Tampilkan postingan dengan label Properti. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Properti. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 November 2016

Skema Kerjasama dan Bagi Hasil Bisnis Properti

Skema Kerjasama dan Bagi Hasil Bisnis Properti – Di manapun, properti akan selalu menjadi barang rebutan, pasalnya tanah atau lahan itu tidak bisa diperbarui, itu juga yang menyebabkan harga properti selalu naik tajam. Di indonesia sendiri, bisnis properti sangat ramai, baik itu properti rumah, ruko, tanah, atau bangunan kantor. Beberapa tahun terakhir, bisnis properti menjadi ladang duit bagi para developer, makelar, dan pemilik tanah.

Tidak hanya developer properti saja yang mendapat untung banyak dari maraknya bisnis properti, asalkan kalian punya uang atau tanah, kalian juga bisa mendapatkan keuntungan dari bisnis ini. Tentu, keuntungannya tidak utuh karena akan dibagi-bagi kepada para pihak yang terlibat, inilah kerjasama dalam dunia bisnis properti, semua bisa ikut untung asalkan punya “nilai” untuk dimanfaatkan bersama.

Developer punya nilai berupa keahlian mengelola, mengembangkan, dan memasarkan properti, sedangkan investor punya nilai berupa modal, tanah, atau keduanya. Nah, investor sendiri bisa siapa saja asalkan punya modal atau tanah tersebut, bisa petani, karyawan swasta, pengusaha, atau yang lainnya.

Dengan demikian, kerjasama dalam bisnis properti bisa dilakukan antara developer dan investor, begitu juga bagi hasil keuntungannya. Lalu, detail kerjasama dan sistem bagi hasil keuntungannya seperti apa sih? Jawabannya sangat sederhana, silahkan simak ulasannya berikut ini:

Sebelumnya, baca juga: Risiko dan keuntungan bisnis properti.
Skema Kerjasama dan Bagi Hasil Bisnis Properti

Skema Kerjasama Bisnis Properti
Sebenarnya, untuk berbisnis properti tidak harus bekerjasama dengan pihak lain, kamu bisa bisnis sendirian kalau punya segala yang dibutuhkan, seperti keahlian mengelola dan mengembangkan, punya tanah, dan punya modal. Bisa saja kamu lakukan, tapi tentu akan lebih mudah jika dilakukan bersama-sama dengan pihak lain, selain itu risiko yang kamu tanggung juga akan berkurang.

Nah, dalam kerjasama bisnis properti, berapa banyak pihak yang terlibat terserah anda, tapi kalau rekomendasi saya adalah maksimal tiga pihak, yaitu developer (keahlian), investor pertama (pemilik tanah), dan investor dua (penyuntik modal uang)

Pihak-pihak d atas tidak mengikat, bisa kalian sesuaikan dengan situasi dan kondisi, misalnya kerjasama dua pihak, developer dan investor (tanah dan modal), atau developer tapi punya modal maka tinggal cari investor tanah saja.

Lalu bagaimana memulai kerjasama tersebut? Saya asumsikan kamu adalah seorang developer dan ingin membangun perumahan, kamu punya modal 200 juta tapi memutuskan untuk tidak menggunakannya. Dengan begitu, kamu perlu mencari dua pihak, yaitu investor tanah dan investor modal. Setelah tahu apa yang dibutuhkan, lalu kamu tinggal mencari investor tersebut.

Tidak mudah untuk mencari investor, apalagi bagi developer baru yang belum memiliki jaringan dan koneksi yang luas. Untuk pertama kali memulai, kamu perlu sedikit kerja keras, bisa kamu mulai dengan mencari di surat kabar atau situs online. Carilah iklan “tanah dijual”, kemudian hubungi dan ajak kerjasama, itu jika kalian mencari investor tanah. Kalau cari investor modal, maka sebaliknya kamu yang pasang iklan, misalnya “dicari investor properti”.
Advertisement


Nah, setelah kamu dapat investornya, maka kamu sudah bisa memulai project perumahannya. Oh iya, untuk modal uangnya itu, cukup mencari sebesar pembangunan awal saja, misalnya untuk urug, design, pondasi, pemasaran, dan lainnya. Jadi tidak harus mencari investor yang mau memodali pembangunan sampai perumahan jadi, cukup pembangunan awal saja.

