Tampilkan postingan dengan label SDM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SDM. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 November 2017

Cara Mengatasi Konflik Dalam Organisasi, Khususnya Bisnis

Cara Mengatasi Konflik Dalam Organisasi, Khususnya Bisnis – Di dalam organisasi apapun, baik itu organisasi kemasyarakatan, bisnis, dan sebagainya, pasti ada kalanya terjadi konflik. Hal ini wajar terjadi, selama organisasi itu memiliki struktur yang bertingkat (ada beberapa divisi), maka konflik sangat rentan terjadi.

Dengan adanya konflik organisasi, menurut pengamatan saya ada dua jenis dampaknya, yaitu dampak positif, ini terjadi jika dalam organisasi di isi oleh orang-orang yang mampu memelihara kedewasaannya. Yang kedua adalah sebaliknya, konflik akan berdampak negatif jika organisasi berisi orang-orang yang egois dan kurang mampu mengontrol kedewasaan.

Apa maksudnya kedewasaan? Di sini yang dimaksud kedewasaan adalah cara berpikir dan motif dari seseorang. Jika seseorang menyebabkan konflik karena atas dasar kepentingan perusahaan, maka itu dapat dikatakan cukup bisa memelihara kedewasaan, karena konflik seperti ini pasti mudah diselesaikan.

Sebaliknya jika konflik terjadi karena atas dasar keinginan pribadi yang tidak kesampaian, atau malah mudah emosi karena terlalu gengsi dan harga diri. Ini bisa dikatakan konflik yang tidak baik karena akan berdampak di luar pekerjaan juga, dan akan terbawa suasana ketika harus saling bekerjasama. Yang pada akhirnya konflik akan sulit diatasi.

Tapi positif negatifnya konflik yang terjadi, pasti ada solusinya untuk meminimalisirkan konflik. Yang jelas, fokus saja pada konflik negatif karena konflik positif malah bisa bermanfaat bagi perusahaan untuk saling mengoreksi dan mengevaluasi.

Nah, jika sekarang dalam organisasi atapun perusahaan kalian sedang terjadi konflik, atau untuk mengantisipasi terjadinya konflik, kalian bisa mencoba beberapa tips yang akan saya share di bawah ini. Berikut ulasannya:

Sebelumnya, baca juga: Cara menjadi pemimpin yang baik.

Cara Mengatasi Konflik Dalam Organisasi, Khususnya Bisnis
Jadilah Pemimpin Yang Baik
Jika saat ini kalian adalah seorang pimpinan, jika kalian ingin mengatasi konflik yang terjadi maka langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah dengan menjadi pemimpin yang baik terlebih dahulu. Kenapa? Alasan pertama adalah, bagaimana kamu akan menyelesaikan masalah jika tidak menjadi pemimpin yang baik. Kedua, konflik lebih sering terjadi karena pemimpin yang buruk.

Kenapa menyelesaikan konflik harus menjadi pemimpin yang baik terlebih dahulu? Ini karena konflik dalam organisasi harus diselesaikan dengan adil, bisa dengan cara mediasi antar pihak atau cara lainnya. Dan pemimpin yang baik wajib melakukan ini, bayangkan saja jika pemimpin tidak bisa memediasi konflik, jelas konflik itu sendiri akan semakin parah.

Benarkah konflik sering disebabkan oleh pemimpin yang buruk? Dari pengamatan saya, iya. Sebagai contoh, pemimpin yang buruk akan memperlakukan bawahan tidak baik, dan itu bisa menyakiti hati bawahan. Hal ini tentu akan berpengaruh pada mental bawahan hingga bawahan tersebut bisa berkinerja dan bekerjasama dengan tidak baik pula.
Advertisement

Lebih parah lagi, jika pemimpin divisi A memperlakukan tidak baik bawahan divisi B, dan bawahan tersebut mengadu pada pimpinan B, kemudian pemimpin B balas dendam pada bawahan divisi A, ujung-ujungnya hanya akan memperpanjang konflik yang terjadi.

Membuat Peraturan Yang Masuk Akal, Alasan Jelas
Pada kenyataannya, peraturan yang dibuat dengan tujuan mengatur tiap individu di dalam organisasi, justru malah bisa menyebabkan konflik. Hal ini terjadi karena peraturan yang dibuat tidak tepat, dan para bawahan menganggapnya tidak masuk akal. Setidaknya, hal ini akan menciptakan konflik dalam diri para bawahan.

Untuk baiknya, sebisa mungkin hindari peraturan yang terlalu dipaksakan, misalnya demi memperoleh omzet yang besar, karyawan di larang cuti di hari-hari tertentu, penambahan jam kerja tanpa ada kompensasi. Di tambah lagi, jangan biarkan ada divisi yang membuat peraturan karena ingin balas dendam.

Ya, kadang ada lho divisi yang membuat peraturan atas dasar keinginan untuk balas dendam. Misalnya, divisi SDM memiliki peraturan siapa yang telat berangkat kerja maka harus bersih-bersih kantor (ini sebenarnya peraturan yang baik), kemudian pemimpin divisi keuangan terlambat dan di hukum. Karena tidak terima, pemimpin keuangan tersebut lalu membuat peraturan siapa yang telat melaporkan anggaran harus di hukum angkat berkas keuangan.

Sebenarnya pembuatan peraturan oleh pemimpin keuangan itu baik, tapi motifnya yang tidak baik, dan peraturan seperti ini hanya akan tidak adil pelaksanaannya karena yang diincar hanya divisi SDM saja. Lebih parah lagi jika divisi SDM merasa bahwa divisi keuangan ingin balas dendam seperti itu, pasti konflik akan tercipta.

Ketahui Fungsi dan Peranan Masing-masing
Setiap individu pada divisi masing-masing tentu memiliki fungsi dan peranannya di dalam organisasi. Jika tidak ada pemahaman akan fungsi dan peran ini, bisa jadi beberapa individu dapat menyebabkan konflik. Sebagai contoh, individu dalam divisi A yang terlalu ikut campur pada divisi B, atau sebaliknya. Hal ini akan memicu konflik yang berkepanjangan seperti contoh di atas. Kamu sebagai pemimpin wajib membatasi dengan tegas fungsi dan peran per divisi ini.

Contoh lain, jika antar divisi yang niatnya minta tolong tapi dengan cara seperti memberi perintah, jelas yang seperti ini akan menjadi api di dalam organisasi. Coba bayangkan kamu dimintai tolong tapi dengan cara seperti memberi perintah oleh divisi lain? Apalagi dengan nada dan cara bicara yang tidak mengenakkan.

Kebersamaan Adalah Intinya
Pada dasarnya konflik itu sangat rentan terjadi, bahkan dapat dipicu oleh alasan-alasan yang sepele serta tak terduga. Oleh karena itu, sering-seringlah membuat acara atau kegiatan bersama. Hal ini dapat mencairkan suasana dan mengakrabkan antar divisi. Orang yang sudah saling akrab, akan lebih sulit untuk saling berkonflik. Jikapun terjadi konflik, maka konflik itu bisa diselesaikan dengan mudah.

Selanjutnya: 5 kesalahan persepsi bisnis yang perlu dibenahi.
-----
Oke ya, itulah beberapa cara mengatasi konflik dalam organisasi khususnya bisnis. Semoga cara-cara sederhana di atas bermanfaat dan mampu meredamkan konflik yang terjadi. Jangan lupa untuk share artikel ini juga ya, thanks dan salam sukses.

Kamis, 09 November 2017

Pentingnya Memberi Waktu Istirahat Yang Cukup Untuk Karyawan Kamu

Pentingnya Memberi Waktu Istirahat Yang Cukup Untuk Karyawan Kamu – Ada kata bijak yang mengatakan bahwa “tak capek pun perlu istirahat”, kata tersebut memang sangat benar adanya. Sebagai manusia normal, wajar jika rasa capek itu muncul, terlebih lagi jika capek tersebut muncul karena bekerja yang memiliki tanggungjawab tersendiri, maka istirahatlah yang cukup.

Memaksakan tenaga untuk bekerja, lebih sering tidak menghasilkan efek yang baik. Bahkan, justru tidak hanya berdampak pada kualitas kerja, namun juga berdampak pada kondisi fisik serta mental seseorang. Bagi kalian yang merupakan karyawan atau karyawati, mengatur waktu istirahat memang perlu melihat-lihat kebijakan dari perusahaan, saya yakin kadang kala kalian pasti terpaksa memaksakan tenaga untuk bekerja, benar tidak?

Beda lagi jika posisi kalian saat ini adalah pembuat kebijakan, maka jangan asal membuat peraturan terkait istirahat karyawan, termasuk cuti, izin, dan sebagainya. Bisa jadi peraturan yang kamu buat bagus untuk kamu, tapi belum tentu untuk karyawan karyawati dari perusahaan yang kamu pimpin.
Istirahat yang tidak cukup setidaknya akan mempengaruhi dua hal, yaitu kualitas kerja dan dampak fisik serta mental dari karyawan/i.

Baca juga: Bagaimana caranya menjadi pemimpin yang baik.

Pentingnya Memberi Waktu Istirahat Yang Cukup Untuk Karyawan Kamu

Dampak Istirahat yang Tidak Cukup
Dari segi kualitas kerja, bisa kalian bayangkan sendiri ketika seseorang bekerja dengan kondisi kecapean, penuh tekanan, atau bahkan dalam kondisi mengantuk, tentu saja hasil pekerjaan sangat rentan akan kesalahan-kesalahan. Dan yang perlu diperhatikan pula adalah batasan setiap orang yang berbeda-beda di mana setiap kecapean dan tekanan tersebut akan mempengaruhi seseorang dengan berbeda pula.

Sedangkan dari sisi fisik dan mental, tentu kecapean kerja dapat membuat sakit seseorang yang pada akhirnya juga akan mempengaruhi kualitas kerja. Dan yang sangat berbahaya adalah jika mental seseorang sudah memburuk karena bekerja terlalu capek. Penyakit mental condong dimulai dari batin, misalnya batin-batin negatif seperti “duh, kok kerjaan gak selesai-selesai”, “kapan saya istirahatnya”, bla bla bla.

Jika penyakit mental seperti ini sudah terjangkiti, pada akhirnya akan mempengaruhi semangat dalam bekerja. Jika semangat sudah menurun seperti itu, lalu bagaimana mereka akan berperan apik dalam pengembangan bisnis kamu? Oleh karena itu, kamu sebagai atasan wajib memastikan bahwa karyawan kamu memiliki waktu istirahat yang cukup. Bagaimana caranya? Simak ulasan di bawah ini untuk mengetahuinya:

Jeda Istirahat yang Cukup di Hari Kerja
Di perusahaan swasta di indonesia, jam kerja normal dalam satu hari adalah 9 jam, dimulai dari jam 8 hingga jam 5 sore dengan waktu istirahat normalnya selama 2 jam. Nah, waktu istirahat dua jam ini, menurut saya pribadi sudah sangat ideal, jadi jam kerja efektifnya dalam satu hari hanya 6 jam. Waktu dua jam ini bisa kamu bagi menjadi dua sesi, sesi pertama jelas ketika istirahat siang, idealnya mulai jam 11.30 hingga 13.00, kemudian istirahat kedua dimulai jam 15.00 sampai 15.30.

Pada dasarnya, waktu istirahat ini jamnya bisa kamu flexsibelkan, yang penting cukup saja, jika tidak bisa memberi waktu istirahat dua jam, minimal ya 1,5 jam. Yang jelas, hindari memberikan waktu istirahat yang kurang spesifik, contohnya adalah memberikan jam istirahat ketika adzan dhuhur tiba, lhah adzan ini waktunya tidak menentu, yang pada akhirnya akan mengurangi jam istirahat efekti.
Advertisement

Jatah Cuti yang Adil dan Wajar
Sewajar-wajarnya jatah cuti adalah sebanyak 12 kali dalam satu tahun, menurut saya ini sudah paling minimal yang harus diberikan kepada para bawahan, termasuk kamu juga yang perlu istirahat cuti. Memang sih jika menurut penelitian, capek di hari ini tidak bisa diobati dengan istirahat di hari berikutnya. Tapi dengan adanya cuti yang cukup ini dapat merefresh kembali pikiran serta mental karyawan.

