Tampilkan postingan dengan label Tips Keuangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Keuangan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Desember 2016

5 Langkah Cerdas Menyisihkan Gaji Untuk Ditabung

5 Langkah Cerdas Menyisihkan Gaji Untuk Ditabung – Mengatur keuangan memang hal yang cukup sulit dilakukan bagi kebanyakan orang, apalagi ketika di masa muda. Salah satu yang paling sulit untuk dilakukan adalah menyisihkan gaji untuk ditabung. Bahkan, gaji yang kita peroleh terkadang habis di pertengahan bulan, biasanya kita lebih menghambur-hamburkan uang di awal bulan, selain itu ada-ada saja pengeluaran yang tidak direncanakan sebelumnya.

Belum lagi kalau gaji kita pas-pasan, duh rasanya kok berat banget untuk menabung. Tapi sebenarnya, baik kecil maupun besar gaji yang kita terima, kalau kalian tidak jeli dalam mengatur keuangan maka akan sama saja, bisa dipastikan kalian akan kesulitan pula dalam menyisihkan gaji untuk ditabung. Ingatlah bahwa, semakin tinggi gaji kamu maka semakin tinggi pula keinginan kamu.

Lalu, adakah cara dan langkah-langkah agar menabung itu terasa mudah? Well, ada! Saya yakin cara-cara ini ampuh untuk mempermudah dalam menabung selama kamu memiliki niat yang kuat, kalau kamu tidak punya niat yang cukup kuat maka cara apapun akan percuma saja. Nah, berikut ini cara-caranya:

Sebelumnya, baca juga: Kenalilah 4 tanda keuangan yang tidak sehat ini!

5 Langkah Cerdas Menyisihkan Gaji Untuk Ditabung

Tetapkanlah Tujuan Yang Jelas
Cara pertama yang perlu kamu lakukan ketika ingin sukses menabung adalah dengan menetapkan tujuan yang benar-benar jelas, kenapa? Karena hal ini secara tak langsung akan menjadi alat untuk mencegahmu dalam melakukan pemborosan. Kalau bisa, tetapkan tujuan yang benar-benar berarti untukmu, misalkan menabung untuk menikah, modal usaha, membeli rumah atau mobil, untuk pendidikan, dan sebagainya.

Setelah kamu memiliki tujuan yang jelas, tanamkan dalam diri bahwa kalau kalian gagal mewujudkan tujuan tersebut, kamu juga akan gagal sebagai manusia dan akan merugi (hehe..), agak lucu memang, namun saya kira akan efektif sebagai alat rem pengeluaran dan menambah tekad.

Tujuan ini merupakan hal yang sangat sederhana namun memiliki peran yang begitu besar, jadi pastikan kalian tidak meremehkannya. Saya sendiri tidak bisa membayangkan, kalau tidak ada tujuan, lalu ngapain melakukannya, bukankah begitu?

Tentukan Jumlah Gaji Yang Akan Ditabung
Cara selanjutnya masih berkaitan dengan cara pertama di atas yaitu dengan tegas menentukan jumlah yang akan ditabung per periode gajiannya. Kalau kalian sudah memiliki tujuan yang jelas, tentu kalian juga tau jumlah uang yang ingin dicapai, nah sekarang tinggal dibagi dengan jumlah periode gajiannya saja, hasilnya itu adalah jumlah yang harus kalian tabung. Dengan begini kalian juga akan mudah untuk mengatur pengeluaran-pengeluaran lainnya.

Kebalikannya, kalau kalian tidak bisa menentukan jumlah gaji yang harus ditabung, kalian akan kesulitan untuk mengetahui waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut, selain itu pengeluaran lainnya juga akan menjadi lebih sulit diatur. Jadi saran dari saya, tentukan jumlah gaji yang akan ditabung dengan pasti.
Advertisement


Tapi memang, terkadang ada pengeluaran tak terduga yang akan mengurangi jumlah yang harus ditabung. Ketika hal ini terjadi (semoga tidak), di periode gajian kedepan pastikan kalian bisa mengganti kekurangannya tersebut. Tidak harus diganti dalam satu periode langsung, tapi bisa dialokasikan ke dalam beberapa kali periode gajian.

Sisihkan Gajimu Ketika Baru Diterima
Cara menyisihkan gaji untuk ditabung selanjutnya adalah berkaitan dengan waktu kapan kalian menyisihkan gaji. Saya sendiri sangat yakin, kalau kalian menyisihkannya di akhir bulan, kalian akan kesulitan karena di awal bulan akan sulit mengontrol pengeluaran. Seperti yang saya sebutkan di atas, kondisi di mana gaji akan habis di pertengahan bulan pasti terjadi. Hal tersebut tentu saja tidak mencerminkan kondisi keuangan yang baik.

