Tampilkan postingan dengan label Asuransi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Asuransi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Juli 2016

Pengertian dan Jenis-Jenis Asuransi Unit Link

Pengertian dan Jenis-Jenis Asuransi Unit Link – Saat ini asuransi menjadi gaya hidup masyarakat modern, sudah banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya asuransi. Tapi, walaupun begitu, jika jumlah masyarakat yang menggunakan asuransi dibandingkan dengan masyarakat indonesia, persentasenya masih tergolong kecil, kurang dari 15%. Tentu hal ini bisa dimaksimalkan lagi dengan mensosialisasikan manfaat dan pentingnya asuransi.

Satu hal yang membuat masyarakat sedikit sulit menggunakan asuransi adalah karena lebih memilih investasi daripada asuransi. Investasi dinilai lebih memberikan return yang tinggi, sedangkan asuransi sering dianggap hanya menghanguskan dana.

Karena iming-iming return yang tinggi itulah masyarakat lebih memilih investasi, terlepas apakah pada akhirnya investasi tersebut benar-benar memberikan return atau tidak. Nah, merespon fenomena tersebut, para pemasar asuransi pun tidak kehabisan akal, maka lahirlah produk asuransi unit link yang saat ini cukup sukses menarik perhatian masyarakat.

Lalu, apa sih sebenarnya asuransi unit link itu? Dan apa saja jenis-jenisnya? Oke, biar enggak penasaran langsung saja, berikut ulasan tentang pengertian asuransi unit link dan jenis-jenisnya:

Sebelumnya, baca juga: Asuransi pendidikan.

Pengertian dan Jenis-Jenis Asuransi Unit Link

Pengertian Asuransi Unit Link
Mudahnya, yang dimaksud dengan asuransi unit link adalah asuransi yang memiliki dua fungsi, yaitu fungsi proteksi dan fungsi investasi. Jadi logikanya, ketika kamu membeli asuransi unit link, dana kamu akan digunakan untuk dua hal yang bermanfaat, yaitu investasi dan proteksi dalam satu produk. Biasanya investasi akan dilakukan pada instrumen reksadana, baik itu reksadana saham, pasar uang, campuran, atau yang lainnya.

Dengan begitu, asuransi unit link dapat menarik minat masyarakat yang sebelumnya tertarik untuk investasi, karena dengan asuransi unit link mereka tetap dapat berinvestasi dan sekaligus memperoleh proteksi dari fungsi asuransinya, menarik bukan?

Tapi perlu diingat bahwa asuransi unit link terdapat unsur investasinya, seperti yang kamu ketahui bahwa setiap investasi itu memiliki risiko sehingga asuransi unit link pun memiliki risiko layaknya pada investasi biasanya. Jadi, misalkan produk unit link diinvestasikan di saham dan ternyata saham tersebut mengalami penurunan, maka secara otomatis nilai investasi pada asuransi unit link juga akan menurun.

Selain masalah risiko, sebelum membeli asuransi unit link kamu juga harus memahami bahwa asuransi unit link ini memiliki fungsi ganda, tidak seperti asuransi biasanya, sehingga premi asuransi unit link yang harus kamu bayarkan juga akan lebih besar ketimbang asuransi biasa. Selain itu, nilai proteksi dari asuransi unit link yang kamu dapatkan akan lebih kecil dari asuransi biasa.
Advertisement


Jenis-Jenis Asuransi Unit Link
Asuransi unit link bisa dibedakan berdasarkan macam-macam hal, setidaknya bisa dibedakan berdasarkan pembayaran premi, penempatan dana, dan berdasarkan tujuan investasi yang diinginkan.

Berdasarkan pembayaran premi:
Berdasarkan pembayaran preminya, asuransi unit link dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu premi tunggal dan premi berkala.

Unit link premi tunggal. Jenis ini adalah jenis unit link yang mengharuskan si nasabah untuk membayar premi asuransi di awal, pembayaran premi ini hanya satu kali di awal saja, selanjutnya sudah tidak ada premi lagi. Jenis ini sangat cocok untuk nasabah yang memiliki dana besar karena kalau ditotal premi asuransinya tentu cukup besar pula.