Tapi dengan syarat, jatah cuti harus kalian atur sedemikian rupa sehingga tidak terlalu banyak karyawan yang mengambil cuti di waktu berbarengan yang malah akan mengganggu kinerja perusahaan. Buatlah jatah cuti dengan membagi waktu dalam satu tahun menjadi dua semester, semester pertama mulai januari sampai juni dengan jatah cuti sebanyak 6 kali, dan semester dua adalah sisanya.

Buatlah peraturan bahwa cuti harus diambil dalam semester berkaitan, dan tidak bisa diganti di semester selanjutnya, serta dalam satu bulan maksimal cuti selama 2 kali. Dengan begitu, karyawan akan secara konsisten mengambil cuti dengan rentan waktu yang pas yang bisa merefresh pikiran dan mental mereka dengan efektif. Ini hanya saran saja, bisa kalian kondisikan sesuai kebutuhan dari perusahaan kamu.

Jangan Lupa Diberi Libur Mingguan
Selain cuti tersebut, jangan lupa untuk memberi jatah libur minimal 1 kali dalam satu minggu, jangan sampai ada yang belum libur dalam 1 minggu hari kerja, kenapa? Percayalah bahwa memaksakan tenaga untuk bekerja itu tidak baik. Jika pun harus ada yang tidak mendapat jatah libur dalam satu minggu, berilah kebijakan untuk mengganti liburnya di minggu berikutnya, setidaknya pikiran dan mental tidak terlalu terbebani oleh tekanan kerja.

Beri Waktu Libur di Hari-hari Khusus
Pernah melihat orang yang masih bekerja ketika hari raya idul fitri? Pasti sudah pernah dong, biasanya terjadi di supermarket ataupun di industri kuliner. Apa yang kalian rasakan ketika melihat mereka bekerja? Kalau saya agak kasian juga, seolah-olah mereka tidak memiliki keluarga saja untuk bersama-sama merasakan hari kemenangan mereka. Tapi, apa boleh buat jika itu memang tuntutan dari sebuah profesi, tanpa adanya mereka yang bekerja di hari khusus seperti itu, mungkin kita juga yang akan merasakan dampaknya.

Nah, jika seandainya kamu memiliki bisnis dimana harus membuka dan memperkerjakan karyawan di hari spesial seperti itu, hendaklah bijak dalam memilih siapa yang harus bekerja dan siapa yang bisa libur. Perhatikan beberapa faktor seperti: usia, kepentingan mereka jika memang sudah berkeluarga, masa mengabdi, dan lain-lain.

Jika saya, maka saya pasti akan memilih karyawan dengan pertimbangan 1) yang baru bergabung di perusahaan karena belum pernah merasakan kerja di hari libur spesial, 2) Ibu rumahtangga atau bukan, 3) sudah menikah atau belum, dll. Cobalah untuk mengusahakan kepentingan keluarga mereka terlebih dahulu ketimbang mementingkan ego kita untuk memperoleh laba, jika memang tidak ada yang bisa masuk kerja, ada baiknya jangan dipaksakan, biarlah mereka bercengkrama dengan keluarga mereka masing-masing.

Selanjutnya: Cara mempertahankan karyawan yang berbakat.
-----
Oke ya, itulah beberapa pembahasan dari saya terkait pentingnya memberi waktu istirahat yang cukup untuk karyawan kalian semuanya. Semoga pembahasan di atas bermanfaat dan memberikan wawasan baru. Jangan lupa untuk share artikel ini juga ya, thanks dan salam sukses.

Selasa, 24 Oktober 2017

Bagaimana Caranya Menjadi Pemimpin Yang Baik? Ini Rahasianya

Bagaimana Caranya Menjadi Pemimpin Yang Baik? Ini Rahasianya – Menjadi seorang pemimpin tentu memiliki beban dan tanggungjawab yang berat, kadang seorang pemimpin menjadi frustasi karena kesulitan dalam memimpin anak-anak buahnya. Tak jarang pula, seorang pemimpin justru kehilangan rasa hormat dari bawahannya karena dianggap salah dalam menerapkan cara memimpin. Ketidak harmonisan pemimpin dengan bawahan ini hanya akan menciptakan “perintah”, bukan “kerjasama”.

Perintah hanya sebatas dijalankan, baik buruknya hasil lebih sering tidak diprioritaskan. Tapi dengan kerjasama, hasil baik akan selalu diprioritaskan. Di organisasi apapun, seorang pemimpim memiliki peran vital, berhasil atau gagal suatu organisasi dalam melakukan tugas, itu tergantung bagaimana pemimpin memandu bawahannya.

Begitu juga di dunia bisnis. Kadang kala, kegagalan bukan disebabkan karena salahnya strategi, tapi karena salahnya menerapan strategi tersebut. Dan dalam penerapan strategi ini, seorang pemimpin memiliki peran penting karena karyawan berkualitas tinggipun akan tumpul tanpa pemimpin yang baik.

Nah, bagi kalian yang saat ini telah menjadi pemimpin, atau sedang memproyeksikan diri menjadi pemimpin masa depan, cobalah beberapa cara yang akan saya share di bawah ini untuk menjadi pemimpin yang baik:

Sebelumnya, baca juga: Cara mengatasi karyawan yang malas, bandel, dan sulit diatur.

Bagaimana Caranya Menjadi Pemimpin Yang Baik? Ini Rahasianya

*Perhatian: Artikel ini saya buat berdasarkan pengalaman saya pribadi. Jika kalian merasa terpojokkan dengan isi artikel di halaman ini, kalian tidak harus melanjutkan membaca dan silahkan segera meninggalkan halaman ini.

Jadilah Bawahan Yang Baik Terlebih Dahulu
Kenapa menjadi bawahan terlebih dahulu sangat penting untuk menjadikan kamu seorang pemimpin yang hebat? Yap, karena dengan menjadi bawahan kalian bisa mengamati sambil belajar menjadi pemimpin. Tidak hanya mengamati yang baik-baik saja, bisa juga mengamati keburukan pemimpinmu untuk dijadikan pelajaran.

Kalian sebagai bawahan, tentu lebih mengerti seperti apa gaya pemimpin yang paling kamu inginkan. Sehingga ketika kamu menjadi pemimpin, lakukanlah seperti yang bawahan mau. Walaupun tentu saja harus ada batasnya sejauh apa kamu ingin memanjakan bawahanmu. Tapi setidaknya, di sini kamu tau bagaimana pemimpin yang nyebelin dan mana pemimpin yang asyik.

Membahas Masalah Bersama, Jangan Egois dan Sok Berkuasa
Di dalam organisasi apapun yang memiliki orientasi dan visi misi, pasti memiliki langkah dan strategi untuk mencapainya. Dalam usaha pencapaiannya tersebut pasti timbul masalah yang perlu diselesaikan. Nah, seorang pemimpin yang buruk (menurut saya) akan memutuskan solusi tanpa berdiskusi dengan bawahannya selaku pelaksana, dan sebaliknya pemimpin yang baik akan selalu berdiskusi terlebih dahulu sebelum membuat keputusan.

Pemimpin memang pihak yang memiliki wewenang untuk memutuskan, tapi tidak lantas memutuskan seorang diri yang terkesan egois dan memaksa. Alangkah baiknya jika didiskusikan terlebih dahulu dengan para bawahannya. Di sini kamu harus mengambil hati bawahan, jangan sampai terkesan memaksa bawahan walau kamu memang bisa melakukannya.

Dan yang terpenting adalah, jangan egois dan merasa sok berkuasa walau memang kamu penguasa. Jika keputusan salah, revisi dengan senang hati, jangan malah lebih memaksa keputusan yang salah tersebut.

Jangan Plin-Plan dan Tepatilah Janji
Seorang pemimpin harus tegas dalam hal apapun, ini termasuk dalam menegakkan peraturan, memutuskan sesuatu, dan bertindak. Jika kamu plin-plan, bagaimana seorang bawahan akan mengikuti kamu? Saya juga pernah menjadi bawahan, dan tahu bagaimana rasanya mengikuti atasan yang tidak jelas dalam memberi instruksi, plin plan dalam memberikan keputusan, dan bahkan tidak bisa memegang janjinya dengan baik.
Advertisement

Yang paling sering terjadi adalah di mana seorang pemimpin plin plan dalam memberi instruksi dan keputusan. Hal ini tentu akan memberikan kebingungan kepada bawahannya, dan yang jelas akan menurunkan kepercayaan kamu pada bawahan itu sendiri. Yang pada akhirnya, kelama-lamaan setiap instruksi maupun keputusan dari pemimpin akan di anggap remeh.

Point ini berkaitan dengan point sebelumnya yang telah di bahas, yaitu membahas permasalahan bersama, jangan egois dan sok kuat. Hal tersebut mampu menurunkan ke-plin planan seorang pemimpin, jika pun harus mengubah keputusan maupun instruksi, setidaknya kamu sudah membahas bersama dan saling tukar pendapat.

Jika Menegur, Jangan Dihadapan Banyak Orang
Tugas seorang pemimpin memang menjadi orang yang maju di baris depan di medan perang, serta membimbing dan mengarahkan para bawahannya. Dalam hal membimbing dan mengarahkan, pemimpin seringkali melakukan dengan cara memberi nasehat serta menegur, nah dalam melakukannya ini seringkali seorang pemimpin menggunakan cara yang salah sehingga nasehat maupun teguran hanya sebatas omongan tak berarti yang malah akan menyakitkan hati bawahan.

Nasehat dan teguran seperti apa yang bisa menyakitkan hati? Jawabannya adalah nasehat dan teguran yang dilakukan di hadapan banyak orang. Ya, ini seringkali menyakitkan hati jika tidak dilakukan dengan baik. Bisa kamu bayangkan sendiri ketika kamu melakukan kesalahan dan langsung ditegur, disalah-salahkan, atau bahkan di maki-maki dihadapan banyak orang, atau dihadapan teman kamu sendiri? Jika tidak sakit hati, setidaknya akan memunculkan perasaan yang aneh.

Lalu apa solusinya? Gampang, tinggal kamu panggil bawahan yang perlu diberi nasehat atau teguran tersebut ke ruangan kamu, atau jika memang harus dilakukan di lapangan, maka lakukan dengan cara berbisik, jangan sampai orang lain mendengarkannya. Sederhana sih, tapi coba kamu praktekkan, pasti akan memberikan kesan positif dari bawahan ke kamu.

Tempatkan Kebijakan Diatas Peraturan
Peraturan diciptakan untuk menciptakan keteraturan, sedangkan kebijakan merupakan gambaran dari hati nurani. Jadi, menurut saya sudah sewajarnya jika kamu menempatkan kebijakan di atas peraturan. Peraturan memang baik untuk diciptakan dan dilaksanakan, tapi jika peraturan tersebut sudah menabrak hati nurani, apa masih harus dijalankan? Saya kira tidak.

Ada banyak sekali contoh yang bisa kamu terapkan untuk mengutamakan kebijakan daripada peraturan, dari hal kecil sampai dengan besar. Contoh sederhananya, jika kamu memberikan hukuman push up, anulir hukuman tersebut untuk orang yang sedang sakit atau patah tangan, jika perusahaan kamu menerapkan jam malam, anulir peraturan tersebut untuk ibu-ibu yang memiliki balita, dll.

Menjadi pemimpin memang bisa menciptakan dilema tersendiri, kadang kebijakan seperti itu juga bisa menimbulkan rasa iri pada bawahan lainnya. Nah, ini tugas kalian juga bagaimana menciptakan budaya yang mewajarkan kebijakan di atas peraturan, tidak pukul rata. Bisa kalian coba dengan menerapkan secara perlahan-lahan terlebih dahulu.

Jadilah Tauladan yang Baik
Setinggi apapun jabatan kamu, akan terasa sia-sia jika tidak ada rasa hormat dari bawahan, jika hanya rasa takut yang ada pada bawahan, apa hebatnya? Nah, rasa hormat ini bisa kamu ciptakan kok, gampang sih tapi perlu hati yang lapang dan konsistensi. Selain dengan melakukan point-point di atas yang sudah dijelaskan, pada intinya kamu perlu juga memberikan tauladan atau contoh yang baik kepada para anak buah kamu, mulai dari yang kecil hingga besar.

Simple aja kok, mulai dari ibadah yang tertib, berkata jujur dan tidak munafik, lemah lembut dan tidak berprilaku brutal. Berperilaku yang bisa memberikan contoh seperti ini pasti bisa menumbuhkan rasa hormat kepada atasan, yang akan berdampak pada terciptanya keharmonisan di tempat kerja, ujung-ujung pasti kinerja juga kan meningkat, silahkan dicoba!