Bukannya kalian akan menabung, malah akan berpotensi terlilit hutang. Lalu, apa solusinya? Tentu saja, pertama kalian musti melakukan kontrol pengeluaran di awal-awal bulan, kedua di awal bulan itu juga kalian menyisihkan gaji. Dengan begitu diharapkan gaji kalian cukup sampai periode gaji berikutnya.

Buatlah Rekening Khusus
Tujuan menabung tentu untuk tidak digunakan selain untuk mencapai tujuan utama dalam menabung tersebut, oleh karena itu buatlah rekening khusus untuk tabungan kalian. Hal ini bisa membuat kalian lebih mudah dalam memisahkan tabungan dan pengeluaran.

Agar rekening tabungan kamu tidak sekedar memisahkan mana tabungan dan mana yang di gunakan untuk kebutuhan sehari-hari, ada baiknya kamu membuat tabungan berjangka di bank di mana kamu secara langsung maupun tak langsung dipaksa menabung oleh bank dengan fitur auto debet. Dengan tabungan berjangka pula, menabung jadi lebih mudah karena kamu tidak perlu repot-repot lagi memindahkan uang dari rekening yang satu ke rekening khusus tabungan, praktis bukan?

Disiplin Adalah Kuncinya
Sebaik apapun caranya kalau kalian tidak disiplin ya sama saja. Pada dasarnya, semua cara di atas adalah hak kontrolnya masih ada ditangan kamu, sehingga kamu bebas dalam menjalankannya. Oleh karena itu, kalau kamu tidak disiplin, berantakan sudah tujuan kamu. Saya juga menyadari bahwa godaan itu sangat sulit dilawan, apalagi untuk anak muda di mana kebutuhannya cukup beranekaragam.

Pulsa, baju baru, makan di luar, nonton, travelling, dan kebutuhan-kebutuhan lainnya merupakan pengeluaran yang identik dengan anak muda dan merupakan godaan yang amat sulit dihadapi. Padahal kalau kita pikirkan dengan matang, kebutuhan seperti itu tidak terlalu penting walau terkadang cukup menghibur. Sebaiknya, aturlah dengan bijak kebutuhan seperti itu, jangan terlalu banyak dan secukupnya saja.

Selanjutnya: 5 alasan kenapa kamu wajib memiliki dana darurat.
----
Oke ya, itulah ulasan dari saya tentang langkah cerdas menyisihkan gaji untuk ditabung. Semoga ulasan di atas bermanfaat dan membantu mempermudah kamu dalam menabung. Jangan lupa share artikel ini juga ya kawan, thanks dan salam sukses.

Kamis, 14 Juli 2016

Mengatur Keuangan Bagi Pekerja Muda! Ini Yang Perlu Diperhatikan

Mengatur Keuangan Bagi Pekerja Muda! Ini Yang Perlu Diperhatikan – Selamat bagi yang baru saja mendapatkan pekerjaan. Pasti udah siap-siap membelanjakan gaji pertamanya nih, hehe. Mendapatkan pekerjaan pasti sangat menyenangkan, dan mungkin akan menjadi batu loncatan untuk mendekatkan kamu pada ambisi-ambisi yang lebih besar lagi.

Jujur saja, ketika mendapatkan gaji pertama, apa yang kamu pikirkan? Balas dendam, iya’kan? Balas dendam untuk membelanjakan gaji pertama untuk kebutuhan yang sudah diangan-angan ketika masih kuliah. Kamu mungkin akan melakukan balas dendam ini pada tahun pertama bekerja, ganti smartphone, ganti laptop, ganti motor, dan lain sebagainya. Asik memang, tapi perlu diingat, boleh saja balas dendam namun jangan lupakan hal-hal yang lebih penting ketimbang sekedar balas dendam.

Sangat riskan sekali jika kamu menghamburkan uang untuk memenuhi hasrat padahal keuangan kamu belum teruji kestabilannya, perlu mengingat bahwa kamu itu masih pekerja muda dimana keuangan belum matang. Jangan sampe di awal bulan senyam senyum, di akhir bulan gigit-gigit jari, yang paling penting itu setiap waktu kamu memiliki uang untuk memenuhi kebutuhan.

Nah, wahai para pekerja muda, di sini lah pentingnya kamu belajar mengatur keuangan, jadi gak perlu kamu nunggu hingga menjelang pensiun.

Lalu, apa sajakah yang perlu diperhatikan untuk mengatur keuangan bagi para pekerja muda? Oke, silahkan simak ulasannya di bawah ini:

Sebelumnya, baca juga: 4 tanda keuangan yang tidak sehat.

Cara Mengatur Keuangan Bagi Pekerja Muda

Disiplin dan Kontrol Dirimu
Seperti yang sudah saya singgung di atas, jangan sembarangan menghamburkan gajimu di awal bulan, karena ini akan menyulitkanmu di akhir bulan. Seseorang yang sudah bekerja seharusnya sudah mandiri pula, jangan sampai minta orang tua lagi, apalagi sampe ngutang, ini bisa menyebabkan kondisi keuanganmu tidak sehat lho.

