosi yang bisa kamu lakukan yaitu promosi berbayar dan promosi gratis, mana yang lebih efektif? Ya tentu saja yang berbayar dong, selain lebih efektif juga akan menghemat waktu dan tenaga.

Di Facebook, kamu bisa mempromosikan sebuah fan page atau sebuah link yang menuju web kamu. Kalau kamu mempromosikan fan page maka nanti akan memperoleh banyak “like” di fan page yang dipromosikan dalam waktu yang sangat cepat, itu bukan robot tapi benar-benar manusia. Dengan banyaknya like, maka kamu akan mudah dalam menawarkan produk kepada calon konsumen.

Baca: Tips jualan di Facebook.

Gunakan Fitur Gratis Dari Web lain dan Toko Online
Cara ini juga cukup efektif, namun perlu waktu dan tenaga yang ekstra. Dengan cara ini kamu bisa promosi lewat forum-forum dan toko online. Forum yang paling populer adalah kaskus, di situ kamu bisa menjual dan menawarkan produk andalan yang kamu miliki.

Kalau toko online ada banyak sekali yang bisa digunakan, seperti tokopedia, bukalapak, lazada, mataharimall, dan sebagainya, bahkan kamu juga bisa menggunakan situs semacam olx untuk menjual sekaligus mempromosikan produk kamu, gratis namun tak kalah efektif.

Selanjutnya: Tips menggaet konsumen wanita.
----
Oke ya, di atas adalah ulasan cara jitu promosi produk secara online agar cepat laku yang dapat saya berikan. Semoga ulasan tentang cara mempromosikan produk secara online di atas bermanfaat dan membantu meningkatkan penjualan. Salam sukses.