Selanjutnya: Baca juga: 5 kebiasaan kecil yang akan membuat kamu sukses.
----
Oke ya, itulah beberapa cara bagaimana menjadi pemimpin yang baik serta di hormati oleh bawahan. Semoga pembahasan pada artikel di atas bermanfaat dan menambah wawasan untuk kalian semuanya. Jangan lupa untuk share artikel ini juga ya, thanks dan salam sukses.

Kamis, 06 Oktober 2016

Cara Mempertahankan Karyawan Berbakat Agar Tidak Pergi Dari Perusahaan

Cara Mempertahankan Karyawan Berbakat Agar Tidak Pergi Dari Perusahaan – Memiliki karyawan berbakat, terbaik, dan berkualitas tinggi merupakan suatu anugrah bagi seorang pengusaha, rasanya akan sangat disayangkan jika karyawan tersebut harus pergi. Apalagi, dari dulu hingga sekarang mencari karyawan yang berbakat dan berkualitas tinggi itu sulit, begitu kamu dapet karyawan seperti yang kamu inginkan tetap saja ada resiko bahwa mereka suatu saat akan keluar dari perusahaan.

Yang paling berbahaya dari keluarnya karyawan berbakat adalah jika mereka keluar dan bergabung dengan perusahaan pesaing, mereka tentu mengetahui kelebihan dan kelemahan dari perusahaan sehingga mereka berpotensi menggunakan hal tersebut untuk melawan kamu. Hal ini tentu bikin kamu ketar ketir.

Tentu bagi seorang pengusaha akan sangat merugikan jika harus kehilangan karyawan terbaiknya, oleh karena itulah sudah sepatutnya kamu berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan mereka. Tapi perlu dicatat, cara mempertahankannya jangan sampai memohon-mohon, cara tersebut sangat tidak pantas untuk dilakukan karena masih ada cara elegan yang bisa kamu coba.

Nah, apa sajakah cara-cara mempertahankan karyawan berbakat, terbaik, dan berkualitas tinggi itu? Berikut ulasannya:

Sebelumnya, baca juga: Cara merekrut karyawan yang berkualitas tinggi.

Cara Mempertahankan Karyawan Berbakat Agar Tidak Pergi Dari Perusahaan

Selalu Memberi Peluang
Saya kira tidak ada karyawan yang mau mengerjakan hal itu-itu saja, setiap karyawan saya yakin memiliki ambisi untuk berkembang dan memegang tanggungjawab yang lebih besar. Jika tidak ada perkembangan dalam beberapa tahun, sangat mungkin mereka akan mengalami kebosanan dan akhirnya berhenti bekerja di perusahaan tersebut.

Hal seperti di atas cukup sering terjadi, terutama bagi karyawan yang ekonominya sudah terbilang stabil. Karyawan berbakat dengan kondisi keuangan yang stabil seperti ini sudah tidak menomorsatukan gaji, tapi hal utama yang mereka inginkan adalah perkembangan, perkembangan, dan perkembangan. Pertanyaannya, perkembangan yang seperti apa? Jelas, perkembangan yang dimaksud adalah perkembangan dari sisi kemampuan teknis/non-teknis dan pengalaman.

Dalam kondisi seperti itu, peluang seperti apa yang bisa diberikan oleh seorang pengusaha? Pertama, kamu bisa mengadakan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kemampuan mereka, bisa juga memberikan peran dan mendelegasikan tugas yang lebih besar, atau beri kenaikan jabatan. Hal-hal semacam itu akan sangat memotivasi mereka.

Budaya dan Lingkungan Kerja
Budaya dan lingkungan kerja diciptakan oleh gaya manajemen dari suatu perusahaan, setiap keputusan manajemen akan mempengaruhi budaya dan lingkungan kerja itu sendiri. Dampaknya, semua pihak dalam perusahaan itu mau tak mau harus mengikutinya. Jika gaya manajemen diterima dengan baik oleh karyawan, maka hal itu akan sangat bagus, tapi kalau sebaliknya maka akan membuat karyawan di perusahaan itu merasa tidak nyaman.

Budaya dan lingkungan kerja banyak bentuknya, misalnya bagaimana cara kerja perusahaan itu, bagaimana kinerja itu dinilai, transparansi dalam kenaikan jabatan, cara menghadapi persaingan bisnis, bagaimana komunikasi, dan rasa saling kepercayaan dibangun, serta masih banyak lagi.

Memang sulit jika harus menciptakan sistem yang diterima oleh semua orang, namun kamu bisa meminimalisirnya. Caranya, ketika akan membuat aturan atau kebijakan, sebisa mungkin libatkan karyawan yang bersangkutan, selain itu ada baiknya kamu melakukan survei atau semacamnya untuk mengetahui kepuasan karyawan terhadap budaya dan lingkungan kerja. Dengan begitu, kamu memiliki potensi besar untuk mempertahankan karyawan terbaik kamu.
Advertisement


Jaga Reputasi Perusahaan
Jika tidak terpaksa, saya yakin tidak ada karyawan yang mau bekerja di perusahaan dengan reputasi yang buruk, dan karyawan berbakat itu tidak ada kata terpaksa karena mereka memiliki kemampuan yang banyak dicari perusahaan lain. Jadi, begitu perusahaan kamu dicap dengan reputasi buruk, ada potensi besar karyawan-karyawan berbakat kamu akan keluar.

Sudah jelas ya, reputasi buruk membuat mereka tidak nyaman dan tidak PD untuk tetap bekerja di perusahaan. Sebaliknya, jika mereka bekerja di perusahaan dengan reputasi baik, di situ ada suatu kebanggaan yang begitu besar, apalagi jika perusahaan kamu memiliki brand yang populer, saya yakin karyawan akan berpikir ulang kali untuk berhenti bekerja di perusahaan kamu.

Dengan menjaga reputasi perusahaan tetap baik, kamu benar-benar memiliki potensi besar untuk mempertahankan karyawan berbakat yang kamu miliki. Selain mereka merasa PD dan nyaman, mereka juga percaya bahwa perusahaan dengan TOP reputasi dapat memberikan mereka karir yang bagus di masa depan.

Gaji, Tunjangan, dan Komisi Yang Kompetitif
Tidak semua karyawan berbakat dan terbaik itu sudah memiliki keuangan yang stabil, sangat mungkin mereka masih mengejar gaji yang lebih tinggi dari rata-rata, apalagi masalah keuangan ini sering menjadi senjata bagi para pesaing untuk mencuri karyawan kamu, jadi kamu memang perlu untuk mempertimbangkan memberi gaji, tunjangan, atau komisi yang lebih tinggi dari perusahaan lain.

Tapi yang jelas, kamu wajib memberikan gaji, tunjangan, dan komisi diangka rata-rata atau UMR, karena bagaimanapun mereka juga punya kebutuhan sehari-hari yang harus dipenuhi, apalagi jika mereka sudah berkeluarga.

Manfaat Lebih Yang Dapat Diperoleh Karyawan
Ini adalah cara mempertahankan karyawan berbakat dan terbaik yang terakhir, dan cara ini terbukti telah dilakukan oleh perusahaan-perusahaan TOP dunia seperti Google, dan cara ini bisa kamu tiru dengan mudah. Cara ini mengedepankan kepuasan karyawan.

Contohnya, mengadakan kegiatan yang melibatkan keluarga karyawan seperti berwisata bersama, ini akan sangat membuat karyawan bahagia karena dapat menghemat keuangan sekaligus bersenang-senang dengan keluarga.

Contoh lainnya, menyediakan makan siang di kantor secara gratis, atau memperbolehka karyawan untuk membawa binatang peliharaan atau tanaman favoritnya, bisa juga dengan memberikan keleluasaan untuk memilih tempat bekerja. Hal-hal seperti ini benar-benar akan membuat para karyawan betah di perusahaan kamu.

Mungkin akan membutuhkan biaya yang jauh lebih mahal, namun saya yakin kinerja karyawan dapat meningkat, yang sebelumnya berbakat menjadi super berbakat alhasil keuntungan dan berkembangan perusahaan pun juga akan meningkat.

Selanjutnya: 5 cara mengatasi karyawan yang malas, bandel, dan sulit diatur.
----
Oke ya, itulah sedikit ulasan tentang cara mempertahankan karyawan berbakat, terbaik, dan berkualitas tinggi agar tidak pergi dari perusahaan kamu. Saya harap ulasan di atas bermanfaat dan membantu kamu untuk mencegah hengkangnya karyawan favorit dan tercinta. Jangan lupa share artikel ini juga ya, thanks dan salam sukses.

Senin, 26 September 2016

5 Kebiasaan Yang Bisa Membuat Wanita Sulit Sukses dan Berkembang

5 Kebiasaan Yang Bisa Membuat Wanita Sulit Sukses dan Berkembang – Pria dan wanita memang secara alamiah ditakdirkan memiliki perbedaan-perbedaan yang mencolok, ada lebih banyak pria yang lebih sukses ketimbang wanita, apakah pria lebih hebat? Ini tergantung sudut pandang setiap orang, yang jelas wanita tidak kalah dengan pria, dan memiliki potensi yang sama untuk sukses.

Memang perlu diakui kalau ada lebih banyak pria yang sukses daripada wanita, tapi tidak sedikit pula wanita yang mampu meraih kesuksesannya. Kalau saya lihat dari para wanita sukses ini, saya melihat ada keberanian di dalam dirinya, keberanian mengambil risiko, keberanian berkorban, dan keberanian untuk action.

Bagi kalian para wanita, saya yakin kalian pernah melihat atau mendengar cerita wanita yang sukses berkarir, memiliki posisi yang strategis, atau sukses berbisnis, pernah tidak sih berpikir kenapa mereka bisa sukses seperti itu? Dan kenapa bagi kalian terasa sangat sulit untuk mencapainya? Jawabannya simple sekali, sebenarnya kamu mampu, hanya saya mungkin kalian memiliki kebiasaan yang bisa membuat kamu sulit untuk sukses dan berkembang.

Kebiasaan apa sajakah itu yang bisa membuat kalian sulit untuk sukses dan berkembang? Jawabannya ada di bawah ini, selamat menyimak:

Sebelumnya, baca juga: 5 kebiasaan kecil yang akan membuat kamu sukses.

5 Kebiasaan Yang Bisa Membuat Wanita Sulit Sukses dan Berkembang

*PERHATIAN: Jika isi dari tulisan ini memojokkan Anda, berhentilah membaca dan segera tinggalkan halaman ini.

Membiarkan Orang Lain Terlalu Mengaturmu
Beberapa hal memang mengikat wanita untuk mengikuti aturan dan kewajibannya, masalah agama, adat istiadat, dan kebiasaan memang tak sepantasnya kamu melanggar. Tapi untuk hal lain, kamu perlu untuk memfilter mana yang baik dan buruk, jangan biarkan orang lain terlalu mengatur kehidupan yang kamu miliki.

Kamu ingin tegas dalam bertindak, tapi takut dibilang galak, kamu ingin mengambil pendidikan lebih tinggi tapi takut gak ada waktu buat si pacar, kamu pengen ngembangin hal yang kamu suka tapi takut pacar gak suka, pengen ini takut itu, pengen itu takut ini, lah bukannya itu sama saja orang lain mengatur kehidupan kamu? Kalau gitu kapan kamu akan berkembang?

Ada baiknya kamu kesampingkan terlebih dahulu hal-hal yang kamu takutkan tersebut, berilah pemahaman yang baik kepada orang yang “mengatur” kamu itu, selama itu adalah hal yang positif saya yakin mereka akan mengerti kamu, toh itu juga untuk kebaikan kehidupan kamu sendiri.

Terlalu “Hobi” Mengkritik Diri Sendiri
Ini yang sering bikin wanita baper dengan mengkritik diri sendiri, wajah dikritik item, ada jerawatnya, lemak dikritik, kurang tinggi dikritik, tidak PD dengan kemampuan yang dimiliki, merasa paling lemah.. OMG, stop doing that, come on, Tuhan menciptakan manusia dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing, daripada kamu mengkritiki diri sendiri hingga takut berdiri di depan cermin, lebih baik kamu fokus lagi ke kelebihan yang kamu miliki.
Advertisement


Percayalah, kamu lebih baik daripada yang kamu pikirkan, jangan terlalu memikirkan kelemahan yang hanya melemahkan kelebihan kamu, tapi sebaliknya fokus ke kelebihan yang bisa menutup kelemahan kamu, begitu baru bagus!