Gaji yang baru saja diterima memang terlihat menyenangkan, dan sepertinya “tidak apa-apa buat main-main”, tapi cobalah untuk memikirkan hal yang lebih pokok lagi, dahulukan kebutuhan pokok, rem main-main gak jelas, dan kurangi nafsu buat belanja, focus saja untuk bekerja dan memikirkan masa depan.

Ada baiknya mulai sekarang kamu mulai belajar membuat perencanaan keuangan yang lebih baik, kalkulasikan kebutuhan pokok dan anggaran dengan tepat, singkirkan terlebih dahulu kebutuhan yang masih bisa ditunda, dan jangan lupa sisihkan untuk menabung. Setelah kalkulasi selesai dibuat, baru deh kamu mempertimbangkan untuk menggunakan sisa gaji untuk senang-senang, tentu dengan kadar yang wajar.

Ingat Kembali Fungsi Menabung
Saya paham, kamu menabung untuk tujuan tertentu, biaya pendidikan, beli rumah, mobil, motor, smartphone, dan sebagainya. Tapi apakah tujuan seperti itu benar-benar bisa disebut menabung? Yap, tujuan semacam itu saya kira bisa disebut menabung, selama ada titik amannya.
Advertisement


Apa itu titik aman? Titik aman merupakan titik dimana kamu menyisihkan uang hanya untuk kebutuhan yang sangat mendesak saja, hal semacam ini sering disebut dengan istilah dana darurat. Jadi, selama tabungan ada titik amannya, kamu bisa menggunakan tabungan untuk memenuhi keinginan, tentu dengan kadar sewajarnya pula. Dan akan sangat bagus jika kamu memanfaatkan tabungan untuk hal-hal yang dapat menunjang kinerja, atau dapat menambah penghasilan seperti berinvestasi, bisnis, dan semacamnya.

Baca juga: Alasan harus punya dana darurat.

Well, berapa banyak titik aman (dana darurat) yang diperlukan? Titik aman bisa kamu bentuk setidaknya harus 3 kali dari jumlah total gaji perbulan kamu. Kondisi mendesak apa saja yang tepat menggunakan dana darurat? Kamu bisa menggunakan dana darurat ketika mengalami kondisi tak terduga atau kondisi di mana jika tidak diatasi bisa menyebabkan ketidakproduktifan, seperti terjadi bencana alam, biaya rumah sakit, terkena PHK, dan lain-lain.

Jika Menggunakan Kartu Kredit, Bijaklah!
Tidak lepas kemungkinan bagi pekerja muda untuk memiliki kartu kredit. Tapi ingat satu hal, kartu kredit itu hanya diperuntukkan untuk orang-orang yang bisa mengelolanya dengan baik. Sekarang tanyakan kepada diri kamu dengan sejujurnya, bisakah kamu mengontrol kartu kredit dimana kemungkinan untuk boros sangat besar? Jika bisa beruntunglah kamu karena kartu kredit memiliki manfaat yang cukup besar, jika tidak maka pikirkan lagi jika ingin memiliki kartu kredit.

Jika saat ini terlanjur memilikinya, maka kembali pada point pertama di atas, disiplin dan control dirimu. Perlu dipahami ya, dibalik manfaat credit card yang beitu besar, tersimpan risiko yang amat besar pula lho, gimana kalo kamu gak bisa bayar tagihannya? Mau ngutang untuk melunasi utang? Lucu’kan, nanti kamu bisa terjebak pada kondisi gali lubang tutup lubang, dijamin deh kondisi keuangan kamu menjadi sulit untuk stabil.

Jangan Lagi Bergantung Pada Orang Tua
Nah ini yang sedikit menggelikan, merasa bekerja belum lama sehingga merasa wajar jika kesulitan keuangan kemudian meminta bantuan dana kepada orang tua. Jika kamu sadar dan merasa bekerja belum lama, bukankah seharusnya berusaha mengontrol keuangan dengan lebih baik? Bukannya malah memanfaatkan bantuan orang tua, kasihan lah orang tua, iya’kan? Padahal mereka itu akan bangga lho jika kamu itu mampu mandiri.

Jadi mulai sekarang, buang pikiran untuk menggantungkan bantuan pada orang tua, tapi lekaslah membuat perencanaan keuangan yang lebih matang. Kalo bisa sisihkan uang kamu untuk diberikan kepada bapak ibu kamu, nah kalau ini mantab, gak minta bantuan tapi malah membantu, hebat.

Ingat Kamu Juga Akan Pensiun!
Woi woi woi para pekerja muda, ingatlah bahwa kamu nanti juga akan pensiun, jadi jangan lupakan untuk memikirkan dana pensiun sejak usia muda. Siapa bilang menyiapkan dana pensiun  tepat dilakukan ketika menjelang pensiun? Pada kenyataannya, lebih tepat lagi jika kamu menyiapkannya ketika masih muda begini, kalau perlu sejak pertama kamu bekerja.