Kok bisa? Bisa saja karena setelah pembangunan awal, kamu sudah bisa memasarkan perumahan tersebut, kan sudah ada penampakan pembangunannya, juga design perumahannya, gunakanlah itu untuk memasarkan perumahan.

Setelah dipasarkan, nanti akan ada yang berminat membeli satu atau lebih rumah, nah uang dari DP atau pembayaran pembeli itulah yang akan digunakan untuk menyelesaikan pembangunan. Jadi, setiap ada pembeli lalu melakukan pembayaran, gunakan uang tersebut untuk menyelesaikan pembangunan rumah yang dibeli, begitu seterusnya.

Sistem Bagi Hasil Bisnis Properti
Dalam bagi hasil keuntungan di bisnis properti, akan sangat dipertimbangkan besar-kecilnya peran masing-masing pihak. Pihak developer memiliki peran yang sangat penting, pihak ini memegang kendali bisnis serta menanggung risiko yang besar. Sedangkan investor tanah juga memiliki peran besar, namun menanggung risiko yang kecil karena kalau proyek perumahan gagal, tanah masih utuh dan tidak kemana-mana.

Beda lagi dengan pihak investor modal, pihak ini memiliki peran yang paling kecil karena hanya memodali pembangunan awal saja, mungkin hanya 20% hingga 30% pembangunan, dan investor modal menanggung risiko yang cukup besar namun tidak terlalu besar.

Dilihat dari besar-kecilnya peran dan risiko, di dunia bisnis properti biasanya bagi hasil keuntungan ditentukan dengan presentase sebesar 50% untuk developer, 40% untuk investor tanah, dan 10% untuk investor modal. Tapi tentu saja, besaran persentase tersebut tidak mutlak, tergantung kesepakatan semua pihak dan kondisi di lingkungan.

Tapi yang jelas, saya kira sangat sulit bagi investor modal untuk mendapat bagi hasil lebih dari 20%. Tapi kalau investor tanah bisa lebih besar hingga 50% jika harga tanah permeter lebih mahal daripada harga permeter bangunan. Sedangkan untuk developer, saya kira dilihat dari peran dan risikonya, sangat wajar jika mematok keuntungan minimal 40% apapun kondisinya.

Selanjutnya: Tips memilih tanah untuk investasi sekaligus tempat tinggal.
----
Oke ya, itulah sedikit ulasan tentang skema kerjasama dan bagi hasil bisnis properti. Semoga ulasan di atas bermanfaat dan menambah wawasan bisnis kalian. Jangan lupa share artikel ini juga ya, thanks dan salam sukses untuk kalian semuanya.

Sabtu, 31 Oktober 2015

Tips Memilih Lokasi Rumah Untuk Investasi dan Tempat Tinggal

Tips Memilih Lokasi Rumah Untuk Investasi dan Tempat Tinggal - Memilih sebuah properti seperti halnya rumah atau tanah adalah sesuatu yang sakral. Hal ini sangat erat kaitannya dengan kenyamanan dan nilai balikan di masa yang akan datang yang mungkin akan anda rasakan. Memilih rumah atau tanah (properti) ada dua kemungkinan tujuannya, yang pertama adalah untuk tempat tinggal, dan yang kedua adalah untuk investasi.

Antara tujuan yang pertama dengan tujuan yang kedua sebenarnya saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan, kenapa? Ingat, rumah yang baik pasti enak dan nyaman untuk ditinggali, karena itulah banyak orang yang mencarinya, karena banyak yang mencari pastilah rumah tersebut memiliki nilai yang tinggi dan akan membentuk pasar, dengan begitu tujuan investasi pun juga akan tercapai dengan sendirinya, karena pada dasarnya faktor investasi juga akan disesuaikan dengan kelayakan, kenyamanan, dan keamanan suatu rumah untuk ditinggali.