Tapi Lebih “Hobi” Lagi Mengkritik Orang Lain
Hayo ngaku siapa yang hobinya mengkritik orang lain atau bahasa kasarnya gosipin orang lain? Pasti sering lah ya gosipin orang lain, biasa wanita kalau gak ngegosip berasa ada yang kurang gitu, hehe. Ada orang berdandan aneh digosipin dan diketawain, gendut digosipin, berperilaku aneh digosipin, ada yang lebih cantik masih digosipin, apalagi yang punya cowok lebih ganteng, pasti tak luput dari digosipin. Iya gak?

Tapi girls, membiarkan kebiasaan ngegosip bener-bener kebiasaan yang kurang positif bagi kalian, malah terkesan iri. Boleh saja kalian mengomentari orang lain, tapi lakukan sekilas dan secukupnya saja, jangan lakukan berlebihan, lebih baik kamu gunakan waktumu untuk hal yang lebih positif seperti menjalin hubungan bisnis, meningkatkan produktifitas, atau belajar, hal tersebut jauh lebih bermanfaat untuk melangkah ke tangga kesuksesan daripada ngegosip.

Pengen Maju Tapi Terlalu Banyak Berpikir
Satu kelebihan dari seorang wanita adalah mampu memikirkan sesuatu hal dengan kritis dan mendetail, tapi kalau sudah over dan lebay juga tidak baik, malah terkesan takut dalam bertindak. Biasanya wanita malah akan terlalu banyak berpikir jika mendapat kesempatan untuk maju jika kesempatan itu harus mengorbankan sesuatu.

Dapat tawaran naik jabatan tapi di luar kota, pasti banyak pikiran gimana pacar, teman-teman, dan keluarga yang ditinggalkan, apalagi kalau kalian sudah punya anak dan suami. Dapet tawaran beasiswa juga tidak diambil karena alasan yang sama di atas.

Terlalu Apa Adanya
Nah ini yang sedikit lucu dari para wanita, biasanya wanita itu tidak mau ribet dengan hal-hal yang sulit dilakukan, walaupun sebenarnya mau tapi tetap aja gak dilakukan. Misalnya, pengen naik gaji tapi sungkan untuk meminta atau tau gajinya terlalu rendah tapi tidak mau ribet negosiasi dengan atasan.

Bersyukur itu memang bagus, tapi kalau sudah pake “terlalu” yang terkesan menyerah itu juga tidak baik. Ayo dong girls, jangan terlalu menerima keadaan, kalau pacar kamu galak atau berperilaku menyimpang, dengan lembut kasih teguran dong, jangan mau menerima gitu aja, apalagi jika ada orang yang berperilaku semena-mena kepada kalian, jangan mau ya!

Apa Yang Harus Kamu Lakukan?
Well, kamu sudah tau kebiasaan-kebiasaan apa saja yang bisa membuatmu sulit sukses, jika kamu masih muda segera ubah kebiasaan tersebut, bagi yang sudah berumur tetap saja tidak ada kata terlambat karena kesuksesan bisa dicapai siapa saja. Jangan takut mencoba, setiap usaha positif pasti berdampak positif pula, bahkan jika kamu gagal pun itu merupakan pembelajaran yang sangat-sangat berharga.

Selanjutnya: Kiat sukses ala B.J. Habibie yang wajib kamu terapkan.
----
Nah, itulah ulasan tentang 5 kebiasaan yang bisa membuat wanita sulit sukses dan berkembang. Semoga ulasan di atas bermanfaat, dan bagi kalian para wanita semoga dapat merubah kebiasaan-kebiasaan di atas. Jangan lupa juga untuk share artikel ini, thanks dan salam sukses.

Kamis, 18 Agustus 2016

Kiat Sukses Ala B.J. Habibie Yang Wajib Kamu Terapkan

Kiat Sukses Ala B.J. Habibie Yang Wajib Kamu Terapkan – Kalau kamu pengen sukses, cobalah untuk menerapkan filosofi dari B.J. Habibie, dijamin usahamu tidak akan sia-sia. Kalian sendiri tentu sudah tahu siapa B.J. Habibie ini, seorang insinyur yang pernah menjadi menteri, wakil presiden, dan presiden indonesia. Kiat-kiat sukses dari beliau ini bisa kamu tiru untuk mengikuti jejak kesuksesannya, karena memang kiat dan filosofinya terbukti bisa membuat beliau menggapai cita-citanya.

Untuk mencapai kesuksesan, kamu tidak harus berpendidikan setinggi langit dan IPK tinggi, tapi kamu hanya perlu melakukan hal-hal yang positif saja. Percuma kamu pintar, berpendidikan tinggi dengan IPK mentereng, tapi yang kamu lakukan tidak ada manfaatnya, percuma dan sayang sekali!

Memang, jika kamu pintar, berpendidikan, dan IPK tinggi akan membantu mencapai cita-cita. Tapi bagi bapak kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936 ini, hal seperti itu bukanlah yang terpenting, masih ada hal terpenting lainnya daripada pintar, berpendidikan, dan IPk.

Nah, taukah kamu hal apa saja yang dimaksud oleh bapak B.J. Habibie ini? Ternyata sangat sederhana guys, walau sederhana tapi tentu sangat ampuh dan mujarab, coba deh kamu simak ulasannya berikut ini:

Sebelumnya, baca juga: Peluang bisnis jasa online, Mantap!!

Kiat Sukses Ala B.J. Habibie Yang Wajib Kamu Terapkan

Kesuksesan Hanya Milik Mereka yang Berusaha
Tiada kesuksesan tanpa usaha yang berarti, kita semua pasti juga setuju bahwa untuk mencapai kesuksesan harus dengan berusaha sekuat tenaga. Kesuksesan tidak akan menghampiri orang-orang pemalas yang tak mau bergerak, tak peduli seberapa pintar mereka, tak peduli seberapa keras mereka berdoa, tanpa usaha semuanya akan percuma. Sesulit apapun keadaan kamu, terus dan teruslah berusaha.

Bagi B.J. Habibie, kuncinya adalah berusaha keras, apapun keadan yang kamu alami entah kegagalan, keterbatasan dana, merasa tak mampu, pendidikan rendah, haruslah tetap berusaha sekuat tenaga. Ingat, kesuksesan hanya milik mereka yang mau berusaha keras. Jika kamu saat ini masih setengah-setengah dalam berusaha, maka rubahlah mulai sekarang juga, tiru cara sukses B.J. Habibie tersebut.

Tak Pernah Menyerah Mengejar Impian
Dalam dunia bisnis, menyerah berarti game over, sama halnya ketika kamu menyerah untuk mengejar impian kamu. Hal ini pernah diungkapkan oleh bapak B.J. Habibie kepada kaum muda-mudi bahwa siapapun yang ingin sukses maka wajib memiliki sikap pantang menyerah. Sekeras apapun kamu berusaha tapi kalau mudah menyerah ya sama aja, baru mengalami satu dua kegagalan aja udah menyerah, duh gak mantap!!
Advertisement


Pernah liat film tentang B.J. Habibie kan? Dari film tersebut sangat jelas sikap pantang menyerah yang dimiliki oleh beliau, berkali-kali idenya ditolak, diremehkan dan direndahkan, tapi beliau tetap berusaha dan tidak menyerah, hingga akhirnya beliau mencapai kesusksesan besarnya. Kalau kalian mampu meniru sikap beliau ini, saya yakin kalian bisa menjadi apapun yang kalian impikan selama ini.

Selalu Siap Menjalani Setiap Tantangan dan Mau Berkorban
Dalam dunia bisnis pula, selalu saja ada tantangan dan rintangan yang menghadang, sama halnya pada setiap aspek kehidupan yang tak bisa lepas dari adanya tantangan dan rintangan. Apapun yang menghadang, wajib kamu hadapi jika kamu masih ingin melanjutkan hidup. Dari petuah B.J. Habibie, kamu janganlah cengeng dan selalu mengeluh dalam menghadapi segala tantangan dan rintangan yang menghampiri, kuatkan dirimu dan kalahkan semua hal yang menghambat impian kamu.

Selain itu, yang tak kalah penting menurut B.J. Habibie adalah pengorbanan. Anak muda saat ini sangat sulit sekali berkorban, baik berkorban waktu bermain, tabungan, dan tenaga. Kebanyakan malah memilih membuang sia-sia waktu, uang, dan tenaganya untuk hal yang tidak begitu penting. Jika kalian bener-bener ingin sukses, korbankan waktu bermain kamu, berani keluar duit untuk menggapai cita-cita, dan beranikan diri untuk bercapek-capek ria demi impian.

Jadilah Orang yang Konsisten Untuk Mengerjakan Satu Bidang
Menurut B.J. Habibie, untuk mencapai cita-cita maka fokuskan pada satu bidang yang kamu suka maupun yang kamu kuasai. Ini lebih memungkinkan daripada kamu harus memikirkan dan mengerjakan banyak hal secara bersamaan. Saya sendiri setuju dengan kiat sukses ala B.J. Habibie ini, saya merasakan ketika saya fokus ke satu bidang yang saya suka dan kuasai, maka bidang tersebut lebih cepat berkembang dan hasilnya cukup memuaskan.

Menurut saya sendiri, kamu boleh saja mengerjakan hal lain, tapi dengan syarat memiliki fokus utama yang jelas. Contoh nyatanya adalah bapak B.J. Habibie sendiri, ketika beliau sudah meraih kesuksesan di bidang penerbangan, beliau juga terjun ke dunia politik untuk membantu indonesia berkembang.

Bertekad Menjadi Pribadi yang Bermanfaat
Bapak B.J. Habibie pernah mengungkapkan bahwa salah satu tanda nyata dari orang yang sukses adalah mampu memberikan manfaat kepada orang lain. Membantu orang lain saja itu sudah termasuk bermanfaat, apalagi memberikan terobosan-terobosan terbaru, memberi pekerjaan, membayar pajak untuk kemanfaatan rakyat, semua itu merupakan hal yang bermanfaat bagi orang lain. Semakin besar manfaat yang bisa kamu berikan, maka kamu semakin sukses.

Tirulah kesuksesan bapak B.J. Habibie ini, beliau menjadi perancang pesawat, memiliki beberapa hak paten dari komponan pesawat, beliau juga menjadi menteri, wakil presiden, dan presiden untuk mengurus semua orang di seluruh indonesia. Selain itu, beliau juga mendirikan yayasan Habibie Center, suatu yayasan yang berupaya meningkatkan modernisasi dan demokrasi di indonesia yang didasarkan pada moralitas dan integritas, budaya dan nilai-nilai agama.

Selanjutnya: Manfaat dan keuntungannya memulai bisnis di usia muda.
----
Oke, itulah 5 kiat sukses ala B.J. Habibie yang wajib kamu terapkan. Semoga ulasan di atas menginspirasi kalian untuk tetap mengejar impian dan cita-cita. Jangan lupa share artikel ini juga ya, thanks dan salam sukses.

Minggu, 14 Agustus 2016

Manfaat dan Keuntungannya Memulai Bisnis Di Usia Muda

Manfaat dan Keuntungannya Memulai Bisnis Di Usia Muda – Usia masih belasan atau 20an adalah waktu yang sempurna untuk memulai dan merintis bisnis, kalau kamu masih di usia tersebut maka ini adalah saatnya kamu untuk bergerak. Jangan minder hanya karena kamu kurang pengalaman, kurang pengetahuan, atau kurang modal, semuanya bisa di atasi pada waktunya, yang penting sekarang mulai dulu sebelum terlambat.

Ya, mulai dulu sebelum terlambat. Ini lebih baik daripada tidak sama sekali karena berbisnis di usia muda membawa manfaat dan keuntungan yang besar. Saya tidak mengatakan bahwa mulai usaha di usia tua tidak bermanfaat dan tidak menguntungkan, tapi bagiku untuk memulai bisnis di usia 40-50 tahun keatas merupakan waktu yang tidak ideal.

Beda dengan berbisnis ketika masih umur 20-30 tahun, kamu masih punya banyak waktu dan kesempatan untuk memetik kesuksesan. Apalagi sekarang sudah ada pergeseran jaman, yang dulu berbisnis hanya dilakukan oleh orang yang sudah matang dari segi usia, kini sudah mulai banyak anak-anak muda yang berlomba-lomba berbisnis, bahkan anak SMP pun tak mau kalah.