Terkait: Cara bijak mempersiapkan dana pensiun sejak usia muda.

Dengan memulai lebih awal kamu akan merasa santai, bisa memilah solusi-solusi terbaik untuk dilakukan, jangan sampai kamu tergesa-gesa mempersiapkan dana pensiun dikala menjelang pensiun, dibayangkan saja sudah terasa tidak nyaman, hehe.
----
Oke ya, itulah ulasan tentang cara mengatur keuangan bagi pekerja muda. Saya harap ulasan di atas bermanfaat dan membantu kamu mengatur keuangan dengan lebih bijak. Salam sukses dan terimakasih.

Sabtu, 04 Juni 2016

Cara Bijak Mempersiapkan Dana Pensiun Mulai Dari Masa Muda

Cara Bijak Mempersiapkan Dana Pensiun Mulai Dari Masa Muda – Masa muda di mana kita masih bisa produktif bekerja tentu saja ada batasnya, suatu hari kita akan menua dan tidak dapat lagi produktif. Hal inilah yang menuntut kita untuk memikirkan kondisi keuangan ketika masa pensiun tiba. Dana pensiun merupakan dana yang harus kita siapkan degan serius, mengingat kita tidak akan lagi seproduktif ketika masa muda. Boleh saja mengharapkan anak untuk membiayai hidup tua kita, tapi sangat lebih baik jika kita mampu mandiri.

Ketika membahas dana pensiun, pernahkah kamu berpikir untuk mulai mempersiapkannya ketika masa muda? Atau berencana untuk mempersiapkannya ketika sudah mendekati masa pensiun? Semua orang punya rencananya sendiri-sendiri, tapi sesuai yang dikatakan oleh para ahli keuangan, ada baiknya siapkanlah dana pensiun ketika masih jauh dari masa pensiun, hal ini lebih baik dan memperkecil risiko.

Cara mempersiapkan dana pensiun sendiri ada banyak, bisa kamu lakukan secara mandiri, bisa juga dilakukan melalui lembaga keuangan. Jika kamu PNS atau pegawai swasta dari perusahaan yang menyediakan jaminan social, seharusnya dana pensiun kamu sudah terbentuk karena dana pensiun merupakan kewajiban Negara dan perusahaan yang memberikan pekerjaan.

Nah, sampai di sini kita sudah tahu bahwa dana pensiun dapat disiapkan melalui dua cara, yaitu secara mandiri dan melalui lembaga keuangan. Masing-masing cara ini akan saya jelaskan, di bawah ini ulasannya:

Sebelumnya, baca juga: Peluang bisnis yang cocok untuk para pensiunan.

Cara Mempersiapkan Dana Pensiun

Cara Mempersiapkan Dana Pensiun Secara Mandiri
Setidaknya ada empat cara yang bisa kamu lakukan untuk mempersiapkan dana pensiun secara mandiri, di antaranya adalah dengan menabung, investasi, membentuk dana cadangan, dan melakukan kegiatan usaha. Jika diatur secara tepat, semua cara di atas bisa mengatasi permasalahan keuangan kamu di masa tua kelak. Tapi bagaimanapun, namanya juga mandiri maka segala resiko kamu sendirilah yang menanggungnya.

Menabung
Bedakan antara menabung untuk tujuan tertentu (misalkan untuk membeli mobil, rumah, dll) dengan menabung mempersiapkan dana pensiun, buatlah tabungan khusus untuk dana pensiun, dan jangan disentuh sebelum masa pensiun tiba. Dengan menabung sebesar 3%-10% dari gaji tiap bulan, dana pensiun kamu sudah bisa terbentuk dengan baik. Risiko dari cara ini datang dari diri kamu sendiri, yaitu tidak disiplin menabung sehingga tabungannya bocor, dan akhirnya dana pensiun pun tak terbentuk dengan baik.

Investasi
Hasil dari investasi yang kamu lakukan juga bisa kamu jadikan sebagai dana pensiun. Dengan investasi, dana kamu akan diputar untuk memperoleh pengembalian yang lebih besar. Hanya saja, tentu risiko kegagalannya juga tinggi. Untuk mempersiapkan dana pensiun, sebaiknya pilihlah investasi jangka panjang yang relative lebih stabil daripada investasi jangka pendek. Juga, jangan mudah tergiur dengan investasi yang menawarkan risiko rendah namun returnya besar, ingat teori “semakin besar return, semakin besar pula risiko”

Membentuk Dana Cadangan
Dana cadangan merupakan dana yang hanya digunakan ketika keadaan darurat saja. Dana ini juga bisa kamu gunakan untuk membentuk dana pensiun pula. Ketika masa muda, kamu bisa menggunakan dana cadangan sesuai dengan fungsinya, dan ketika masa pensiun tiba, dana cadangan yang tidak terpakai tersebut bisa kamu gunakan sebagai dana pensiun.