Jadi, dalam memilih rumah atau tanah (properti), baik untuk tempat tinggal maupun untuk investasi pada umumnya adalah sama dan sukar dipisahkan. Namun secara khusus, tujuan tempat tinggal dan tujuan investasi dapat dibedakan jika berkaitan dengan usaha dan bisnis, contohnya adalah pemilihan rumah, bangunan atau tanah untuk membuka toko, warung, rumah makan, kantor, dan sentra bisnis lainnya. Dalam hal ini faktor keramaian (pangsa pasar) dan adaptasi (lokalisasi) menjadi faktor utama.

Karena alasan-alasan yang disebutkan di atas, muncullah sebuah lokasi rumah dan tanah (properti) yang dinilai sebagai perfect location, dimana bisa digunakan untuk tempat tinggal dan investasi serta cocok untuk berbisnis. Lokasi yang seperti ini pastilah diincar oleh banyak pihak, dan sudah tentu akan tinggi potensi nilai balikan yang akan anda dapatkan.

Kemudian, masalahnya sekarang adalah bagaimana anda mendapatkan rumah dan tanah yang perfect location tersebut? Nah, berkaitan dengan hal ini, sesuai dengan judul pada artikel kali ini, saya akan mencoba memberikan tips memilih lokasi rumah/tanah (properti) yang cocok untuk anda tinggali atau untuk investasi sekaligus bisa dimanfaatkan untuk berbisnis, berikut ini tipsnya.

Sebelumnya, baca juga: Tips membeli rumah baru agar tidak tertipu dan merugi.

Tips Memilih Lokasi Rumah Untuk Investasi dan Tempat Tinggal

Sarana dan Prasarana Yang Sudah Tersedia
Jika sejenak anda membayangkannya, anda pasti tidak mau membeli rumah di pelosok yang sangat minim sarana dan prasarana yang mendukung, bahkan jika anda membeli rumah atau tanah untuk sekedar dijadikan vila atau tempat peristirahatan pun lebih baik ada sarana dan prasarana yang mendukung. Kalau anda membeli rumah dari pengembang (dari perumahan), mungkin sarana dan prasarana berupa fasilitas umum dan fasilitas sosial sudah disediakan oleh pengembang tersebut, tapi bagaimana jika anda membeli rumah atau tanah secara mandiri? Nah di sini anda harus benar-benar memastikan masalah sarana dan prasarana ini.

Pada dasarnya sarana dan prasarana ini berbentuk fasilitas umum dan fasilitas sosial, seperti:
Fasilitas umum:
  • Jalan masuk-keluar
  • Saluran drainase/ got air hujan
  • Penerangan rumah dan jalan
  • Fasilitas air minum dan air bersih (jet pump/sumur/ PAM/ pompa tangan)
  • Jaringan telepon dan internet
  • Dan lain-lain.
Fasilitas sosial:
  • Masjid/ Musholla/rumah ibadah
  • Lapangan/ taman/ areal terbuka
  • Posko Keamanan
  • Balai Pertemuan warga
  • Dan lain-lain.
Jika anda sudah bertanya kepada pembeli atau pengembang, anda wajib mengeceknya sendiri guna memantapkan pilihan anda, jangan sungkan-sungkan untuk menjelajah semua fasilitas yang ada, apalagi jika sebelumnya anda sudah dijanjikan dengan fasilitas yang lengkap maka sangat perlu untuk mengkonfirmasi janji tersebut.
Advertisement


Potensi Perkembangan Lokasi Properti
Laju ekonomi akan selalu berkembang dan membutuhkan infrastruktur yang baru, oleh karena lokasi yang sudah menjadi sentra ekonomi sebelumnya sudah terlalu padat maka akan menuntut adanya lokasi baru, di sinilah kenapa banyak daerah yang sebelumnya sepi menjadi ramai, yang sebelumnya minim bangunan menjadi semakin banyak bangunannya. Jika anda bisa memprediksi lokasi baru yang potensial untuk menjadi sentra bisnis yang baru, maka keuntungan luar biasa akan anda dapatkan.