Unit link premi berkala. Nah kalau ini merupakan unit link yang pembayaran preminya bisa dilakukan secara bertahap, bisa dilakukan setiap bulan, triwulanan, atau setiap tahun. Kalau dana kamu terbatas, maka asuransi unit link jenis ini sangat cocok buat kamu. Keuntungan membayar premi secara berkala adalah ketika kamu suatu waktu tidak bisa membayar preminya, maka kamu dapat mengajukan cuti premi, bahkan jika investasi dari unit link menghasilkan return yang tinggi maka kamu tidak perlu membayar premi lagi karena pembayarannya sudah cukup dengan nilai investasi yang dihasilkan.

Berdasarkan penempatan dana:
Produk unit link berdasarkan pempatan dananya dapat dibedakan menjadi 5 jenis, yaitu unit link pendapatan tetap, saham, pasar uang, campuran, dan yang terakhir adalah unit link syariah.

Unit link pendapatan tetap. Jenis ini sangat cocok bagi yang menginginkan return investasi stabil karena penempatan dana setidaknya 80% dilakukan di obligasi yang mampu memberikan bunga stabil setiap periode, dan 20% sisanya diletakkan di pasar uang yang risiko investasinya relatif kecil.

Unit link pasar uang. Jenis ini cocok diambil untuk pihak yang kurang berani dalam berinvestasi karena unit link jenis ini memiliki risiko paling kecil dengan potensi return yang kecil pula. Dan dana dari jenis unit link ini akan ditempatkan seluruhnya di pasar uang.

Unit link saham. Kalau ini merupakan unit link yang dananya akan ditempatkan setidaknya 80% di instrumen saham. Kamu tahu sendiri di dunia saham ini sangat besar risikonya, dalam satu hari bisa kaya dan dalam 1 hari pula bisa jatuh miskin karena berubahan yang sangat cepat.

Unit link campuran. Jenis ini cocok jika kamu tidak terlalu takut risiko namun juga tidak terlalu berani, penempatannya di berbagai instrumen seperti pasar uang, saham, obliasi, dan semacamnya. Jadi, ketika 1 instrumen investasi mengalami penurunan, bisa jadi instrumen lainnya malah mengalami peningkatan, hal ini karena pada dasarnya unit link campuran memecah risiko yang ada.

Unit link syariah. Nah kalau ini adalah unit link dengan sistem syariah, menempatan dananya bisa dilakukan seperti 4 jenis unit link di atas, hanya saja tentu dilakukan dengan cara yang sesuai dengan ajaran islam. Jika kamu muslim, jenis ini yang paling cocok buat kalian semua.

Berdasarkan tujuan:
Ini adalah asuransi unit link yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan kamu. Apapun tujuan kamu bisa disesuaikan, misalkan kamu ingin asuransi pendidikan, maka dapat ditambah investasi yang pada akhirnya menjadi asuransi unit link pendidikan. Bisa juga asuransi jiwa yang nanti menjadi asuransi jiwa unit link. Tentu masih banyak lagi asuransi dengan tujuan-tujuan kamu yang lain, dan tidak ada salahnya jika ditambahkan fungsi investasi di dalamnya.

Selanjutnya: Pentingnya asuransi untuk bisnis kamu.
----
Oke, itulah ulasan tentang pengertian asuransi unit link dan jenis-jenisnya. Semoga pembahasan mengenai pengertian dan jenis-jenis asuransi unit link di atas bermanfaat untuk kalian semuanya. Salam sukses dan sampai jumpa lagi... jangan lupa share artikel ini ya, thanks.

Selasa, 12 Januari 2016

Tips Supaya Klaim Asuransi Diterima, Ini Yang Harus Anda Lakukan

Tips Supaya Klaim Asuransi Diterima, Ini Yang Harus Anda Lakukan – Tidak ada seorang pun yang mengharapkan bahwa klaim asuransinya akan ditolak oleh perusahaan asuransi. Setiap individu yang membeli asuransi pasti memiliki harapan bahwa suatu saat ketika dibutuhkan, asuransi dapat menjadi jalan terang bagi mereka, karena memang tujuan utama asuransi adalah untuk memback up kebutuhan-kebutuhan di masa yang akan datang.