Baca juga: Pentingnya dana darurat.

Melakukan Kegiatan Usaha
Jika kamu hobi usaha, ini mungkin cara paling mengasyikkan untuk menghabiskan masa tua. Dengan melakukan kegiatan usaha, dana akan diputar untuk usaha dan berpotensi menghasilkan return yang tinggi. Sebaiknya jangan memulai usaha ketika sudah masuk usia tua, sejak jauh dari umur pensiun, mulailah melakukan kegiatan usaha.
Advertisement


Cara Mempersiapkan Dana Pensiun Melalui Lembaga Keuangan
Selain bisa mempersiapkan dana pensiun secara mandiri, kamu juga bisa mempersiapkannya melalui lembaga-lembaga resmi yang berwenang mengelola dana pensiun dari masyarakat. Di Indonesia sendiri ada beberapa lembaga dana pensiun, yang paling terkenal adalah BPJS Ketenagakerjaan dan PT. Taspen. Selain itu, ada juga PT. Asabri, serta ada yang dinamakan DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) dan DPPK (Dana Pensiun Pemberi Kerja), lembaga atau badan yang termasuk DPLK dan DPPK ini punya wewenang untuk membentuk dana pensiun dari masyarakat.

PT. Taspen
Lembaga ini merupakan salah satu lembaga dana pensiun paling terkenal di Indonesia, tapi sayang tidak semua orang bisa menjadi pesertanya karena PT. Taspen hanya dikhususkan untuk para PNS saja, kecuali PNS dari bidang pertahanan (Polisi, TNI, dll)

Ketika kamu menjadi PNS, secara otomatis kamu sudah terdaftar di PT. Taspen, nanti akan ada potongan gaji untuk iuran dana pensiun. Dana tersebut oleh PT. Taspen akan dikelola untuk investasi dan sebagainya agar memberikan manfaat yang lebih besar, sehingga dana pensiun kamu bisa lebih besar dari total iuran yang dibayarkan tiap bulannya. Lalu bagaimana jika investasi yang dilakukan oleh PT. Taspen gagal? Apakah dana pensiunnya hilang juga? Tenang saja, ketika hal tersebut terjadi, Negara lah yang akan menanggung semua risikonya, jadi dana kamu aman terkendali dan tidak akan pernah hilang.

PT. Asabri
Mirip dengan PT. Taspen, hanya saja PT. Asabri dikhususkan untuk TNI, Polri dan pegawai pertahanan lainnya. Negara juga akan menjadi pihak yang menanggung atas segala risikonya, jadi dana tetap aman terkendali dan tidak akan hilang.

BPJS Ketenagakerjaan
BPJS Ketenagakerjaan merupakan lembaga yang berwenang mengatasi dana pensiun karyawan di seluruh Indonesia. Sifatnya wajib, sehingga di manapun kamu bekerja (kecuali PNS), perusahaan seharusnya sudah mendaftarkan diri kamu di BPJS Ketenagakerjaan. Hebatnya lagi, Negara juga akan menjadi penanggung segala risikonya, jadi sama seperti di PT. Taspen dan PT. Asabri, dana kamu akan aman terkendali.

DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan)
Lembaga dana pensiun yang satu ini berbeda dengan lembaga yang disebutkan di atas, lembaga ini memiliki kepesertaan yang bersifat sukarela. Jadi siapa pun dapat menjadi pesertanya asal mendaftarkan diri dan menyetorkan dana sesuai kesepakatan dengan jangka waktu tertentu. Contoh DPLK yang ada di Indonesia adalah DPLK Manulife, DPLK Muamalat, dan DPLK Bumiputera. Tapi ingat, di lembaga ini Negara bukan menjadi penanggung risikonya tapi kamu sendirilah yang akan menjadi penanggung atas segala risiko yang ada.

DPPK (Dana Pensiun Pemberi Kerja)
Kalau ini merupakan pengelolaan dana oleh perusahaan pemberi kerja, jadi tidak semua perusahaan akan memberikan dana pensiun kepada karyawannya. Sifatnya pun tidak wajib, hanya perusahaan yang secara financial kuat saja yang bisa memberikan dana pensiun kepada karyawannya. Contoh perusahaan di Indonesia yang mampu memberikan dana pensiun adalah Pertamina, Telkom, Astra, dan Bank Mandiri. Ketika kamu bekerja di perusahaan yang memberikan dana pensiun seperti itu, kamu pasti akan dapat dana pensiun dobel, dari perusahaan dan dari BPJS, enak’kan?

Baca juga: 5 tanda keuangan yang tidak sehat.
----
Oke, itulah ulasan tentang cara mempersiapkan dana pensiun mulai dari masa muda. Semoga ulasan di atas bermanfaat. Salam sukses.