Ada banyak hal yang bisa anda amati untuk memprediksi lokasi yang potensial, mudah saja karena tanda-tanda tersebut gampang dikenali. Contohnya, munculnya tempat-tempat perdagangan baru seperti pasar, ruko, dan supermarket, munculnya bisnis layanan seperti bank, rumahsakit, klinik, puskesmas, bengkel, dan sebagainya, munculnya jalur angkutan umum seperti terminal, stasiun, dan bandara. Tapi ingat, satu tanda tidak bisa dijadikan patokan, misalkan daerah tertentu hanya muncul sebuah pasar saja, ini kurang bisa dijadikan patokan karena di pelosok-pelosok pun sudah banyak pasar. Munculnya bank di suatu daerah, jika tidak diikuti oleh lainnya juga kurang bagus untuk dijadikan patokan.

Tapi akan berbeda jika muncul beberapa tanda, misalnya munculnya stasiun baru di suatu daerah, kemudian diikuti dengan munculnya bank, rumahsakit, dan super market dengan jarak yang berdekatan, nah ini bisa jadi cukup potensial kedepannya karena jelas dengan dibangunnya infrastruktur dan bisnis di atas akan mampu memancing keramaian, alhasil roda ekonomi baru akan berjalan di daerah baru tersebut.

Posisi dan Arah Rumah
Posisi dan arah rumah sangat erat kaitannya dengan sinar matahari yang dapat menyinari rumah tersebut. Terlihat sepele namun ternyata banyak yang mempermasalahkan masalah ini. Yang pertama, ada yang mementingkan sinar matahari di sore hari, kedua ada yang mementingkan sinar matahari di pagi hari. Ini memang tergantung dengan selera masing-masing individu, tapi jika anda membeli rumah atau bangunan untuk anda sendiri maka pilihannya adalah menurut selera anda. Tapi untuk investasi yang akan melibatkan selera orang lain, ini cukup sulit. Banyak pengembang yang memutuskan untuk mencari jalan tengahnya dengan menghadapkan rumah ke selatan atau ke utara agar sinar matahari di pagi dan sore hari terbagi rata.

Perlu diketahui bahwa sinar matahari itu cukup penting, tidak hanya sinar pagi dan sore hari saja, siang pun juga penting. Hal ini sering berkaitan dengan hobi, misalkan yang hobi tanaman maka perlu sinar matahari untuk pertumbuhan tanamannya, ikan, burung dan hewan lainnya juga sangat perlu sinar matahari, bahkan manusia pun sangat perlu sinar matahari untuk kesehatannya. Oleh karena itu, bijaklah dalam memilih posisi dan arah rumah/bangunan yang hendak anda beli atau investasikan.

Lakukan Survei Di Lokasi Yang Potensial
Tips memilih lokasi rumah selanjutnya adalah berkaitan dengan survey. Ini penting untuk dilakukan karena dapat memfilter pilihan dan tawaran yang anda dapatkan. Saya sendiri percaya bahwa lokasi potensial atau perfect location itu tidak hanya satu, tapi ada beberapa atau bahkan banyak. Ketika anda sudah mendapatkan beberapa lokasi yang menurut anda baik, ada bijaknya anda bandingkan antar lokasi tersebut dengan melakukan survey langsung. Bentuk survey ini dapat beraneka ragam, misalnya seperti tanya jawab dengan warga sekitar, pelajari silsilah rumah/bangunan/tanah tersebut, dll. Yang paling penting di sini adalah kemantapan hati anda, mana lokasi yang paling mantap buat anda maka itulah yang sebaiknya dipilih.