Namun nyatanya, asuransi yang semula menjadi rencana untuk melindungi diri dari risiko-risiko tertentu, malah hanya menjadi rencana isapan jempol semata karena klaim asuransi yang diajukan ternyata ditolak oleh perusahaan asuransi. Sedih, sakit, kecewa,dan macam-macam rasanya jika mengalami hal tersebut, sudah bayar premi mahal tapi ZONK manfaatnya.

Ada banyak faktor yang menjadi penyebab klaim asuransi anda ditolak, mohon maaf tapi biasanya yang menjadi penyebabnya adalah karena kesalahan anda sendiri, atau bisa juga karena ketidaktahuan anda. Hampir tidak mungkin perusahaan asuransi menggunakan trik-trik kotor untuk mengelabuhi anda, apalagi trik yang melanggar hukum. Hanya saja, perusahaan asuransi pasti akan menerapkan kebijakan-kebijakan atau polis asuransi yang tidak mungkin akan menyebabkan mereka mengalami kerugian. Jadi di sini, pahamilah kebijakan-kebijakan dan polisnya dari perusahaan asuransi tersebut.

Selama anda memahami kebijakan-kebijakan dan polis asuransi dengan baik dan mematuhinya, serta tidak melakukan kecurangan-kecurangan maka kemungkinan besar permohonan klaim asuransi anda akan diterima dengan mudah. Lalu apa poin-poin pentingnya? Ada banyak, setidaknya ada beberapa tips penting yang harus anda perhatikan, berikut ulasannya:

Baca juga: Pentingnya asuransi untuk bisnis anda.
Tips Supaya Klaim Asuransi Diterima
Bayarlah Premi Tepat Waktu
Kita tidak akan pernah tahu kapan musibah dan risiko-risiko tertentu menimpa kita, kapan dan di mana saja musibah dapat terjadi. Dengan membayar premi tepat waktu, anda dapat memastikan bahwa polis asuransi akan selalu aktif sehingga suatu waktu anda dapat melakukan klaim asuransi. Jangan sampai anda lupa dengan jatuh temponya asuransi karena ini akan membuat asuransi anda tidak aktif dan menyebabkan gagalnya klaim.

Untuk menghindari masalah lupa bayar premi ini, solusi terbaiknya adalah dengan membayar premi secara autodebet dari rekening tabungan anda.

Pahami Risiko Apa Saja Yang Dicover dan Pengecualian-pengecualian Yang Ada
Anda harus paham bahwa tidak semua risiko dapat dicover oleh perusahaan asuransi, terdapat suatu keadaan dan kondisi tertentu di mana resiko tidak dapat diklaim. Jika anda mencoba melakukan klaim yang tidak dicover atau dikecualikan, ya tentu saja klaim anda akan ditolak karena dalam polis asuransi pasti sudah diterangkan akan hal tersebut. Dengan memahami hal di atas, anda dapat mengelola potensi risiko yang akan anda hadapi nantinya.

Setiap perusahaan asuransi mungkin akan berbeda-beda dalam hal ini, jadi sebelum anda membeli asuransi ada baiknya bandingkan dulu asuransi dari perusahaan lainnya.
Advertisement


Siapkan Syarat dan Dokumen Yang Diperlukan Ketika Akan Klaim Asuransi
Sebelum melakukan klaim asuransi, anda harus menyiapkan beberapa dokumen. Dokumen umum biasanya berupa KTP dan data diri lainnya. Dokumen khusus tergantung dengan produk asuransinya, misalkan jika asuransi kendaraan maka butuh dokumen seperti STNK dan SIM. Asuransi kesehatan seperti surat keterangan dari dokter dan sebagainya.

Perhatikan Masa Tunggu dan Batas Waktu Klaim Asuransi
Asuransi memiliki masa tunggu dan batas waktu klaim yang harus anda perhatikan dengan seksama. Jika anda ingin melakukan klaim asuransi, maka lakukanlah sesegera mungkin sebelum batas waktunya. Jika anda melakukan klaim asuransi setelah masa jangka waktu klaimnya habis, sudah bisa dipastikan bahwa klaim anda akan ditolak oleh perusahaan.

Selain itu, anda juga harus memperhatikan masa tunggunya, masa tunggu adalah masa di mana anda tidak diperbolehkan mengajukan klaim, ini biasanya diawal-awal ketika polis asuransi disetujui, umumnya 30-60 hari setelahnya. Misalnya polis asuransi disetujui tanggal 1 januari dengan masa tunggu selama 30 hari, maka anda baru bisa mengajukan klaim asuransi pada tanggal 31 januari.