Kamis, 02 Juni 2016

Mengenal 4 Tanda Keuangan Yang Tidak Sehat, Punya Kamu?

Mengenal 4 Tanda Keuangan Yang Tidak Sehat, Punya Kamu? – Memiliki gaji yang besar dan rutin bukan berarti kondisi keuangan akan menjadi sehat, memang perlu diakui bahwa income rutin juga turut andil dalam menstabilkan keuangan sehingga menjadikan kondisinya sehat. Itu berlaku ketika kamu bisa mengelola income dengan baik, tapi kalau tidak ya sama saja.

Ingat pula bahwa besar-kecilnya income serta rutinnya income bukan satu-satunya tolak ukur keuangan yang sehat, bahkan ada yang lebih penting daripada hal itu. Sebelum kamu belajar mengelola keuangan, ada baiknya terlebih dahulu mengetahui apa saja yang menjadi tanda bahwa keuangan kamu sedang tidak sehat, hal ini bermanfaat untuk mengantisipasi dampak yang lebih besar.

Lalu apa sajakah yang menjadi tanda keuangan yang tidak sehat tersebut? Ada beberapa yang saya ketahui, di antaranya adalah sebagai berikut:

Sebelumnya, baca juga: Cara mengatur keuangan bagi pekerja muda.

Tanda Keuangan Yang Tidak Sehat

Adanya Cash Flow Yang Negatif
Cash flow negative terjadi ketika total pengeluaran kamu lebih besar daripada total pemasukan yang mampu kamu peroleh. Biasanya ini terjadi karena adanya kejadian tak terduga, tidak bisa mengontrol pengeluaran, pemasukan terlalu sedikit, dan masih banyak lagi. Untuk membuat kondisi keuangan yang sehat, sebaiknya kamu mulai memikirkan cara agar tidak terjadi cash flow yang negative.

Cash flow yang negative benar-benar berbahaya, sebelum kamu membelanjakan uang untuk kebutuhan sekunder, penuhi terlebuh dahulu kebutuhan primer kamu. Kebutuhan sekunder dapat kamu tunda sampai kondisi keuangan menjadi sehat kembali. Juga, kamu tak perlu memaksakan untuk mengikuti gaya hidup yang akan memberatkan keuangan, cukup bergaya semampunya saja tanpa perlu gaya hidup yang berlebihan. Dengan begitu cash flow negative dapat dihindari, karena kalau tidak dihindari bisa menimbulkan hutang yang menumpuk.

Sulit memang, tapi ini perlu banget untuk kamu lakukan, apalagi bagi yang sudah berkeluarga, pikirkanlah tentang keluarga kamu.

Memiliki Hutang Konsumtif
Kalau saya boleh memilih, saya sendiri lebih menyukai memiliki hutang produktif daripada hutang konsumtif. Hutang produktif sendiri merupakan hutang yang mampu menambah nilai asset yang kamu miliki, contohnya kredit rumah atau apartemen, mobil, kredit modal, dan sebagainya. Sedangkan hutang konsumtif merupakan hutang untuk memenuhi kesenangan dan kepuasan secara pribadi, contohnya adalah hutang kartu kredit untuk membeli sepatu, baju, tas, gadget, dan lain sebagainya.
Advertisement


Hutang konsumtif tidak akan menjadi masalah untuk keuangan kamu selama bisa membayar penuh tiap bulannya. Tapi akan menjadi tanda keuangan yang tidak sehat jika kamu tidak bisa membayarnya, dan ini akan menumpuk serta memperbesar bunga yang harus dibayarkan.

Saya tidak mengatakan bahwa hutang konsumtif itu tidak baik, selama bisa membayar penuh tepat waktu, hal itu tidaklah masalah, bahkan jika kamu bisa mengelolanya dengan baik, hutang konsumtif bisa menjadi solusi keuangan yang sangat baik pula.

Tidak Adanya Dana Darurat
Dana darurat merupakan dana yang disiapkan hanya untuk kondisi terdesak saja, contohnya adalah bencana alam, kehilangan pekerjaan/PHK, sakit mendadak, dan lain-lain. Ada dampak yang sangat besar ketika kamu tidak memiliki dana darurat, coba saja dibayangkan, andai awal bulan besok kamu di PHK, dengan apa kamu akan memenuhi kebutuhan hidup? Masih mending kalau kamu punya tabungan, kalau tidak? Bukankah kamu nabung juga punya tujuan tertentu, nanti tertunda dong tujuan kamu tersebut.

Itu baru satu masalah saja, padahal dana darurat itu banyak sekali manfaatnya, sebelumnya saya sudah membahas masalah ini, silahkan baca artikel saya sebelumnya.

Baca: Pentingnya dana darurat.