Lokasi Yang Berbahaya
Jelas saja bahwa ada begitu banyak lokasi rumah yang patut anda hindari, hal ini berkaitan dengan potensi bahaya yang dapat menimpa. Contoh lokasi rumah/bangunan atau properti yang rawan bahaya-bahaya tersebut seperti:
  1. Lokasi dekat pantai. Walaupun indah pemandangannya, namun pertimbangkan pula bahaya-bahaya yang menanti, seperti tsunami, tanah bekas rawa yang mudah amblas, dan air dengan kadar garam yang tinggi sehingga berasa asin.
  2. Lokasi di bawah atau di dekat kabel listrik tegangan tinggi (Sutet). Lokasi seperti ini mengandung electromagnet yang begitu besar, dan akan rawan mempengaruhi kesehatan keluarga anda, apalagi terhadap anak-anak maupun bayi. Belum lagi adanya bahaya jika kabel atau bangunan penyangga sutet roboh.
  3. Lokasi sulit air. Ini akan menyebabkan gersang sehingga aktivitas anda terasa lebih melelahkan dan panas.
  4. Lokasi yang terlalu padat. Ada banyak bahaya yang menanti, misalnya bahaya kebakaran yang mudah merembet, apalagi jika lokasi tersebut nihil system pemadaman.
  5. Lokasi perbukitan. Sekali lagi, walaupun terlihat indah namun pertimbangkan pula potensi bahayanya, seperti tanah longsor, kesulitan akses karena jalan yang menanjak yang juga akan menyebabkan mesin kendaraan lebih mudah rusak.
  6. Lokasi rumah yang terlalu jauh dengan lokasi aktivitas anda. jangan dikira rumah yang jauh dengan aktivitas anda tidak bermasalah, misalnya aktivitas kerja, pendidikan anak-anak, dan interaksi sosial anda, jika terlalu jauh ini berpotensi menyebabkan tingkat stress yang meningkat.
  7. Lokasi rumah dengan harga yang terlalu mahal. Saya paham dengan impian anda untuk memperoleh lokasi rumah yang ideal. Tapi yang jangan anda lupakan adalah masalah kemampuan keuangan anda. Jika anda membeli rumah dengan tabungan, maka pastikan ada sisa tabungan untuk mencukupi kebutuhan anda selama beberapa bulan, minimal 6 bulan, ini untuk berjaga-jaga jika anda keperluan mendesak seperti biaya rumahsakit, pendidikan, dan lain-lain. Jika anda menggunakan KPR dari bank tertentu, pastikan bahwa angsuran KPR tersebut tidak melebihi setengah dari gaji bulanan anda.
Selanjutnya, baca juga: Cara menguntungkan memilih tanah untuk investasi.
----
Oke, itulah sedikit ulasan saya mengenai tips memilih lokasi rumah/bangunan/tanah yang cocok untuk tempat tinggal dan investasi. Semoga ulasan di atas bermanfaat dan membantu anda menemukan lokasi rumah/bangunan/tanah seperti yang anda impikan selama ini. Thanks.

Minggu, 09 Agustus 2015

Tips Membeli Rumah Baru Agar Tidak Tertipu dan Merugi

Tips Membeli Rumah Baru Agar Tidak Tertipu dan Merugi – Sebuah tempat tinggal merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi setiap keluarga. Di jaman modern seperti saat ini memiliki rumah sendiri menjadi sebuah idaman dan kebanggaan tersendiri. Bagi anak muda yang baru menikah, merupakan kemunduran jika belum memiliki rumah sendiri, masing ngontrak, atau bahkan masih numpang dengan orang tua. Bukan bermaksud untuk menghina, tapi kalau boleh jujur, saya akan lebih bangga dan merasa maju jika dapat membeli rumah dengan hasil jerih payah saya sendiri.

