Tampilkan postingan dengan label Akuntansi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akuntansi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Januari 2017

Daftar Nama dan Kode Rekening/Akun Dalam Akuntansi

Daftar Nama dan Kode Rekening/Akun Dalam Akuntansi – Tujuan dilakukannya suatu pembukuan adalah menciptakan pencatatan yang rapi serta dapat diandalkan. Oleh karena itu, semua yang digunakan dalam pembukuan juga musti dilakukan secara rapi, termasuk dalam pemberian nama dan kode rekening/akun. Hal ini akan mempermudah pengguna maupun penyusun untuk mengklasifikasikan, menggolongkan, dan mengidentifikasi suatu data.

Baik menyusun laporan keuangan secara manual maupun menggunakan software, nama dan kode rekening seharusnya digolongkan secara benar. Kalau kesalahan nama mungkin hampir tidak mungkin, nah kalau kode inilah yang sering dilakukan secara salah, bahkan tak jarang diabaikan. Lalu, apakah kesalahan kode membuat laporan keuangan salah juga? Jawabannya tergantung.

Kalau kamu menyusun laporan keuangan menggunakan software, kesalahan kode biasanya menyebabkan kesalahan laporan keuangan, hal ini disebabkan karena software akuntansi biasanya secara otomatis telah membuat klasifikasi dan subklasifikasi data. Berbeda kalau kamu menyusun secara manual menggunakan excel atau yang lainnya, selama kamu cermat mungkin laporan keuangan tidak akan berpengaruh walaupun saya yakin kerapiannya akan kurang.

Jadi kalau saya boleh memberikan saran, sebaiknya jangan asal dalam memberikan kode rekening, apalagi asal dalam memberikan nama rekeningnya, tidak baik! Nah, bagi kalian yang penasaran mengenai pemberian nama dan kode rekening/akun yang baik, silahkan cermati contohnya berikut ini:

Sebelumnya, baca juga: 5 prinsip dasar akuntansi, kamu wajib tahu!

Daftar Nama dan Kode Rekening/Akun Dalam Akuntansi

Klasifikasi: Harta
Kode RekeningNama RekeningNama Alias Rekening
Kas:
1100-00-010Kas DitanganCash on Hand
1100-00-020Kas Ditangan (USD)Cash on Hand (USD)
Bank:
1200-00-010Bank MandiriBank Mandiri
1200-00-011Bank Mandiri (USD)Bank Mandiri (USD)
1200-00-020Bank BRIBank BRI
1200-00-021Bank BRI (USD)Bank BRI (USD)
1200-00-030Bank MuamalatBank Muamalat
Piutang Usaha:
1300-00-010Piutang DagangAccount Receivable
1300-00-020Piutang Dagang (USD)Account Receivable (USD)
1300-00-030Piutang GiroChecking Receivable
1300-00-040Cadangan Kerugian PiutangDoubtful Receivable
1300-00-098Uang Muka PembelianPurchase Advance
1300-00-099Uang Muka Pembelian (USD)Purchase Advance (USD)
Piutang Non Usaha:
1400-00-010Piutang KaryawanEmployee Receivable
1400-00-020Piutang LainnyaOther Receivable
1400-00-098Persediaan Dalam Perjalanan BeliReceive Order
1400-00-099Persediaan Dalam Perjalanan JualDelivery Order
Persediaan:
1500-00-010Persediaan Dagang 1Inventory #1
1500-00-020Persediaan Dagang 2Inventory #2
1500-00-030Persediaan Dagang 3Inventory #3
Biaya Dibayar Dimuka:
1600-00-010Asuransi Dibayar DimukaPrepaid Insurance
1600-00-020Sewa Dibayar DimukaPrepaid Rent
1600-00-030Biaya Dibayar Dimuka LainnyaOther Prepaid
1600-00-040Uang Muka PembelianPrepaid Purchasing
Pajak Dibayar Dimuka:
1700-00-010Ppn Dibayar DimukaPrepaid Tax # Ppn
1700-00-011Pph 21 Dibayar DimukaPrepaid Tax # Pph 21
Harta Tetap:
1800-00-010TanahLand
1800-00-020BangunanBuilding
1800-00-021Akumulasi Penyusutan BangunanBuilding Accum. Depr.
1800-00-030PeralatanOffice Supplies
1800-00-031Akumulasi Penyusutan PeralatanOffice Supplies Accum. Depr.
1800-00-040PerlengkapanEquipment
1800-00-041Akumulasi Penyusutan PerlengkapanEquipment Accum. Depr.
1800-00-050KendaraanVehicle
1800-00-051Akumulasi Penyusutan KendaraanVehicle Accum. Depr.
1800-00-060Harta Tetap LainnyaOther Asset
1800-00-061Akumulasi Penyusutan Harta Tetap LainnyaOther Asset Accum. Depr.
Harta Lainnya:
1900-00-010Biaya Pra Operasi dan OperasiPre Operation and Operating Expenses
1900-00-011Akumulasi Amortisasi Pra Operasi dan OperasiPre Operation and Operating Expenses Accum. Amortization
Advertisement