Nah, dengan adanya dana darurat, kamu tak perlu khawatir jika ada hal yang mengejutkan yang menimpa kamu, tabungan pun masih bisa kamu gunakan untuk tujuan yang kamu idam-idamkan. Masalah selesai, tujuan tercapai, mantap ‘kan?

Tidak Memiliki Perencanaan dan Tujuan Keuangan
Ada baiknya kamu merencanakan apa saja yang akan dilakukan dengan uang yang kamu miliki, takar dengan rasional sesuai dengan kebutuhan. Investasi adalah hal yang baik dilakukan, tapi jangan tergesa-gesa melakukannya jika kamu memang masih awam. Menabung adalah hal yang wajib, tak luput pula sisakan untuk dijadikan dana darurat.

Dengan perencanaan yang baik, kamu akan lebih mudah dalam mengontrol keuangan, jangan sampai pengeluaran habis tak terkendali. Yang jelas, utamakan kebutuhan primer, sisakan untuk menabung dan dana darurat. Jika masih ada sisa, gunakan secara bijak, baik untuk investasi atau ditabung kembali, sekecil mungkin gunakan untuk kebutuhan-kebutuhan yang tidak penting.

Saya sadar, kamu pasti juga memiliki tujuan-tujuan keuangan tertentu, misalnya menabung untuk beli rumah, mobil, dan sebagainya. Saran saya sih, buatlah tujuan yang akan menunjang kehidupan kamu dari segi kinerja maupun produktifitas. Hindari tujuan keuangan hanya untuk tujuan gaya-gayaan dan gengsi, hal seperti ini sangatlah tidak sehat.

Selanjutnya: Tips supaya klaim asuransi diterima
---
Oke, itulah ulasan dari saya tentang 4 tanda keuangan yang tidak sehat. Semoga ulasan di atas bermanfaat. Salam sukses.

Sabtu, 14 Mei 2016

5 Alasan Kenapa Kamu Harus Punya Dana Darurat

5 Alasan Kenapa Kamu Harus Punya Dana Darurat – Ada beberapa alasan kenapa kamu wajib membuat dana darurat yang terpisah dari dana lainnya, hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tak terduga di masa yang akan datang. Apapun profesi kamu saat ini, baik pengusaha, karyawan, PNS, dokter, dan lain-lain, akan lebih aman jika kamu memiliki dana darurat.

Dana darurat adalah dana yang dikhususkan hanya untuk keperluan diluar perkiraan dan mendesak saja, karena dana darurat merupakan dana yang harus cepat ada ketika dibutuhkan, maka buatlah dana darurat dalam bentuk uang saja agar mudah cair, tidak disarankan dalam bentuk surat berharga atau barang mewah karena sedikit lama dalam pencairannya.

Dana darurat berbeda dengan tabungan maupun investasi, memang sama-sama “mengumpulkan uang” tapi tujuannya yang berbeda. Kalau kamu sekarang pengen beli mobil dan tidak punya uang, maka solusinya menabung untuk tujuan membeli mobil tersebut, begitu juga ketika kamu butuh biaya pendidikan, kesehatan, dan biaya-biaya lain yang kamu rencanakan.

Kalau investasi jelas, kamu ingin mengalirkan dengan tujuan untuk melibatgandakan keuangan kamu. Sedangkan kegunaan dana darurat seperti yang saya singgung di atas, yaitu untuk membiayai kebutuhan yang tak terduga, misalnya terjadi bencana, terkena PHK, mengalami kebangkrutan, dan musibah lainnya. Dengan adanya dana darurat, kamu juga akan lebih berani dalam membuat keputusan keuangan.

Lalu, apa sajakah alasan nyata yang membuat kamu harus punya dana darurat? Berikut ini ulasannya:

Sebelumnya, baca juga: Bisnis waralaba modal kecil.
5 Alasan Kenapa Kamu Harus Punya Dana Darurat

Tabungan Bocor dan Merusak Rencana Keuangan
Ada kalanya kamu akan menemui masalah yang tak terduga yang membutuhkan biaya, ketika hal tersebut terjadi, apa yang akan kamu lakukan? Tentu saja kamu akan menggunakan dana yang ada ditabungan, padahal kamu nabung untuk tujuan tertentu, dengan begitu rencana yang kamu susun akan terganggu.

Seperti yang kamu tahu, Indonesia merupakan salah satu Negara dengan potensi bencana yang cukup tinggi. Selain itu, ekonomi Indonesia juga sering terpuruk dengan adanya penurunan investasi asing, PHK massal dan sebagainya. Sangat kurang tepat jika kamu merasa aman saat ini, akan lebih baik kamu mengantisipasinya dengan membentuk dana cadangan.

Bagaimana jika tiba-tiba terjadi bencana yang memporak-porandakan tempat tinggal kamu, tentu butuh biaya renovasi yang tinggi. Bagaimana jika suatu saat kamu di PHK, apa bisa kamu langsung mendapatkan pekerjaan lain? Sulit, bukan. Lebih parahnya lagi, bagaimana jika usaha dan investasi yang kamu lakukan gagal, bisa depresi nantinya.