Daripada masa muda dihabiskan untuk bermain, lebih baik diisi dengan hal yang lebih positif seperti belajar berbisnis. Seperti yang saya katakan di atas, ada banyak manfaat dan keuntungan yang bisa kamu dapatkan, nah kira-kira apa sajakah manfaat dan keuntungannya itu? Berikut ulasan lengkapnya:

Sebelumnya, baca juga: Cara mencari investor untuk memodali bisnis kita.

Manfaat dan Keuntungannya Memulai Bisnis Di Usia Muda

Memiliki Banyak Kesempatan dan Belajar Dari Kegagalan
Ketika kamu pertama kali memulai bisnis di usia muda, sedikitlah realistis dan bersabar karena akan sulit untuk langsung sukses seperti yang kamu harapkan, apalagi kamu masuk ke industri yang asing bagimu maka 99% kamu perlu pembelajaran yang lebih dan lebih lagi. Tapi jangan khawatir, kamu masih muda dan ada banyak kesempatan.

Masih muda bukan berarti harus gagal, di sini yang ingin saya katakan adalah tentang banyaknya kesempatan yang dimiliki jika kamu masih muda, jangan tergesa-gesa dan bersabarlah. Seperti pepatah yang mengatakan bahwa kegagalan merupakan awal dari keberhasilan. Ketika kamu sudah banyak mengalami kegagalan, tentu kamu memiliki pengalaman yang cukup sehingga ketika kamu memasuki usia matang atau tua, kamu sudah merasakan kesuksesan seperti yang diharapkan.

Lebih Memahami Teknologi
Saat ini merupakan era teknologi, apa-apa bisa diselesaikan dengan bantuan teknologi yang ada, siapa pula sekarang yang tidak kenal dengan smartphone dan internet? Apalagi anak-anak muda, bukan kenal lagi tapi sudah dewanya teknologi dengan selalu up-to-date teknologi-teknologi terbaru, kalian memiliki keuntungan di bidang ini ketimbang orang tua seperti ibu dan ayah kalian.

Keuntungan dengan lebih memahami teknologi inilah yang perlu kamu manfaatkan, salah satunya bisa kamu manfaatkan untuk mengembangkan bisnis. Teknologi akan sangat membantu dalam hal pemasaran, penyediaan layanan yang lebih mudah (dibuat software dan semacamnya), yang dulu offline sekarang punya toko online, atau bisa juga untuk membaca peluang bisnis lain.

Mengenal Trend Dengan Lebih Baik
Anak muda mana yang tidak mengikuti atau setidaknya tahu trend yang lagi ngehits dan kekinian? Saya kira semua anak muda begitu. Trend sangat bisa mempengaruhi bisnis kamu, jika tidak direspon bisa kehilangan kesempatan atau bahkan bisa menenggelamkan bisnis yang kamu rintis.
Advertisement


Ya, kehilangan kesempatan atau bisnisnya tenggelam, kenapa bisa begitu? Kita ambil saja contohnya, kemunculan Go-jek dan semacamnya, para owner applikasi seperti itu sangat jeli dalam melihat trend teknologi di mana semuanya dilakukan secara online menggunakan gadget, jadi mereka tidak kehilangan kesempatan untuk merajai pemesanan transportasi secara online.

Di sisi lain, jika ojek lainnya tidak tahu atau tidak merespon teknologi pemesanan online seperti itu maka sangat mungkin untuk ditenggelamkan, karena tidak terima jika bisnisnya tenggelam alhasil Cuma protes, demo, dan membuat kerusuhan, padahal itu salah mereka sendiri yang tidak merespon dengan cepat trend yang ada, enggak banget’kan?

Memupuk Mental dan Rasa Percaya Diri
Mental dan rasa percaya diri dalam dunia bisnis itu sangat penting untuk meraih kesuksesan. Beruntung kalian yang masih muda yang saat ini mungkin mental dan rasa percaya dirinya kurang, maka dengan mulai merintis usaha saat ini dapat melatih dan memupuk agar mental sekuat baja, serta percaya diri yang tinggi.

Ketika pertama kali mengalami kegagalan mungkin mental kamu akan goyah dan tak percaya diri lagi untuk melanjutkan berbisnis, tapi seiring berjalannya waktu tentu tidak akan seperti itu lagi karena mental bisnis kamu sudah kuat, kepercayaan diri pun sudah meningkat.

Kesempatan Untuk Membangun Networking Yang Lebih Luas
Nah ini, NETWORKING, salah satu hal yang begitu penting dalam dunia bisnis. Bisnis kamu tidak akan berkembang tanpa adanya networking yang kuat. Ini merupakan manfaat dan keuntungan memulai bisnis di usia muda yang begitu nyata.

Di usia muda, kamu memiliki tenaga yang lebih besar, kamu memiliki kesempatan untuk mencari, bersosialisasi, dan berkeliling membangun networking di komunitas bisnis serta acara dan event bisnis. Selain itu, usia muda tentu kamu memiliki hubungan yang masih erat dengan teman-teman yang mungkin bisa menjadi pemasok atau pelanggan.

Dalam dunia bisnis pula, kamu tidak bisa menghindar untuk bertemu orang-orang baru, dan inilah kesempatanmu untuk membangun networking yang luas, apalagi masih muda dan memiliki waktu lebih banyak dan sering untuk bertemu orang baru sembari membangun networking.

Melatih Kepekaan dan Profesionalisme
Di usia muda pula, kamu dapat melatih kepekaan memahami konsumen untuk meningkatkan pelayanan, melatih memahami apa yang diinginkan konsumen dan yang dibenci konsumen. Jelas ini dapat meningkatkan produk barang dan jasa milik kamu agar lebih baik dari milik pesaing.

Selain itu, secara tak sadar kamu juuga akan terbiasa dengan sikap profesionalisme, yang dulu hanya memikirkan diri sendiri dan memikirkan keuntungan semata, kini lebih mementingkan kepuasan konsumen untuk keberlanjutan usaha. Kamu juga akan terbiasa untuk bersikap dewasa ketika melakukan lobi dan negosiasi dengan pihak lain.

Selanjutnya: 5 kebiasaan kecil yang akan membuat kamu sukses.
----
Oke, itulah sedikit ulasan tentang manfaat dan keuntungan memulai bisnis di usia muda. Semoga ulasan di atas bermanfaat untuk kemajuan bisnis kalian, jangan lupa share artikel ini, thanks dan salam sukses.

Rabu, 15 Juni 2016

Tips dan Cara Memecat Karyawan Dengan Baik, Sopan, Serta Adil

Tips dan Cara Memecat Karyawan Dengan Baik, Sopan, Serta Adil – Seorang pengusaha tentu sangat membutuhkan tenaga kerja yang handal dan dapat dipercaya, hal ini sudah wajar dan bahkan para pengusaha rela membayar dengan gaji di atas rata-rata untuk mendapatkan karyawan dengan kemampuan tinggi dan kepribadian yang baik.

Tapi kenyataan di lapangan, tidak semua karyawan memiliki apa yang diharapkan oleh pengusaha. Akhirnya pengusaha berpikir “aku harus menyingkirkan karyawan tersebut”.

Dengan segala pertimbangan yang matang, pengusaha memang sudah sewajarnya memecat karyawan dengan kinerja yang buruk. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan perkembangan bisnis agar sesuai dengan yang direncanakan.

Tapi ingat, tidak semerta-merta seorang pengusaha dapat memecat karyawannya begitu saja, ada etikanya di sini. Kalau kamu juga seorang wirausahawan, sebaiknya jangan memecat karyawan karena masalah pribadi, atau karena hal yang tidak ada kaitannya dengan masalah pekerjaan. Hal ini bisa menimbulkan bentrok batin untuk para karyawan lainnya.

Tentu saja karyawan yang lain akan berpikir “wah, jangan-jangan saya juga akan dipecat karena hal yang tidak professional gitu?”, kalau sudah begini, bukannya akan maksimal tapi justru akan semakin runyam. Namun sebaliknya, ketika kamu memecat karyawan dengan cara yang baik, bukan tidak mungkin karyawan yang lainnya akan termotivasi untuk meningkatkan kinerjanya.

Lalu, seperti apakah cara memecat karyawan dengan baik, sopan, dan adil itu? Caranya mudah banget, enggak harus perusahaan besar yang bisa melakukannya, UKM pun bisa menerapkan cara-cara ini. Berikut cara-cara yang bisa kamu coba:

Sebelumnya, baca juga: Cara merekrut karyawan yang berkualitas tinggi.

Tips dan Cara Memecat Karyawan Dengan Baik, Sopan, Serta Adil

Buat Standar dan Penilaian Kinerja
Pertama sekali yang perlu kamu lakukan adalah dengan membuat standar kerja, isinya tentu terkait dengan kinerja yang seperti apa yang kamu inginkan. Buat sejelas mungkin dan sosialisasikan kepada semua karyawan, di sini ada baiknya jika kamu transparan terkait standar kerja tersebut sehingga tidak hanya kamu yang bisa menilai kinerja seorang karyawan.

Setelah ada standar kerja, maka kamu dengan mudah bisa menilainya. Setidaknya buat 4 kategori nilai, 1. Baik 2. Perlu Pembinaan 3. Surat Peringatan dan 4. Harus pergi. Dalam menilai kinerja pasti ada banyak aspek, setiap aspek tersebut harus menjadi komponen penilaian. Misalkan, dalam menilai kinerja kamu punya 5 aspek diantaranya:kemampuan teknik,  ketepatwaktuan, perilaku dan kepribadian, kemampuan analisis dan pemecahan masalah, serta komunikasi dan mobilitas.

Jika dari 5 aspek tersebut masing-masing memiliki nilai total 10, maka nilai total dari kelima aspek tersebut adalah sebesar 50. Nah, di sini terserah kamu bagaimana menentukan kategori nilainya, misalkan, karyawan dengan nilai minimal 40 bisa dikatakan berkinerja baik, 30-40 perlu pembinaan, 20-19 dikasih surat peringatan, dan di bawah 20 harus pergi.
Advertisement


Lakukan Komunikasi Sedini Mungkin
Pada dasarnya ketika seorang karyawan yang berkinerja buruk memang sudah sewajarnya untuk dipersilahkan pergi, bahasa kasarnya ya dipecat. Tapi, banyak karyawan berkinerja buruk yang tak sadar kalau dirinya memiliki kinerja yang buruk. Dari sini makanya kita perlu komunikasi yang intens dengan mereka agar tidak ada salah paham. Karena itulah, transparansi dalam penilaian kinerja itu sebenarnya sangat penting.

Tapi kita harus paham juga, kasian kalau karyawan yang kinerjanya buruk harus diperlihatkan ke karyawan lain. Di sinilah letak keharusan untuk komunikasi kepada mereka yang kinerjakan tidak perlu diperlihatkan.

Ketika melakukan komunikasi, jangan lakukan secara membabi buta, apalagi sampai menghina dan menyinggung perasaannya. Beri saja mereka penjelasan yang bisa mereka pahami, perlihatkan pula hasil penilaian kinerja yang sebelumnya telah kamu lakukan. Dalam komunikasi ini, seolah-olah kamu memberikan peringatan kepada mereka agar meningkatkan kinerjanya, saya yakin karyawan yang baik pasti akan berusaha meningkatkan kinerjanya setelah melakukan komunikasi ini dengan kamu.

Ciptakan Kewajaran Dalam Memecat Karyawan
Seperti yang sudah saya singgung sebelumnya, untuk memecat karyawan perlu menciptakan kewajaran. kewajaran bukan berarti harus membiasakan untuk memecat karyawan, tidak! Tapi maksudnya adalah biarkan karyawan lain merasa bahwa pemecatan terhadap seorang karyawan itu wajar dilakukan.

Jika kamu memecat karyawan yang buruk, tentu itu wajar, jika kamu memecatkaryawan yang berkali-kali membuat kerugian tentu itu juga wajar. Dengan begitu, karyawan lain paham bahwa apa yang kamu lakukan itu memang sudah seharusnya dilakukan. Ini harus kamu lakukan agar karyawan lain tetap nyaman bekerja, dan tidak terganggu dengan pemecatan yang kamu lakukan.