Klasifikasi: Kewajiban dan Ekuitas
Kode RekeningNama RekeningNama Alias Rekening
Hutang Usaha:
2100-00-010Hutang DagangAccount Payable
2100-00-020Hutang Dagang (USD)Account Payable (USD)
2100-00-030Hutang KonsinyasiConsignment Payable
2100-00-040Hutang GiroCheck Payable
2100-00-098Uang Muka PenjualanSales Advance
2100-00-099Uang Muka Penjualan (USD)Sales Advance (USD)
Hutang Non Usaha:
2200-00-010Hutang GajiWage Payable
2200-00-020Hutang BungaInterest Payable
2200-00-030Hutang DevidenDeviden Payable
2200-00-040Biaya Yang Masih Harus DibayarAccrued Expense
Hutang Pajak:
2300-00-010Hutang PpnTax Payable # Ppn
2300-00-011Hutang Pph 21Tax Payable # Pph 21
Hutang Jangka Panjang:
2400-00-010Hutang BankBank Payable
2400-00-020Hutang ObligasiBond Payable
2400-00-030Hutang Jangka Panjang LainnyaOther Long Term Payable
Hutang Lain:
2500-00-010Hutang LainnyaOther Payable
2500-00-020Hutang Komisi PejualanSales Comission Payble
EKUITAS
Modal:
3100-00-010Modal DisetorPaid-In Capital
Laba:
3200-00-010Laba DitahanRetained Earning
3200-00-020Laba Tahun BerjalanCurrent Year Earnings
Klasifikasi: Pendapatan dan Biaya Atas Pendapatan
Kode RekeningNama RekeningNama Alias Rekening
Pendapatan Usaha:
4100-00-010Penjualan 1Income Sales #1
4100-00-020Penjualan 2Income Sales #2
4100-00-030Penjualan 3Income Sales #3
4100-00-040Penjualan 4Income Sales #4
Pendapatan Usaha lainnya:
4200-00-010Pendapatan Atas PengantaranFreight Collected
4200-00-020Potongan/Diskon Pembayaran Hutang UsahaPurchase Discount
4200-00-030Pendapatan Denda Pembayaran Piutang UsahaLate Fees Collected
BIAYA ATAS PENDAPATAN
Harga Pokok Penjualan:
5100-00-010Harga Pokok 1Cost of Sold #1
5100-00-020Harga Pokok 2Cost of Sold #2
5100-00-030Harga Pokok 3Cost of Sold #3
5100-00-040Harga Pokok 4Cost of Sold #4
5100-00-050Komisi PenjualanSales Comission
Biaya Usaha Lainnya:
5200-00-010Kerugian Piutang UsahaReceivable Allowance
5200-00-020Biaya atas PengantaranFreight Cost
5200-00-030Potongan/Diskon Pembayaran Piutang UsahaSales Discount
5200-00-040Biaya Denda Pembayaran Hutang UsahaLates Charges
5200-00-050Kerusakan dan Kegagalan MaterialMaterial Shinkage and Spoilage
Advertisement