Patuhi Hukum dan Jangan Melakukan Kecurangan
Ada banyak kasus di mana klaim asuransi tidak diterima karena terdapat unsur melanggar hukum dan melakukan kecurangan-kecurangan. Misalkan pada asuransi kendaraan, jika anda melakukan klaim kerusakan kendaraan karena kecelakaan, dan penyebab kecelakaan tersebut karena anda melanggar lalu lintas maka jelas klaim anda tidak akan diterima.

Ada pula pihak yang sengaja merusak property atau barang berharganya untuk mendapatkan klaim asuransi, hal tersebut jelaslah tidak dapat diterima. Perusahaan asuransi juga memiliki tim khusus untuk melakukan investigasi dan menganalisis apa yang sebenarnya terjadi, mereka berpengalaman dalam hal ini sehingga kemungkinan besar kecurangan-kecurangan akan terendus oleh tim khusus tersebut.
----
Nah itulah beberapa tips supaya klaim asuransi diterima dengan mudah. Semoga tips di atas bermanfaat dan menambah wawasan anda, serta dapat membantu anda ketika akan mengajukan klaim asuransi. Thanks.

Jumat, 13 November 2015

Pentingnya Asuransi Untuk Usaha dan Bisnis Anda

Pentingnya Asuransi Untuk Usaha dan Bisnis Anda – Asuransi merupakan sebuah tameng bagi anda, entah itu untuk diri sendiri, orang yang anda cintai, maupun untuk hal-hal yang anda miliki saat ini, termasuk untuk usaha dan bisnis yang sebelumnya telah susah payah anda rintis.

Banyak risiko yang akan anda hadapi dalam dunia bisnis, seperti kecelakaan, kebakaran, bencana alam, dan masih banyak lagi, untuk itulah anda perlu mengurangi beban risiko dengan cara mengalihkan risiko tersebut kepada pihak lain, dalam hal ini anda dapat mengalihkannya kepada perusahaan-perusahaan asuransi. Perusahaan asuransi akan dengan senang hati menerima risiko yang anda hadapi, dengan catatan bahwa apa yang anda asuransikan tersebut memiliki nilai, serta anda sendiri bersedia membayar premi asuransi.

Mengapa Asuransi Penting Untuk Usaha dan Bisnis?
Tentu saja penting karena dengan asuransi, anda dapat mengalihkan resiko yang membebani anda. Bagaimana bisa hal tersebut terjadi?  Oke, pertama seperti yang saya sebutkan di atas, bahwa usaha anda rawan terhadap yang namanya kecelakaan, kebakaran, ataupun bencana lainnya, sebut saja rawan terhadap kerugian. Tapi ingat, pengalihan risiko ini bukanlah pengalihan risiko terhadap kegagalan anda mengelola usaha dan bisnis, namun pengalihan risiko untuk aktiva anda. Misalkan, anda mengasuransikan toko, bangunan, pabrik, kendaraan, atapun mesin. Karena aktiva merupakan hal yang berharga bagi anda, begitupun bagi perusahaan asuransi, maka dapatlah aktiva tersebut diasuransikan.

Baca juga: Cara kerja asuransi.

Pentingnya Asuransi Untuk Usaha dan Bisnis Anda
Mungkin sejenak anda berpikiran, “kenapa saya harus mengasuransikan usaha dan bisnis saya? Toh bencana juga belum tentu saya alami. Kalau nanti ada bencana, saya bisa kok membangunnya lagi dari awal”. Memang risiko belum tentu terjadi, namanya saja risiko. Tapi bagaimana jika memang benar-benar terjadi? Anda sanggup mengatasinya? Ingat, risiko yang anda hadapi bukan hanya risiko bencana saya, namun ada risiko-risiko lainnya seperti risiko utang yang masih anda tanggung, kompetitor, biaya lain yang perlu anda keluarkan, serta keadaan dimana terjadi menurunnya pendapatan.