Dengan standar kerja yang transparan, penilaian kinerja yang baik dan adil, serta pembinaan yang konsisten, saya kira kamu sudah bisa menciptakan system pemecatan karyawan dengan baik, dan karyawan lainnya pun pasti bisa memakluminya. Dan jangan lupakan pulaa, setelah kamu memecat karyawan, beri dia pesangon dan lunasi apa-apa saja yang perlu dilunasi, tentu ini akan memperlihatkan suatu sikap profesionalitas yang baik.

Selanjutnya: Cara meningkatkan motivasi karyawan agar bekerja lebih maksimal.
----
Oke ya, itu saja tips dan cara memecat karyawan yang dapat saya share di sini kepada kalian. Semoga ulasan di atas bermanfaat dan dapat memaksimalkan SDM yang kalian miliki. Salam sukses.

Senin, 02 Mei 2016

5 Kesalahan Persepsi Bisnis Yang Perlu Dibenahi

5 Kesalahan Persepsi Bisnis Yang Perlu Dibenahi – Persepsi bisnis yang salah dapat menjerumuskan seorang pengusaha ke dalam kegagalan, atau setidaknya  akan mengurangi kualitas kinerja dan hasil yang mampu didapatkan. Sebuah persepsi bisnis bisa kamu artikan sebagai prinsip dalam menjalankan bisnis, dan hal ini akan berkaitan dengan banyak hal seperti profesionalitas, moral, cara pandang, dan sebagainya. Kalau ditanya penting atau tidak, sangat jelas penting sekali. Sebuah persepsi seolah-olah menjadi jalan bagi pengusaha dalam menjalankan bisnisnya. Kita lihat, seorang pengusaha yang sukses, pasti memiliki persepsi-persepsi yang hebat yang membantunya meraih kesuksesan.

Tapi bagaimana dengan para pebisnis pemula? Yakinkah persepsi yang kamu percayai selama ini benar dan patut diyakini? Belum tentu, karena di dunia bisnis banyak persepsi-persepsi ngaco yang entah siapa pencetusnya, dan ini perlu kamu waspadai karena secara tidak sadar kamu bisa menyakini persepsi yang tidak tepat tersebut.

Memang, persepsi setiap orang bisa berbeda-beda, tapi secara umum setidaknya ada 5 persepsi bisnis yang salah, kalau salah satu persepsi bisnis yang salah di bawah ini merupakan salah satu persepsi yang kamu yakini, maka pikirkan ulang persepsi anda tersebut.

Nah persepsi apa sajakah yang salah tersebut? Berikut ulasannya:

Sebelumnya, baca juga: Cara jitu promosi produk secara online.

5 Kesalahan Persepsi Bisnis Yang Perlu Dibenahi

Berbisnis Tak Perlu Pintar dan Kompeten
Semua orang memiliki potensi untuk menjadi orang yang pintar dan berkompeten, semua bisa didapatkan dengan belajar, usaha, dan bekerja keras. Kamu pasti sering mendengar bahwa menjadi sukses itu tak perlu pendidikan tinggi, itu betul sekali tapi jangan disalahartikan bahwa berbisnis tak perlu pintar dan kompeten, itu adalah hal yang sangat berbeda.

Saya katakan di sini, tak mungkin sekali orang dapat mencapai kesuksesan tanpa ilmu (menjadi pintar) dan tanpa kompetensi. Kalau kamu sekarang ingin berbisnis tapi tidak menguasai bidangnya maka jadilah pintar dan kompeten dengan mempelajarinya. Belajar bisa melalui banyak cara, salah satunya adalah belajar dari pengalaman.

Ada ungkapan “kegagalan adalah awal dari kesuksesan”, tapi ungkapan tersebut bisa jadi percuma jika kamu tidak belajar dari kegagalan yang kamu alami. Pada dasarnya, kesuksesan juga merupakan awal dari kesuksesan, yaitu kesuksesan yang lebih besar. Artinya baik pengalaman kegagalan maupun kesuksesan dapat kamu pelajari untuk menjadi lebih dan lebih sukses lagi.

Pengusaha Itu Bebas Waktu
Anggapan bahwa pengusaha itu bebas waktu muncul karena secara structural pengusaha tidak memiliki atasan, sehingga bebas mengatur dan menggunakan waktu yang dimilikinya. Bagi pengusaha dan pebisnis yang telah sukses, mungkin “bebas waktu” ini bisa diterapkan, tapi bagaimana dengan pebisnis pemula yang belum lama merintis bisnis dan perlu mematangkan bisnisnya?
Advertisement


Bebas waktu inilah yang sering menjerumuskan para pebisnis pemula, seringkali sudah terlena dengan kesuksesan “kecil” yang diraihnya, padahal untuk mematangkan bisnis agar tetap dapat berjalan lancar membutuhkan tenaga dan waktu yang ekstra.

Sebenarnya, bagaimana memanfaatkan waktu itu tergantung kamu sendiri, mau santai-santai dan menerapkan bebas waktu juga boleh, tapi saya ingatkan bahwa disiplin waktu itu sangat penting untuk memaksimalkan kinerja. Aturlah waktu sebaik mungkin, bikin jadwal kerja yang baik, pilihlah waktu terbaik yang paling optimal untuk bekerja.

“Ini Adalah Bisnis Saya, Saya Mengelola Sesuai Selera Saya”
Menurut saya ungkapan “ini adalah bisnis saya, saya mengelolanya sesuai selera saya” adalah ungkapan yang tidak terkendali, kenapa? Betul bahwa itu adalah bisnis kamu, dan kamu adalah bosnya sehingga bebas mengelolanya. Tapi yang perlu diingat, hasil dari usaha kamu itu untuk siapa? Jelas untuk pelanggan dan konsumen, sehingga untuk hal-hal yang berkaitan kepada konsumen lebih baik disesuaikan dengan selera konsumen.

Sekarang coba pikirkan ini, ketika kamu mencari tenaga kerja untuk melayani konsumen, selera siapa yang akan diutamakan, jelas selera konsumen. Ketika mencari variasi produk, selera siapa yang diutamakan? Ketika mencari lokasi usaha, selera siapa yang diutamakan? Ketika mengatur jam operasional, selera siapa yang diutamakan? Tentu saja kebanyakan disesuaikan dengan selera konsumen dan pelanggan, karena itulah yang terpenting.

Pengusaha Pasti Lebih Kaya
Hal ini sangat terasa ketika kamu mulai merintis usaha dan sedang mengembangkannya, di mana kamu pasti membutuhkan modal yang tidak sedikit. Kalau bagi pengusaha yang sudah mapan, sangat mungkin untuk lebih kaya daripada karyawan dan pegawai, tapi untuk pemula yakin lebih kaya? Enggak, dan kamu tak perlu malu ketika kamu tidak lebih kaya dari karyawan.

Ketika kamu yakin dengan bisnis yang dijalani dan perlu modal yang banyak, jangan ragu untuk mengalokasikan modal untuk mengembangannya, pada dasarnya itu adalah investasi yang kamu lakukan. Ketika bisnis kamu sudah matang, kamu akan panen.

Ingat, banyak pengusaha yang saat ini mendapatkan kekayaan yang melimpah, dulu pernah bertahun-tahun tidak mendapatkan laba. Contohnya adalah perusahaan Alibaba yang saat ini menjadi salah satu perusahaan terbesar di dunia, dulu di awal perintisannya bertahun-tahun mengalami kerugian, bahwa pernah dalam satu tahun hanya mendapatkan laba sebesar us$ 1.

Pengusaha Itu Lebih Tinggi dan Mulia Daripada Karyawan/pegawai
Saya bingung, apa yang menjadikan pengusaha itu lebih tinggi dan mulia dari karyawan dan pegawai? Padahal pengusaha dan pegawai itu juga sama-sama sebuah profesi, saling membutuhkan, serta sama-sama bermanfaat. Apakah kemuliaan itu ditentukan berdasarkan kekayaannya, kedudukannya? Enggak kan. Jadi, jauhilah persepsi seperti ini yang hanya akan menurunkan kualitas moral kamu.

Daripada kamu memikirkan siapa yang lebih tinggi dan mulia, lebih baik kamu memikirkan strategi-strategi bisnis yang akan dijalankan, jangan pikirkan hal-hal yang tidak bermanfaat seperti itu yang hanya akan menurunkan kualitas kinerja kamu.

Selanjutnya: Kebiasaan kecil yang akan membuat kamu sukses.
----
Oke, itulah ulasan tentang 5 kesalahan persepsi bisnis yang perlu kamu benahi untuk menjadikan kamu seorang pebisnis yang lebih baik. Semoga ulasan di atas bermanfaat, salam sukses.

Jumat, 15 April 2016

5 Kebiasaan Kecil Yang Akan Membuat Kamu Sukses

5 Kebiasaan Kecil Yang Akan Membuat Kamu Sukses – Setiap orang memiliki ukuran kesuksesan yang tentu saja berbeda-beda, ada yang mengukur kesuksesan dengan gaji yang besar, pangkat yang tinggi, mencapai cita-cita, dan sebagainya. Tapi satu yang jelas, kesuksesan tidak akan datang tanpa kerja keras. Bagaimana bentuk kerja kerasnya, itu juga dapat beraneka ragam seperti pepatah yang mengatakan “Banyak jalan menuju Roma”.

Banyak jalan pula untuk mencapai kesuksesan seperti yang kamu inginkan, mulai dari langkah besar hingga hal-hal kecil dapat menuntunmu menggapai puncak kesuksesan. Bisa dikatakan, langkah besar adalah cara utama, sedangkan hal-hal kecil dan sederhana merupakan penunjang yang sukar ditinggalkan karena merupakan kebiasaan.

Seperti halnya orang-orang yang memandang kesuksesan dengan cara yang berbeda, langkah besar yang diambil pun juga akan berbeda tentunya, kamu bisa mengamati dan mempelajari dari cerita orang-orang yang telah sukses, kamu akan dibuat kagum dengan cara mereka yang berbeda-beda tersebut.

Di luar langkah besar yang mereka ambil, ada satu kesamaan di antara mereka, yaitu kebiasaan. Bukan kebiasaan yang besar, hanya kebiasaan kecil dan sederhana saja. Tapi jangan salah, kebiasaan kecil dapat membuat kamu sukses dengan menunjang langkah besar yang kamu lakukan. Lalu, kebiasaan apa sajakah itu? Berikut ini ulasannya.

Sebelumnya, baca juga: Tips mengatasi hambatan dan kendala dalam berwirausaha.

5 Kebiasaan Kecil Yang Akan Membuat Kamu Sukses

Mengatur Waktu Dengan Baik
Waktu takkan pernah bisa kamu rekayasa karena sangat tidak mungkin untuk dipercepat maupun diperlambat, kamu hanya bisa mengatur dan manage dengan sebaik mungkin. Pernah merasa berantakan karena waktu terasa berlalu sangat cepat? Atau merasa bosan karena waktu terasa amat lama? Itulah waktu yang harus kamu manfaatkan dengan sebaik mungkin.

Mengatur waktu dengan baik, sangat memungkinkan untuk membantu kamu menyelesaikan pekerjaan dengan baik pula. Mengalokasikan waktu yang cukup, akan membuat kamu tenang dan nyaman dalam melakukan sesuatu hal, contohnya adalah ketika kamu berangkat sekolah. Kalau waktunya sudah mepet, saya yakin kamu akan tergesa-gesa dan kurang hati-hati, dan bahayanya adalah mengalami kecelakaan.

Lain cerita jika kamu tahu bahwa waktu masih banyak, kamu akan santai di jalan dan tak perlu tergesa-gesa, kehati-hatian pun akan lebih tinggi sehingga mengurangi potensi kecelakaan.

Tidak Suka Menunda Kewajiban
Beruntunglah kamu jika merasa risih ketika menunda kewajiban atau tugas, itu adalah tanda yang bagus. Tapi jika cuma merasa risih saja dan terus menunda-nunda, akhirnya juga percuma saja. Dengan sering menunda kewajiban dan tugas, itu akan membuat kamu berantakan, dan akhirnya kewajiban dan tugas takkan terlaksana dengan maksimal.