Klasifikasi: Pengeluaran Operasional, Pendapatan Lain, dan Pengeluaran Lain
Kode RekeningNama RekeningNama Alias Rekening
PENGELUARAN OPERASIONAL
Biaya Administrasi dan Umum:
6100-00-010GajiSalaries
6100-00-015TunjanganAllowance
6100-00-020LemburOver Time
6100-00-025Listrik, Telp dan AirElectricity, Telephone and Water
6100-00-030Bensin, Parkir dan TolFuel, Parking and Tol
6100-00-035Alat Tulis KantorOffice Stationary
6100-00-040Kebersihan dan KeamananSanitation and Security
6100-00-045Beban Rumah TanggaHouse Keeping
6100-00-050Beban Perbaikan dan PemeliharaanRepair and Maintenace
6100-00-055Beban AsuransiInsurance Expenses
6100-00-060Beban SewaRent Expenses
Biaya Non Operasional:
6900-00-010Penyusutan BangunanBuilding Depreciation
6900-00-020Penyusutan PeralatanOffice Supplies Depreciation
6900-00-030Penyusutan PerlengkapanEquipment Depreciation
6900-00-040Penyusutan KendaranVehicle Depreciation
6900-00-050Penyusutan Harta Tetap LainnyaOther Asset Depreciation
6900-00-060Amortisasi Pra Operasi dan OperasiPra Ope dan Operation Amortization
PENDAPATAN LAIN
Pendapatan Luar Usaha:
8100-00-010Pendapatan Bunga BankInterest Checking Income
8100-00-020Laba Selisih KursDifference Gain
PENGELUARAN LAIN
Pengeluaran Luar Usaha:
9100-00-010Biaya Bunga BankInterest Checking Expenses
9100-00-020Biaya Administrasi BankAdministration Checking Expenses
9100-00-030Rugi SelisihDifference Lost
Itulah beberapa nama dan kode rekening/akun dalam akuntansi. Kalau mau nambah akun, tinggal beri kode sesuai klasifikasinya, urutkan sesuai kode sebelumnya, dan berilah nama yang sesuai.

Selanjutnya: Contoh neraca perusahaan jasa.
----
Oke ya, semoga daftar nama dan kode rekening akuntansi di atas bermanfaat dan membantu kamu menggolongkan akun dengan benar. Jangan lupa share artikel ini juga ya kawan, thanks dan salam sukses.

Senin, 03 Oktober 2016

5 Prinsip Dasar Akuntansi, Akuntan Wajib Mengetahuinya

5 Prinsip Dasar Akuntansi, Akuntan Wajib Mengetahuinya – Di dunia akuntansi, terdapat  prinsip dasar dalam menyusun laporan keuangan, bagi seorang akuntan tentu prinsip-prinsip ini tak boleh dilupakan apalagi diabaikan. Bagaimana kalian menyusun laporan keuangan jika prinsipnya aja tidak tahu? Mungkin laporannya bisa saja selesai disusun, tapi saya yakin belum tentu benar penyusunannya.

Karena prinsip dasar akuntansi ini merupakan pondasi bagi seorang akuntan, sudah jelas bahwa prinsip akuntansi ini perlu dipahami dan diaplikasikan dalam menyusun laporan keuangan. Bagi kalian mahasiswa yang sedang dalam proses belajar, beruntung kalian memiliki kesadaran untuk memahami prinsip dasar ini, karena diluar sana banyak juga akuntan yang sering tidak memahami prinsip ini, mereka hanya menghafal tanpa pemahaman yang cukup.

Penting ya mempelajari prinsip dasar seperti ini? Ya penting dong, kalian mungkin bisa memperlakukan transaksi umum yang pernah dipelajari dengan tepat, seperti transaksi penjualan, pembelian, utang piutang, dan lain-lain, tapi bagaimana jika ada transaksi yang benar-benar baru dalam dunia akuntansi? Karena itulah sekiranya penting untuk mempelajari prinsip dasar akuntansi ini.

Nah, apa saja sih prinsip dasar akuntansi tersebut? Berikut list dan penjelasannya:

Sebelumnya, baca juga: Pengertian pendapatan dalam akuntansi dan bisnis.

5 Prinsip Dasar Akuntansi, Akuntan Wajib Mengetahuinya

Prinsip Biaya Historis
Apa yang dimaksud dengan biaya historis? Biaya historis merupakan harga perolehan, harga perolehan sendiri merupakan harga pertukaran yang disepakati oleh dua atau lebih pihak dalam penyerahan barang atau jasa, kasarnya ya harga jual/beli. Jadi dalam prinsip ini, diwajibkan bagi akuntan untuk mencatat transaksi berdasarkan biaya historisnya.

Apa saja transaksi yang dicatat berdasarkan biaya historisnya? Semua transaksiyang mempengaruhi aktiva, kewajiban, maupun modal serta biaya lainnya, dalam neraca pencatatan aktiva dan passiva tersebut juga wajib berdasarkan biaya historisnya.