Menghindari Hutang
Ketika hal-hal buruk menimpa kamu, masih bagus jika kamu memiliki tabungan yang bisa menghandle, tapi bagaimana jika tabunganpun tidak ada? Atau tabungan tidak mencukupi untuk menghandle? Jika demikian maka jalan satu-satunya adalah dengan melakukan pinjaman. Padahal ketika kamu kesulitan keuangan dan kamu tetap melakukan pinjaman, hal tersebut sangat beresiko kedepannya, apalagi jika bunga bank cukup tinggi.

Kamu akan terjebak dalam keadaan “gali lubang tutup lubang” jika hal buruk yang menimpa kamu adalah kehilangan pekerjaan. Kalau kamu kehilangan pekerjaan, darimana kamu akan memperoleh penghasilan, kemudian gimana kamu akan melunasi cicilan hutang tersebut? Masih untung kalau kamu bisa dapat pekerjaan baru dengan cepat, lah kalau tidak?

Hal ini akan semakin repot ketika kamu sudah berkeluarga, yang notabene memiliki kebutuhan yang lebih besar daripada ketika masih single.
Advertisement


Waspadalah Ketika Kamu Memutuskan Untuk Pindah Kuadran
Pindah kuadran adalah istilah yang digunakan untuk menyebut seorang karyawan yang memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya dan memulai usaha sendiri. Hal yang dilakukan oleh seorang karyawan seperti ini sangat positif sekali, tapi jangan lupakan resiko kegagalannya. Sebaik apapun usaha yang akan dirintis, pasti memiliki risiko kegagalan.

Tidak hanya risiko kegagalan saja yang perlu kamu perhatikan, proses dalam memulai usaha pun perlu juga kamu perhatikan. Kalau kamu sekarang memulai usaha, apa usaha tersebut langsung bisa memberikan kamu keuntungan? Saya rasa tidak, suatu usaha baru dapat memberikan kamu penghasilan jika sudah berjalan dengan stabil, dan ini tentu saja membutuhkan waktu yang bervariasi tergantung strategi yang kamu jalankan.

Ketika usaha yang kamu jalankan belum bisa memberikan penghasilan, maka kamu juga tidak akan mendapatkan penghasilan apapun karena sudah keluar dari pekerjaan, belum lagi biaya operasi dari usaha yang kamu rintis, akan lebih rumit lagi jika kamu punya rencana untuk mengembangkan usaha tersebut, jelas butuh planning keuangan yang matang. Tapi dengan adanya dana darurat, ini akan membantu kamu untuk menyelesaikan permasalahan seperti ini.

Potensi Konflik Rumah Tangga
Point ini yang sangat saya khawatirkan, ketika kamu sudah berkeluarga, kemudian mengalami kesulitan uang akibat pengeluaran besar tak terduga, atau kehilangan pekerjaan sehingga tak ada pemasukan, padahal kebutuhan sehari-hari selalu ada saja, belum lagi jika kalian punya cicilan yang tiap bulan harus dibayar, tentu saja hal ini sangat berpotensi untuk memunculkan konflik rumah tangga kamu.

Dalam kondisi seperti ini tentu emosi semakin sulit terkendali, jika kamu tidak bisa menenangkan pikiran dan tak kunjung ada solusi, ini sangat gawat. Mau cari pinjaman? Hati-hati bisa terjebak kondisi gali lubang tutup lubang.

Menjaga Kesehatan Fisik dan Pikiran
Segala masalah yang menimpa kamu, sangat mungkin akan berpengaruh pada menurunnya kondisi fisik dan pikiran kamu. Jika hal ini terjadi maka kamu akan lebih sulit dalam mengatasi krisis keuangan tersebut, bukannya menyelesaikan masalah namun malah akan menambah permasalahan dan beban saja.

Saya enggak mau kalian mengalami hal-hal seperti di atas. Oleh karena itu, sekarang mulailah membentuk dana darurat sedikit demi sedikit, konsepnya sama dengan menabung tapi gunakanlah hanya untuk kebutuhan yang benar-benar mendesak dan gawat darurat, selain itu jangan pernah digunakan.

Jadi mulai saat ini, setidaknya pisahkan keuangan kamu menjadi tiga hal, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, untuk menabung, dan untuk membentuk dana darurat. Aturlah sedemikian ruga dengan proporsi yang menurut kalian tepat.

Selanjutnya: Cara mempersiapkan dana pensiun mulai masa muda.
----
Oke, itu saja ulasan saya tentang alasan kenapa kamu harus punya dana darurat. Semoga ulasan di atas bermanfaat dan membantu kamu dalam mengelola keuangan pribadi kamu dan keluarga. Salam sukses.