Salah satu kebiasaan kecil yang dapat membuat kamu sukses adalah dengan tidak menunda kewajiban, tugas, dan apa yang harus dilakukan, ini sangat berkaitan pula dengan masalah waktu dan hasil akhirnya. Seseorang akan lebih produktif ketika tugas dan kewajibannya terlaksana sesuai jadwalnya.
Advertisement


Saya yakin kamu pasti juga pernah menunda tugas atau kewajiban, kalau merasa masih punya waktu banyak pasti lebih memilih menundanya, iya gak sih? Boleh saja sebenarnya kamu menunda suatu hal, tapi dengan syarat karena harus mengerjakan hal lain yang lebih urgent, tapi kalau alasannya untuk nge-game atau bermain, mari pikirkan lagi karena nge-game dan bermain bukanlah hal utama untuk mengejar kesuksesan.

Artikel menarik: 5 kesalahan persepsi bisnis yang perlu kamu benahi.

Daftar Prioritas Tugas
Calon orang-orang sukses mampu memprioritaskan urusan berdasarkan urgensi sesuai dengan rencananya, mampu melaksanakan mana yang lebih penting dan mana yang bisa ditunda terlebih dahulu. Sebuah catatan kecil akan membantu kamu melakukan hal tersebut.

Ketika malam hari, sempatkanlah membuat rencana untuk hari berikutnya, prioritaskan dan buatlah daftar kegiatan atau rencana mana yang akan dilakukan terlebih dahulu, atur waktunya dan sesuaikan dengan kegiatan lainnya agar tidak berantakan, catat di kertas kecil atau di smartphone kamu. Hal ini sangat simple dan mudah, tapi efeknya ampuh banget, udah terbukti lho :D

Dengan membuat daftar prioritas tugas juga akan mempermudah kamu dalam mengatur waktu, mempercepat selesainya pekerjaan, serta sangat mungkin pekerjaan akan terlaksanan dengan baik. Saya yakin dalam satu hari kamu tidak bisa terus menerus melakukan tugas dan rencana, maka aturlah kegiatan untuk sedikit refreshing dan bermain bersama teman atau sang pujaan hati, tapi ingat jangan berlebihan.

Menjaga Pikiran
Saya merasa, pikiran adalah hal yang paling dalam di dunia ini, pikiran mampu membuat kamu menjadi orang yang kuat, depresi, lesu, semangat, dan sebagainya, semua kondisi yang kamu alami akan bermula pada pikiran yang kamu miliki. Bayangkan jika kamu tidak bisa menjaga pikiran kamu tetap tenang dan bersih, serta tidak bisa terhindar dari hal-hal yang negative, yakin pekerjaan kamu akan selesai dengan baik? Saya kira tidak.

Jadi, kebiasaan menjaga pikiran tetap bersih, tenang, serta tidak mudah “terjangkit” hal-hal yang negative adalah sangat baik. Contoh saja, ketika kamu mengalami kegagalan, janganlah berlarut-larut akan kesedihan dan kekecewaan karena ini juga akan berpengaruh pada pikiran kamu. Kamu harus membiasakan diri berpikiran optimis, yakin, dan tenang, jangan biarkan pikiran kamu tenggelam dalam kegelapan.

Kebiasaan Terakhir, Ber-Empati
Ketika kamu bisa merasakan apa yang orang lain rasakan, maka kamu adalah orang yang ber-empati, dan ini sangat baik untuk bersosialisasi pada lingkungan hidup kamu. Bersosialisasi akan menyeimbangkan antara usaha dan kerja keras kamu dengan hubungan di lingkungan, baik tempat di mana kamu bergaul, bekerja, dan tempat kamu berinteraksi dengan orang lain.

Kamu akan buta ketika tidak memiliki rasa empati, kamu hanya akan mementingkan diri sendiri dan tidak terlalu peduli dengan dampak yang diterima oleh orang lain. Ketika kamu mengejar gaji yang besar, pangkat yang tinggi, penghasilan yang besar, menggapai cita-cita, kamu akan menghalalkan segala cara, apa itu baik? Sangat tidak baik tentunya..

Mari kita bijak dalam menggapai kesuksesan, ber-empati adalah hal yang sangat baik untuk dilakukan.

Selanjutnya: Cara membangun mental bisnis yang kuat.
----
Di atas adalah ulasan tentang 5 kebiasaan kecil yang akan membuat kamu sukses, semoga ulasan di atas bermanfaat dan membantu kamu dalam menggapai kesuksesan yang kamu idam-idamkan selama ini. Good luck.

Rabu, 30 Desember 2015

Ini Dia 8 Cara Membangun Kerjasama Tim yang Kompak dan Solid

8 Cara Membangun Kerjasama Tim yang Kompak dan Solid – Dalam suatu organisasi apapun, akan selalu diharapkan terciptanya tim kerja dengan kerjasama yang kompak nan solid. Tak hanya efektif, kerjasama tim yang kompak dan solid juga akan menciptakan suatu pertumbuhan positif di dalam organisasi. Kalau dalam organisasi bisnis, tim kerja yang kompak dan solid akan mampu mendorong perusahaan untuk mengimbangi atau bahkan mengalahkan para pesaingnya, baik dari segi penjualan, investasi, inovasi produk, dan sebagainya. Isu mengenai kerjasama tim yang buruk, tidak kompak dan tidak solid memang selalu menjadi momok bagi para manajer, atasan, dan para owner bisnis.

Seperti yang anda ketahui juga, tidak akan ada satupun dampak positif yang dapat dirasakan dengan adanya kerjasama tim yang buruk. Boro-boro dampak positif, malah dampak negative yang ada.

Ada banyak penyebab kenapa suatu tim kerja yang telah anda bangun tidak memiliki kerjasama yang baik, dan yang paling sering terjadi adalah karena adanya konflik di dalam tim itu sendiri, tidak ada rasa saling menghormati, tidak ada kepercayaan, dan masih banyak lagi.

Sebagai seorang atasan, manajer, atau owner perusahaan, anda tentu saja sangat menginginkan tim anda bekerjasama dengan kompak dan solid. Tapi, apa dayalah jika kenyataannya malah berkebalikan. Namun begitu, bukan berarti anda tidak dapat memperbaikinya. Ada beberapa cara yang dapat anda lakukan untuk membangun kerjasama tim seperti yang anda harapkan. Nah, cara apa sajakah itu? Simak ulasannya berikut ini.

Sebelumnya, baca juga: Cara memotivasi karyawan agar bekerja lebih maksimal.

8 Cara Membangun Kerjasama Tim yang Kompak dan Solid
Tujuan Yang Jelas
Hal pertama yang harus anda lakukan adalah dengan menentukan tujuan secara spesifik, untuk apa tim tersebut dibentuk? Atau misalnya pada divisi penjualan, berapa target penjualannya? Siapa yang ditargetkan? Hal ini sangat berguna bagi tim kerja untuk mengetahui di titik mana mereka harus mencapai target? Dengan begitu mereka secara jelas dapat mengkomunikasikan strategi-strategi yang akan dilakukan antar anggotanya.

Jika di dalam suatu tim tidak terdapat tujuan yang jelas, bagaimana mereka akan menjalankan tugasnya, bagaimana mereka akan mengkomunikasikan strategi-strateginya. Bisa jadi mereka akan menggunakan keegoisannya untuk menjalankan tugasnya karena tidak memiliki tujuan yang jelas. Tujuan bagaikan pedoman, jadi jangan biarkan tim anda buta akan pedoman yang jelas.

Pelatihan dan Perintah Yang Jelas
Pelatihan dapat mengharmoniskan hubungan antar karyawan, alhasil dapat pula membangun kerjasama tim yang kompak dan solid. Khususnya bagi karyawan junior, transfer ilmu dari para karyawan senior dapat membuat mereka merasa diperhatikan dan lebih mengenal tentang tanggung jawab yang mereka pikul. Dalam pelatihan, harus ada pelatihan yang intens sehingga akan tercipta pula komunikasi yang baik. Karyawan junior dan senior akan sama-sama saling mengenal lebih dekat, dan ini sangatlah baik.

Selain itu, ketika ada karyawan junior atau karyawan baru, maka berilah mereka perintah yang jelas agar mereka cepat beradaptasi pada lingkungan kerja. Misalkan, perintahkan kepada mereka apa yang harus dilakukan, apa yang harus dicapai, apa tanggungjawabnya, dan sebagainya. Bisa anda bayangkan sendirikan jika dalam suatu tim ada salah satu anggota yang tidak mengerti akan tanggungjawabnya, tentu akan menghambat kinerja tim tersebut.

Kondisi Kerja Yang Stabil
Kondisi kerja juga turut menjadi faktor yang dapat memperkuat kerjasama tim. Tidak jarang karyawan akan merasa nyaman jika lingkungan kerjanya stabil dan kondusif. Misalkan, jika perusahaan anda adalah leader di industry tersebut, bisa jadi karyawan akan merasa bangga dengan kondisi yang terjadi. Hal ini akan meningkatkan motivasi mereka untuk tetap mempertahankan kebanggaannya itu, apalagi jika mereka ikut berkontribusi dalam menjadikan perusahaan sebagai leader di industry yang dimasukinya.

Berbeda jika kondisi kerja mereka tidak stabil, misalkan ada ancaman PHK masal, perusahaan kalah dengan para pesaing, terancam bangkrut, kena masalah hukum, dan sebagainya. Jangankan meningkatkan kerjasama tim, semangat pun mereka akan minim sekali.
Advertisement


Budaya Saling Menghormati dan Saling Percaya
Adanya rasa saling menghormati dan percaya akan menciptakan hubungan yang harmonis di dalam tim, dan akhirnya juga akan membentuk kerjasama tim yang solid. Sekecil apapun rasa hormat dan percaya, pasti akan berdampak pada keharmonisan, jadi jangan ragu untuk memulainya. Ada banyak yang bisa anda lakukan untuk menciptakan hal ini. Contoh, untuk menciptakan rasa hormat anda dapat memberikan apresiasi berupa hadiah atau pengakuan jika karyawan anda melakukan hal yang hebat, atau bisa juga dengan tetap menghargai usahanya jika mengalami ketidakberhasilan.

Begitu pula dengan rasa saling percaya, dengan kompetensi karyawan yang anda miliki maka anda seharusnya tak ragu-ragu lagi menugasi karyawan untuk mengerjakan tanggungjawab, mendelegasikan, dan mengutus si karyawan. Di awal rekrutmen, seharusnya anda sudah memilih karyawan terbaik sesuai kebutuhan anda. Dengan begitu, antar anggota tim pun akan saling mempercayai dengan kompetensi masing-masing anggota.

Baca juga: Cara merekrut karyawan yang berkualitas tinggi.

Selalu Terbuka Terhadap Ide – Ide Yang Baru
Ada kalanya anggota tim memiliki pemikiran-pemikiran atau ide yang menurut mereka yang terbaik untuk dilakukan. Ketika seorang karyawan mengungkapkan idenya kepada anda, di sini anda harus terbuka kepadanya. Dengarkanlah ide mereka, jika ide tersebut memang positif untu dicoba, kenapa tidak? Tapi, jika menurut anda ide tersebut kurang begitu baik, juga tak perlu dipaksakan untuk dicoba. Berilah penjelasan sejelas-jelasnya kepada karyawan tersebut, di sini malah akan tercipta komunikasi yang baik pula.

Ini berlaku untuk semua karyawan, jangan membeda-bedakan antar karyawan sendiri, artinya berilah kebebasan untuk semua karyawan dalam memberikan ide mereka, gagasan, terobosan, dan strategi-strategi, serta inovasi baru. Kalau perlu, ajaklah semua karyawan anda untuk memberikan masukan dan ide-ide mereka, pastikan kepada mereka untuk tidak takut dalam menyampaikannya.

Perusahaan Harus Mendukung
Untuk menciptakan kerjasama tim yang kuat, anda tidak bisa hanya mengandalkan anggota tim saja. Namun, anda sebagai atasan yang mewakili perusahaan atau yang memiliki perusahaan, haruslah dengan segenap tenaga mendukung terciptanya kerjasama tim yang baik. anda bisa melakukan hal ini dengan membuat kebijakan-kebijakan yang mendorong terciptanya kerjasama tim. Misalnya, anda sudah tahu bahwa salah satu faktor yang bisa menciptakan kerjasama tim yang kompak adalah dengan memberikan kebebasan dalam menyampaikan ide, maka di sini anda harus mencoba mengimplikasikan hal itu, bukannya malah menutupnya.