Sebagai contoh, bulan januari lalu perusahaan menjual barang dagang seharga 100 juta secara kredit, pada awal bulan februari perusahaan menaikkan harga barang dagangnya, dan pada akhir bulan diterima pembayaran dari hasil penjualan bulan januari. Pertanyaannya, berapa harga yang diakui perusahaan? Ya jelas harga yang diakui bulan januari dong, nah itulah contoh sederhana tentang biaya historis.

Prinsip Pengakuan Pendapatan
“Prinsip Pengakuan Pendapatan adalah aliran masuk harta-harta (aktiva) yang timbul dari penyerahan barang atau jasa yang dilakukan oleh suatu unit usaha selama suatu periode tertentu. Dasar yang digunakan untuk mengukur besamya pendapatan adalah jumlah kas atau ekuivalennya yang diterima dari transaksi penjualan dengan pihak yang bebas.

Istilah pendapatan dalam prinsip ini merupakan istilah yang luas, di mana di dalam pendapatan termasuk pendapatan sewa, laba penjualan aktiva dan lain-lain. Batasan umum yang biasanya digunakan adalah semua perubahan dalam jumlah bersih aktiva selain yang berasal dari pernilik perusahaan.

Biasanya pendapatan diakui pada saat terjadinya penjualan barang atau jasa. Yaitu saat ada kepastian mengenai besarnya pendapatan yang diukur dengan aktiva yang diterima. Tetapi ketentuan umum ini tidak selalu dapat diterapkan, sehingga timbul beberapa ketentuan lain untuk mengakui pendapatan. Pengecualian-pengecualian itu adalah pengakuan pendapatan saat produksi selesai, selama masa produksi dan pada saat kas diterima. “ Dikutip langsung dari www.pengusahamuslim.com, oleh: Guritno Wirawan, S.E, Senior Trainer PT. Zahir Internasional.
Advertisement


Prinsip Mempertemukan
Dalam prinsip ini, seorang akuntan wajib mempertemukan biaya dan pendapatan secara tepat, maksud dari secara tepat adalah mempertemukan biaya yang hanya digunakan untuk menghasilkan pendapatan. Jadi, jika suatu pendapatan belum diakui maka biayanya pun belum boleh diakui. Sebaliknya, jika pendapatan bisa diakui, maka biayanya juga bisa diakui.

Ingat kembali pengakuan HPP, setiap ada penjualan pasti ada pengakuan HPP, jika menggunakan metode periodik maka akan diakui pada akhir bulan, sedangkan jika menggunakan metode perpetual akan diakui langsung saat terjadinya penjualan. Biaya-biaya yang terkait langsung dengan penciptaan pendapatan ini seperti biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead.

Lalu bagaimana dengan biaya yang secara langsung tidak terkait dengan pendapatan, seperti biaya administrasi? Nah, disini perlu dipahami bahwa prinsip mempertemukan itu tidak hanya antara biaya dan pendapatan saja. Jadi, ketika ada biaya yang secara langsung tidak bisa dikaitkan dengan pendapatan, maka biaya tersebut harus dipertemukan dengan periodenya. Dengan kata lain, jika biaya terjadi di bulan januari, maka biaya tersebut juga harus dibebankan pada bulan januari pula.

Begitu pula dengan semua biaya dan pendapatan yang memiliki jangka waktu lama, seperti penyusutan, amortisasi, sewa dibayar dimuka, dan lain-lain, biaya-biaya tersebut perlu dialokasikan setiap periodenya.

Prinsip Konsistensi
Di dalam dunia akuntansi, konsistensi adalah suatu keharusan. Konsistensi yang dimaksud dalam prinsip dasar akuntansi ini adalah konsistensi dalam penerapan metode dan prosedur akuntansi yang digunakan. Ini dimaksudkan agar laporan keuangan yang dihasilkan dapat diperbandingkan dengan periode sebelum-sebelumnya.

Jika penerapan metode dan prosedur akuntansi dilakukan secara konsisten, maka jika terjadi perbedaan antar periode bisa dipastikan bahwa perbedaan tersebut bukan disebabkan oleh inkonsistensi metode dan prosedur yang digunakan tersebut, dengan begitu laporan keuangan dapat memberikan nilai yang signifikan kepada para pemakai.