Saat ini memang banyak sekali orang-orang yang sedang mencari rumah baru, entah itu untuk rumah pertama kalinya atau mencari rumah yang lebih baik dari rumah sebelumnya. Banyaknya peminat yang ingin membeli rumah ini menjadikan bisnis properti rumah sangat booming, alhasil banyak sekali pilihan rumah yang dapat anda pilih. Lalu pertanyaannya, rumah mana yang akan anda pilih?

Memilih rumah yang akan anda beli sih mudah, tapi apakah pilihan anda tersebut sudah tepat? Nah, ini pertanyaan penting yang harus anda jawab terlebih dahulu. Adanya banyak pilihan memang bagus, tapi tidak semua pilihan rumah tersebut tepat untuk anda beli, parahnya lagi anda juga berpotensi tertipu dan mengalami kerugian. Lalu, tips seperti apa yang harus dilakukan ketika anda akan membeli rumah? Berkaitan dengan hal ini, saya sudah menyiapkan dan merangkum tips-tips membeli rumah yang bisa anda lakukan, berikut tips membeli rumah baru agar tidak tertipu dan merugi yang patut anda lakukan.

Tips Membeli Rumah Baru Agar Tidak Tertipu dan Merugi

Perhatikan Kemampuan dan Kondisi Keuangan Anda
Jika anda membeli rumah pada pengembang tertentu, biasanya pengembang tersebut menawarkan beberapa cara pembayaran, yaitu pembayaran dengan cara tunai keras, tunai bertahap atau dengan KPR. Jika anda memilik dana yang besar, maka pembayaran dengan cara tunai keras akan lebih menguntungkan karena pengembang pasti akan memberikan potongan harga yang cukup besar. Tapi lain halnya jika kemampuan keuangan anda tidak mendukung untuk dilakukan pembayaran secara tunai keras, maka satu-satunya pilihan anda adalah dengan tunai bertahap atau KPR.

Jika anda melakukan pembelian rumah dengan cara pembayaran tunai bertahap, anda juga harus pintar-pintar dalam mengalokasikan keuangan anda. Pertama, jika anda sudah menentukan pilihan rumah yang akan dibeli, maka anda harus membayar uang tanda jadi dan uang muka yang besarannya ditentukan oleh pengembang (jika anda membeli dari pengembang), lalu anda juga harus mencicil angsuran dikemudian harinya. Pertanyaannya, mampukah anda membayar semua itu? Setelah anda membayar semuanya termasuk cicilan, bagaimana dengan kebutuhan anda lainnya seperti makan, biaya sekolah anak, mampukah anda menyisihkan untuk keperluan semua itu? Ini perlu anda pikirkan sebelum membeli rumah, karena percuma saja sekarang anda punya rumah namun dikemudian hari anda bangkrut.

Selanjutnya jika anda memutuskan membeli rumah dengan mengajukan KPR di bank, cara ini merupakan salah satu cara terbaik yang dapat anda tempuh. Tapi sayangnya, tidak semua pengajuan KPR bank dapat disetujui, kenapa? Ya, ini karena bank akan menilai anda apakah layak diberikan KPR atau tidak. Pertama, bank akan memeriksa apakah jumlah angsuran memungkinkan untuk anda bayar dikemudian hari (besarnya angsuran maksimal sepertiga pendapatan suami, istri, atau gabungan dari keduanya), lalu bank juga akan memeriksa apakah anda memiliki kredit-kredit lainnya. Jika penghasilan anda dinilai memenuhi syarat, bank dengan senang hati akan memberikan KPR kepada anda.
Advertisement


Memilih Lokasi dan Type Rumah
Memilih lokasi rumah dan tipenya merupakan faktor yang penting. Kalau type rumah mungkin bisa anda sesuaikan dengan selera dan dana anda, atau anda juga bisa memilih tipe yang mudah dijual jika dikemudian hari anda berencana untuk menjualnya kembali. Tapi jika anda memilih lokasi rumah, ini tidak hanya masalah selera saja, faktor-faktor dalam menentukan lokasi rumah yang wajib anda perhatikan diantaranya adalah bagaimana akses transportasi dilokasi tersebut, bagaimana dengan ketersediaan fasilitas umum seperti sekolah, rumah sakit, perbelanjaan, kemudian apakah dilokasi tersebut aman atau tidak dari bahaya kriminalitas atau bencana alam seperti banjir, tanah longsor, kebakaran dan sebagainya. Faktor-faktor ini akan sangat krusial sekali bagi anda, walaupun jika anda menemukan lokasi yang bagus nantinya harga juga tinggi, toh harga jual kembali juga akan tinggi pula.