Intinya, anda harus memfasilitasi apa yang bisa membantu untuk membentuk kerjasama tim. Janganlah hanya mengharapkan namun anda tidak memfasilitasinya, kan lucu kalau begitu? Misalnya lagi, agar rapat tim bisa berjalan dengan baik, maka harus ada tempat yang nyaman dan kondisi yang baik. dengan begitu sewajarnya perusahaan haruslah menyediakan dan mengusahakan fasilitas tersebut, iya kan?

Buat Kegiatan Di Luar Pekerjaan
Nah, ini mungkin yang akan menjadi hiburan bagi semua pihak. Kegiatan di luar pekerjaan, artinya suatu kegiatan yang lepas dari beratnya beban bekerja, tingginya tekanan pekerjaan, dan stresnya pekerjaan. Ada banyak cara untuk melakukan hal ini, seperti wisata bersama, makan malam bersama, mengadakan pesta, dan lain-lain. Hal ini baik untuk dilakukan setidaknya 2 atau 3 kali dalam setahun, atau bisa juga setelah proyek-proyek tertentu sudah terselesaikan.

Jadilah Pemimpin Yang Bijaksana
Sosok pemimpin bagi seorang bawahan tentu sangatlah penting. Bisa jadi, baik buruknya seorang karyawan merupakan cerminan dari gaya memimpin seorang atasan. Bos, atasan, atau pemimpin itu bagaikan seorang pembimbing dan sutradara, juga berwenang mengambil, merumuskan, mengeluarkan, dan membuat keputusan, kebijakan, peraturan, dan prosedur.

Apa yang dicanangkan oleh pemimpin, maka pemimpin pulalah yang harus memberikan contoh kepada para karyawan. Misalkan, pemimpin membuat peraturan tapi malah melanggarnya, merumuskan strategi tapi malah tidak menjalankan strategi. Bukankah aneh kalau begitu? Bisa-bisa malah jadi berantakan kerjasama tim tersebut. So, jadilah pemimpin yang bijaksana!

Selanjutnya: Cara mempertahankan karyawan berbakat agar tidak pergi dari perusahaan.
----
Oke, itulah ulasan tentang 8 cara membangun kerjasama tim yang solid dan kompak. Semoga ulasan di atas bermanfaat dan membantu anda dalam menciptakan kerjasama tim yang baik seperti yang anda harapkan selama ini. Thanks.

Minggu, 06 Desember 2015

8 Cara meningkatkan Motivasi Karyawan Agar Bekerja Lebih Maksimal

8 Cara meningkatkan Motivasi Karyawan Agar Bekerja Lebih Maksimal – Karyawan merupakan senjata bagi para pengusaha. Seorang pengusaha bagai ksatria, jika tanpa senjata yang ampuh juga akan kesulitan dalam menjalankan bisnisnya. Sehebat apapun senjata, jika tidak diasah, dirawat, atau dipertajam, akan tumpul juga, hal ini sama dengan karyawan hebat namun bekerja tidak maksimal. Jelas kondisi seperti itu sangat disayangkan. Ada banyak faktor yang menyebabkan seorang karyawan tidak bekerja secara maksimal, salah satu faktor yang sering menjadi penyebabnya adalah karena kurangnya motivasi yang dimiliki oleh karyawan.

Bagi seorang pengusaha, memiliki karyawan yang bekerja tidak maksimal akan sangat merugikan, apalagi jika karyawan tersebut sudah dibayar mahal, ditambah lagi operasi perusahaan juga akan ikut berkinerja tidak maksimal, bayangkan berapa kerugian yang ditimbulkan? Berapa kesempatan yang disia-siakan?

Namun demikian, seorang pengusaha juga tidak patut untuk langsung menyalahkan karyawan yang kurang memiliki motivasi. Pengusaha harus mengerti, banyak faktor yang menjadi penyebab hal tersebut dapat terjadi, dan tahukah anda, 90% penyebab karyawan yang kurang motivasi dikarenakan kondisi dan atasan dalam perusahaan. Artinya, kondisi perusahaan dan atasan/boss menjadi penyebab utamanya. Dengan begitu, masih pantaskah anda menyalahkan karyawan? Tidak, tidak ada yang patut untuk disalahkan, semua pihak harus berusaha untuk memperbaiki kondisi ini.

Nah, bagi anda yang berlabel pengusaha, daripada marah-marah dan mengedepankan emosi ketika mengetahui karyawan bekerja tidak maksimal, lebih baik mendinginkan kepala, tenang, dan memikirkan cara terbaik. Berkaitan dengan hal itu, mungkin beberapa cara memotivasi karyawan di bawah ini patut anda coba.

Sebelumnya, baca juga: Cara merekrut karyawan yang berkualitas tinggi.

8 Cara meningkatkan Motivasi Karyawan Agar Bekerja Lebih Maksimal
Dengarkan dan Perhatikan Ide-ide Yang Diberikan Karyawan
Pernah merasakan dimana ide anda diabaikan? Pastinya rasanya “ngeh” banget kan, itulah yang sering terjadi di dalam perusahaan. Jangan beranggepan bahwa karyawan anda itu tidak memiliki ide, mereka selalu memiliki ide dan gagasan tertentu, entah itu hanya dipendam dalam hati saja atau diam-diam mengungkapkan dibelakang. Ketika karyawan memutuskan untuk menunjukkan idenya kepada anda, di situlah anda harus menghargainya, dengarkan ide tersebut, perhatikan ide tersebut. Hal ini jauh lebih baik daripada mengabaikannya.

Memang, ide tersebut tidak selalu dapat anda laksanakan, tapi di sini bukan itu point pentingnya. Anda hanya perlu mendengarkan, memperhatikan, dan menganalisis ide dari karyawan tersebut, jika ide tersebut memang layak digunakan maka jangan malu-malu untuk menggunakannya. Sebaliknya, jika ide tersebut kurang bagus, jangan paksakan, tapi yang pentingkan anda tidak mengabaikannya. Karyawan akan paham dengan hal tersebut.

Delegasi Kepada Karyawan
Mendelegasikan suatu pekerjaan kepada karyawan tentu menjadi sebuah bentuk kepercayaan anda kepada karyawan. Dengan begitu karyawan merasa bahwa telah diberi kepercayaan oleh anda, kemampuannya telah diakui oleh anda. Kalau sudah begitu, anda tahu sendiri bagaimana reaksi mereka, jelas akan termotivasi untuk melaksanakan tanggungjawabnya.

Dari awal karyawan memang sudah memiliki pekerjaan dan tanggungjawabnya sendiri. Tapi bukan itu yang saya maksud, yang saya maksudkan adalah ketika anda memiliki urusan atau proyek tertentu. Misalkan, anda ingin membuka cabang baru, maka di situlah anda dapat mendelegasikan karyawan untuk membantu anda, atau bisa juga sepenuhnya anda limpahkan kepada karyawan.

Pengakuan, Penghargaan, dan Apresiasi
Sekali lagi, mengakui, menghargai, dan mengapresiasi itu suatu hal yang material bagi mental seorang karyawan, enggak hanya sebatas pada ide dan kemampuannya saja, tapi untuk segala hal yang positif yang dimiliki oleh karyawan, dan hal yang paling material adalah prestasi kerjanya. Ketika karyawan memiliki prestasi kerja yang baik, misalnya dapat mencapai target, maka anda bener-bener harus mengakuinya, menghargainya, dan mengapresiasi prestasi tersebut. Jangan hanya diam saja, jangan hanya memuji di dalam hati, bagi karyawan itu sama saja tidak mengakui, menghargai, dan mengapresiasi.

Ada banyak bentuk yang dapat anda berikan untuk melakukan hal tersebut, misalnya saja dengan memberikan bonus, kenaikan gaji, kenaikan pangkat, dan lain sebagainya.
Advertisement


Tapi ingat, yang perlu anda perhatikan bukan hanya prestasi saja, karyawan itu bukanlah mesin yang sempurna, suatu ketika mungkin akan mengalami ketidakberhasilan. Dalam hal ini, anda juga perlu untuk mengakui usaha kerasnya, menghargai, dan mengapresiasi jerih payah dan tetesan keringatnya. Bisa anda bayangkan apa reaksi mereka, tentu mereka tidak mau mengecewakan anda dan akan bekerja lebih, lebih, dan lebih keras lagi

Persaingan Yang Sehat
Persaingan yang sehat merupakan cermin dari kondisi perusahaan yang baik. Ada banyak persaingan di dalamnya, baik itu persaingan antar karyawan yang berlomba-lomba ingin mencapai prestasi paling tinggi, hingga persaingan antar divisi/lini bisnis yang ingin memberikan kontribusi laba paling besar. Sangat bagus jika memang ada persaingan, karena dengan adanya persaingan dapat meningkatkan mutu, produktivitas dan kinerja perusahaan itu sendiri. Tapi persaingan akan menjadi racun jika bentuk persaingan tersebut tidaklah sehat.

Misalnya, anda tidak adil dalam masalah anggaran, satu divisi dapat menyusun anggaran sesuai dengan kebutuhannya, namun divisi lain anda batasi. Contoh lain adalah ketika anda menganak emaskan divisi tertentu, dan terkesan tidak memperhitungkan divisi lainnya. Secara mental, hal tersebut jelas tidaklah baik.

Luangkan Waktu Anda
Sesibuk-sibuknya anda sebagai boss, saya yakin anda akan ada waktu luang untuk sekedar ngobrol basa-basi dengan karyawan anda, misalnya ketika jam makan siang tiba, bisakan anda ikut ke kantin makan bersama, sembari bercanda tawa dengan karyawan, dan hal itu akan istimewa sekali jika anda mampu melakukannya secara rutin. Bukan tanpa alasan, tapi hal tersebut bisa mencairkan suasana canggung yang dialami oleh karyawan kepada anda.

Karyawan itu mungkin juga banyak permasalahan di dalam perusahaan, banyak keluhan, letih, dan kelelahan. Jika mereka berbicara dengan atasannya, dengan boss nya, yang notabene orang dengan pangkat yang lebih tinggi, hal tersebut bisa menjadi penyemangatnya, motivasi untuk bekerja lebih maksimal.

Target Yang Realistis
Pada dasarnya target yang anda berikan kepada karyawan merupakan beban bagi mereka. Jika beban yang ditanggung terlalu berat, mereka tentunya akan kualahan. Jika anda memberikan target yang terlampau berat, itu tidak akan pernah memotivasi karyawan, anda malah akan dianggep gila dan kejam oleh mereka, dan jangan salahkan karyawan jika target tersebut tidak tercapai.

Janganlah terlalu bernafsu untuk memperoleh laba, dan mengeksploitasi tenaga karyawan seenaknya. Tentukanlah target yang realistis, misalnya target kenaikan laba sebesar 10% dari laba sebelumnya, kemudian berikan alasan atas hal tersebut.

Jadikan Diri Anda Sosok Leader Yang Hebat
Sosok pemimpin yang dikagumi oleh karyawan akan menjadi motivasi tersendiri bagi karyawan tersebut, bagaimana tega sosok yang dikaguminya dibuat kecewa, saya rasa tidak. Karyawan cenderung akan melakukan yang terbaik untuk boss yang dikaguminya. Beda jika karyawan merasa memiliki boss atau pemimpin yang resek, bisa jadi karyawan malah memperburuk pekerjaannya untuk memberikan hukuman kepada boss nya.

Jenjang Karir yang Jelas
Jabatan dan posisi pangkat yang lebih tinggi jelas diinginkan oleh semua orang, dengan gaji yang lebih besar dan kewenangan yang lebih besar pula, menjadi daya tarik bagi karyawan untuk mendudukinya. Motivasi bekerja untuk meraih prestasi yang baik sudah jelas akan dilakukan oleh karyawan, karena dengan begitu peluangnya untuk naik jabatan terbuka lebih lebar.

Dengan adanya jenjang karir yang jelas, baik, dan menggoda, karyawan akan lebih bersemangat lagi untuk bekerja, setia kepada anda, dan menjalankan strategi-strategi perusahaan dengan baik. Oleh karena itu, anda sebagai boss seharusnya memberikan jenjang karir yang bagus.

Jangan lewatkan: Cara membangun mental bisnis yang kuat.
----
Oke, itulah 8 cara meningkatkan motivasi karyawan agar bekerja lebih maksimal yang dapat saya berikan. Semoga cara meningkatkan motivasi bekerja karyawan di atas bermanfaat dan dapat membantu anda dalam upaya memberdayakan SDM sebaik mungkin. Thanks.