Ketika anda kehilangan aktiva karena bencana alam, sedangkan anda juga memiliki rencana-rencana yang akan dijalankan, maka di situlah anda akan klabakan. Misalnya, di saat anda akan mengembangkan bisnis dengan membangun cabang baru, tetapi terjadi bencana yang meruntuhkan cabang lama, apa yang akan anda lakukan saat itu terjadi? Membiayai cabang lama terlebih dahulu atau cabang yang baru akan dibangun? Sedangkan jika harus membiayai keduanya secara bersamaan, anda butuh biaya di luar yang direncanakan, jelas ini akan sangat memberatkan keuangan anda.

Selain itu, ketika cabang lama tidak bisa beroperasi karena bencana, walaupun mungkin anda masih memiliki beberapa cabang baru, tapi hal tersebut tetap akan menurunkan pendapatan, sehingga pendapatan yang anda rencanakan tidak akan tercapai. Alhasil, rencana keuangan yang anda susun juga perlu anda kaji lagi karena pendapatan yang tidak tercapai dan harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membiayai cabang lama.
Advertisement


Hal ini berbeda jika dari awal anda telah mengasuransikan aktiva anda. Sudah jelas bahwa asuransi telah anda masukkan dalam rencana keuangan, sehingga anda dapat mengalokasikan premi asuransinya setiap bulan, maka hal tersebut tidak akan terasa memberatkan. Dan jika bencana terjadi, rencana keuangan anda juga tidak banyak berubah, mungkin hanya penurunan pendapatan dari cabang lama yang tidak bisa beroperasi. Selain itu, anda juga masih bisa menjalankan ekspansi bisnis dengan membuka cabang baru seperti yang telah direncanakan sebelumnya.

Mengelola Asuransi Untuk Usaha dan Bisnis
Seperti halnya yang sudah saya sebutkan di atas bahwa perusahaan asuransi akan bersedia memberikan perlindungan terhadap risiko yang anda hadapi, dengan syarat bahwa anda sendiri juga harus membayar premi yang besarannya bervariasi tergantung nilai yang diasuransikan. Dengan membayar premi ini artinya anda butuh biaya, dan biaya ini harus anda alokasikan dengan sebaik mungkin. Dengan begitu biaya premi asuransi ini harus anda masukkan pada rencana keuangan anda. Jika anda merasakan keberatan dengan biaya premi yang harus ditanggung, sedangkan anda tetap menginginkan perlindungan asuransi untuk aktiva anda, maka di sini anda harus pintar-pintar mengelola keuangan.

Jangan lupa juga, jika anda kurang yakin dengan jenis asuransi yang akan dipilih, konsultasikan terlebih dahulu dengan perusahaan asuransi yang bersangkutan. Ceritakan tentang kebutuhan dan kemampuan keuangan anda, dengan begitu perusahaan asuransi akan memberikan jenis asuransi yang paling cocok untuk usaha dan bisnis yang anda miliki.

Pertanyaanya, bagaimana jika tidak terjadi bencana? Bukankah itu merugikan karena saya membayar premi untuk hal yang sia-sia? Untuk menjawab pertanyaan ini, ini sama halnya anda mempertanyakan “Kenapa anda membayar satpam, toh tidak ada yang maling kok”, tapi kan tidak ada maling karena ada satpam, ini sama juga dengan anda tidak mengalami rugi karena ada asuransi.

Intinya, ini merupakan dunia bisnis bro, bukan dunia mainan anak-anak. Anda tidak bisa mengatakan biaya yang “sia-sia” untuk menghindari risiko. Pada dasarnya, bisnis memiliki sisi konservatisme (kehati-hatian), lebih baik mengantisipasi risiko dengan mengeluarkan biaya yang kecil daripada situasi yang membingungkan antara rugi dan tidak rugi yang nantinya malah akan mempersulit anda untuk merancang, merencanakan, dan mengembangkan usaha dan bisnis yang anda miliki.
----
Nah, itulah sedikit ulasan tentang pentingnya asuransi untuk usaha dan bisnis yang dapat saya berikan. Semoga pembahasan mengenai pentingnya asuransi dalam dunia bisnis di atas bermanfaat dan membantu anda dalam menjalankan usaha anda. Thanks.