Tidak lepas kemungkinan bahwa dilokasi yang sama terdapat beberapa pilihan rumah dari pengembang yang berbeda. Jika anda menemukan hal ini, tidak ada salahnya untuk mencoba membandingkan kualitas rumah, kenyamanan, fasilitas, serta harga rumah setipe yang ditawarkan oleh masing-masing pengembang. Anda dapat melakukan perbandingan ini dengan membuat catatan-catatan sederhana dari rumah yang telah anda bandingkan, catat kelebihan dan kelemahannya, lalu beri rating seberapa baik kah rumah tersebut, ini akan membantu anda dalam menganalisis rumah mana yang terbaik untuk anda beli.

Baca juga: Cara menguntungkan memilih tanah.

Track Record Developer
Dalam proses pemilihan rumah, mungkin anda akan segera menemukan rumah ideal seperti yang anda inginkan, harga bagus, lokasi mantap, design rumah yang elegant, wah rasanya sangat sempurna. Tapi ada baiknya, sebelum anda memutuskan untuk membeli rumah tersebut, kenali dan pelajari terlebih dahulu siapa yang menjadi pengembangnya. Ini akan sangat membantu anda dalam menghindari rasa kecewa dan merugi, kenapa? Bagaimana jika kualitas rumah yang anda beli itu buruk, baru beberapa bulan ternyata cat sudah mengelupas, kayu yang kropos, bangunan yang tidak kokoh, dan sebagainya. Dengan begitu anda kecewa dong, rugikan. Karena itulah penting kiranya untuk mempelajari sejarah dari pengembangnya, anda dapat memeriksa sejarahnya dengan cara mencari testimoni dari pihak-pihak yang pernah membeli rumah dari pengembang tersebut, tanyakan bagaimana kualitas dari rumah yang mereka beli, memuaskan atau mengecewakan?

Status Legal dan Serah Terima Rumah
Dalam membeli rumah, memeriksa legalitas rumah dan memastikan kapan serah terima dilakukan sangat penting sekali, bahkan tidak boleh anda abaikan. Ini perlu anda lakukan karena ada beberapa pihak yang memanfaatkan situasi ini mengingat tidak sedikit calon pembeli rumah yang tidak tahu menahu akan legalitas sebuah properti, ini jelas akan menghindarkan anda dari penipuan yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bermoral tersebut.

Untuk memeriksa legalitas rumah, anda dapat menanyakan tentang sertifikat rumah atau Izin Mendirikan Bangunan (IMB), atau jika anda ingin yang lebih aman lagi, anda dapat meminta pakar untuk memeriksa legalitasnya. Setelah itu, anda perlu juga memastikan kapan serah terima dilakukan, kapan rumah tersebut dapat anda tempati? Kemudian tanyakan kepada pengembangnya, jika terjadi keterlambatan dalam serah terima, ganti rugi seperti apa yang akan diberikan oleh pengembang kepada anda.

Jangan lewatkan: Tips investasi rumah.
----
Nah, itulah beberapa ulasan tentang tips membeli rumah baru agar tidak tertipu dan merugi yang dapat saya berikan kepada anda. Semoga ulasan mengenai tips membeli rumah baru diatas dapat membantu anda dalam memilih rumah terbaik bagi anda dan keluarga. Saya berharap anda dan keluarga dapat berbahagia dengan rumah baru yang anda beli tersebut.