Jumat, 07 Agustus 2015

Pengertian dan Manfaat Asuransi Pendidikan

Pengertian dan Manfaat Asuransi Pendidikan – Di jaman serba modern seperti saat ini, segala hal menjadi terasa sangat penting, rasanya ingin sekali memenuhi segala kebutuhan yang kita perlukan. Tapi sayang, kemampuan lah yang membatasi kita untuk memenuhi kebutuhan tersebut, alhasil harus pintar-pintar mengelola kemampuan untuk menggapai yang kita inginkan.

Berkaitan dengan kebutuhan, ada suatu kebutuhan yang tidak bisa kita hilangkan, seperti kebutuhan makan, pakaian, kesehatan, pendidikan dan lain sebagainya. Kebutuhan-kebutuhan macam ini merupakan kebutuhan pokok bagi kita, sehingga kita harus memenuhinya dan tidak bisa dihilangkan. Tapi nyatanya, tidak semudah itu untuk memenuhi kebutuhan pokok tersebut karena kita tidak pernah tahu apakah kita dapat memenuhi kebutuhan pokok di masa yang akan datang atau tidak, sehingga disini kita membutuhkan jaminan bahwa kebutuhan pokok dapat terpenuhi.

Untuk menjamin bahwa kebutuhan pokok kita dimasa sekarang dan dimasa depan dapat terpenuhi, salah satu solusi yang dapat dicoba adalah dengan memanfaatkan asuransi. Asuransi dapat membantu kita dalam mengelola keuangan dan juga dapat menghilangkan kekhawatiran yang selama ini membebani anda. Ada banyak kebutuhan yang dapat anda asuransikan, salah satunya adalah kebutuhan pendidikan, ini termasuk juga pendidikan untuk anak, untuk saudara, atau untuk orang lain yang anda sayangi. Dengan asuransi pendidikan, maka setidaknya pendidikan anak dan keluarga dapat terjamin.

Tapi sebelum anda membeli produk asuransi pendidikan, sudah tahukah anda apa itu sebenarnya yang dimaksud dengan asuransi pendidikan? Dan apa sajakah manfaatnya? Nah, berkaitan dengan hal ini, ulasan tentang pengertian asuransi pendidikan dan manfaat asuransi pendidikan berikut ini mungkin dapat membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, simak ulasan berikut ini.

Jangan lewatkan: Cara kerja asuransi.

Pengertian dan Manfaat Asuransi Pendidikan
Pengertian Asuransi Pendidikan
Pada dasarnya yang dimaksud dengan asuransi pendidikan adalah jenis asuransi yang memberikan perlindungan terhadap pendidikan anak. Dengan asuransi pendidikan, maka kita dapat memberikan perlindungan akan biaya pendidikan yang nantinya harus anda keluarkan. Seperti yang anda ketahui, saat ini harga apapun sangat mahal, hal ini juga berlaku dalam dunia pendidikan dimana biaya yang dibutuhkan juga sangat mahal, sedangkan kita tidak tahu apakah kemampuan ekonomi kita dapat memastikan bahwa anak mendapatkan pendidikan cukup yang layak.

Sebagai orang tua yang baik, sudah sewajarnya kita memberikan perhatian khusus terhadap apa yang dapat kita berikan kepada anak, apalagi masalah pendidikan yang pada dasarnya merupakan akar dari sebuah kesuksesan. Dengan asuransi pendidikan, ini tidak hanya menjamin ketika anda mengalami kesulitan keuangan saja, asuransi pendidikan juga menjamin ketika anda meninggal atau lumpuh sehingga menyebabkan anda tidak bisa mencari nafkah, alhasil anak yang anda tinggalkan tetap mendapatkan pertanggungan dana pendidikan.

Manfaat Asuransi Pendidikan
Terdapat tiga manfaat utama dari asuransi pendidikan yang akan anda dapatkan nantinya, yaitu manfaat investasi , perlindungan, dan juga fungsi keberlanjutan.

Manfaat investasi, ketika anda membayar premi kepada perusahaan asuransi, maka sebagian premi yang anda bayarkan tersebut akan dikelola dan di investasikan oleh perusahaan asuransi, dan premi tersebut dapat di investasikan di beberapa instrument investasi, misalkan di investasikan di reksadana saham. Kemudian anda akan menerima sejumlah dana dari perusahaan asuransi untuk membiayai kebutuhan pendidikan anak yang jumlahnya sesuai dengan kesepakatan dalam polis asuransi.
Advertisement


Manfaat perlindungan, seperti yang sudah saya singgung sebelumnya bahwa asuransi tidak hanya melindungi ketika anda mengalami kesulitan keuangan saja, bahkan ketika anda meninggal maka pendidikan anak masih akan terjamin, sehingga anda tidak perlu kuatir dengan pendidikan anak yang anda tinggalkan tersebut.

Fungsi keberlanjutan, ketika anda masih hidup/belum meninggal dan tidak mengalami cacat total tetap dalam masa, selain saldo dana investasi tersebut bisa digunakan untuk memenuhi biaya kebutuhan pendidikan anak hingga selesai pendidikannya, bisa juga dilanjutkan untuk dana pensiun, wisata, dan bahkan untuk warisan.

Baca juga: Manfaat asuransi secara umum.

Asuransi Pendidikan VS Tabungan Pendidikan
Sering saya melihat masyarakat yang belum bisa membedakan antara asuransi pendidikan dengan tabungan pendidikan, bahkan mungkin mereka berpikir bahwa itu sama saja. Kedua produk ini memang terlihat sangat mirip sekali, namun sebenarnya antara kedua produk tersebut memiliki perbedaan yang cukup mencolok, dan ini perlu anda perhatikan karena jika anda salah membeli diantara produk ini, bisa jadi tujuan anda tidak akan tercapai, bahkan anda bisa mengalami kerugian. Lalu apa saja sih perbedaannya? Ada beberapa hal yang membedakan antara asuransi pendidikan dengan tabungan pendidikan, diantaranya adalah sebagai berikut:

Pemilik produk, perlu anda ketahui bahwa tabungan pendidikan merupakan produk yang dikeluarkan oleh bank sehingga disini terdapat jaminan dari LPS jika bank mengalami kesulitan keuangan, sedangkan asuransi pendidikan adalah produk yang dikeluarkan oleh perusahaan asuransi, jadi tidak ada jaminan dari LPS. Jika anda berada di bank, mungkin anda juga akan melihat 2 petugas yang masing-masing melayani tabungan pendidikan dan juga yang melayani asuransi pendidikan, ini bukan berarti bank memiliki produk asuransi pendidikan, melainkan bank hanya berperan sebagai agen penjual saja. Dan juga, petugas yang melayani asuransi pendidikan di bank tersebut sebenarnya juga bukan pegawai bank kok, namun pegawai dari perusahaan asuransi yang bertugas di bank tersebut.

Tingkat keuntungan, tabungan pendidikan yang merupakan produk dari bank tentu saja menggunakan system bunga, dan jika bank sudah menentukan tingkat bunga maka keuntungan yang akan di dapatkan oleh nasabah sudah dapat dilihat. Jadi, ketika bank sudah menentukan tingkat bunga, maka keuntungannya sudah “pasti” dengan jumlah yang sesuai dengan tingkat bunga tersebut. Berbeda dengan asuransi pendidikan, karena dalam asuransi pendidikan dikelola dengan investasi. Tingkat keuntungan investasi ini bisa dipengaruhi oleh banyak hal, sehingga nilai dari investasi tersebut akan mengalami naik turun, dalam artian keuntungannya tidak pasti. Selain itu, keuntungan yang di dapat bisa jauh lebih tinggi dari tabungan pendidikan, namun risikonya juga jauh lebih besar.

Nilai perlindungan, dalam tabungan pendidikan biasanya anda tidak perlu membayar premi, alias gratis sehingga dana tanggungan yang dapat diberikan oleh bank sangat terbatas/kecil sekali, ini mungkin tidak akan maksimal untuk menjamin pendidikan buah hati anda. Tapi jika anda menggunakan produk asuransi pendidikan, jumlah pertanggungannya jauh lebih besar karena disini anda diwajibkan membayar premi.

Selanjutnya: Asuransi unit link.
----
Oke, mungkin hanya itu saja ulasan mengenai pengertian asuransi pendidikan dan manfaat asuransi pendidikan yang dapat saya berikan kepada anda. Semoga ulasan tentang pengertian dan manfaat asuransi pendidikan diatas dapat menambah dan meningkatkan pengetahuan serta wawasan anda semuanya. Thanks.