Tapi perlu diingat, walaupun prinsip konsistensi ini wajib dijalankan, bukan berarti kita tidak boleh merubah metode dan prosedur akuntansi. Dalam hal tertentu, kita boleh merubahnya, misalkan pergantian model bisnis, perubahan iklim bisnis, perubahan peraturan pemerintah, dan lain-lain, namun perubahan ini wajib secara jelas diungkapkan dalam laporan keuangan yang bersangkutan . Yang tidak boleh itu kalau kita setiap periode selalu berubah-ubah tanpa alasan yang tepat dan jelas.

Prinsip Pengungkapan Penuh
Dalam prinsip ini, seorang akuntan wajib mengungkapkan semua kejadian ekonomi perusahaan dalam laporan keuangan, termasuk juga metode dan prosedur apa yang dipakai juga wajib diungkapkan. Informasi-informasi ekonomi yang perlu dicantumkan ini bisa dicatatkan pada salah satu laporan keuangan, yaitu Catatan Atas Laporan Keuangan.
----
Demikian penjelasan tentang 5 prinsip dasar akuntansi, semoga penjelasan di atas bermanfaat dan membantu meningkatkan pemahaman kalian. Jangan lupa share artikel ini juga ya, thanks dan salam sukses.

Minggu, 16 Agustus 2015

Pengertian dan Jenis-jenis Dividen

Pengertian dan Jenis-jenis Dividen – Pernah berpikiran kenapa banyak investor yang tertarik untuk membeli saham dari perusahaan-perusahaan terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Ya, salah satu tujuan para investor tersebut adalah dividen. Banyak investor yang menjadikan dividen ini sebagai tujuan utama dalam investasi karena dapat memberikan keuntungan yang stabil dimasa sekarang maupun dimasa yang akan datang.

Seperti yang anda ketahui, tujuan investor membeli saham dapat beraneka ragam, sebut saja untuk capital gain, menguasai perusahaan, dan juga mendapatkan dividen. Ketika seorang investor bertujuan mendapatkan dividen, maka biasanya investor tersebut memiliki tujuan jangka panjang untuk menjadi pemilik di perusahaan yang sahamnya dibeli, tidak seperti capital gain yang hanya bertujuan untuk mendapatkan keuntungan semata.

Dividen ini terkadang juga dijadikan suatu ukuran untuk menilai kinerja perusahaan, apakah perusahaan berkinerja baik atau buruk? Dalam teori signaling, dividen dijadikan sebagai signal bahwa perusahaan dapat mengalokasikan dana dan kemudian dana tersebut digunakan untuk pembagian dividen kepada para pemegang saham. Efek dari pembagian dividen ini biasanya memiliki dampak yang positif terhadap pasar, sehingga akan menyebabkan naiknya harga saham perusahaan terkait.

Baca juga: Pengertian dan jenis-jenis saham.

Membahas masalah dividen, tentu anda sendiri sudah sangat familiar sekali mendengarnya, tapi sudah tahukah anda apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan dividen ini? Nah, bagi anda yang belum cukup memahaminya, berikut ini saya berikan sedikit ulasan mengenai pengertian dividen dan juga jenis-jenis dividen.

Pengertian Dividen
Pada dasarnya yang dimaksud dengan dividen adalah hasil yang di dapatkan oleh pemegang saham dari pembelian saham perusahaan. Dividen merupakan pembagian laba dari perusahaan yang diberikan kepada pemegang saham sesuai dengan persentase kepemilikannya (besarnya saham yang dimiliki pemegang saham). Stice at al menyatakan bahwa yang dimaksud dengan dividen adalah pembagian kepada pemegang saham dari suatu perusahaan secara proporsional sesuai dengan jumlah saham yang dipegang oleh masing-masing pemilik. Sedangkan menurut Skousen et al, dividen adalah pendistribusian laba secara proporsional kepada para pemegang saham sesuai dengan jumlah saham yang dimilikinya.

Pengertian dan Jenis-jenis Dividen
Dari definisi-definisi diatas sudah jelas bahwa yang dimaksud dengan dividen adalah pembagian laba perusahaan, kemudian laba tersebut dibagikan secara proporsional sesuai dengan jumlah saham yang dimiliki oleh pemegangnya. Misalkan anda memiliki saham 10%, maka disini anda akan mendapatkan bagian 10% dari total dividen yang dibagikan.

Dalam proses pembagiannya ini, dividen tidak hanya dapat dibagian secara tunai saja, tapi juga bisa dibagikan melalui saham, properti, skrip, dan juga likuidasi. Berikut ulasan selengkapnya mengenai jenis-jenis dividen.

Jenis-Jenis Dividen
Seperti yang sudah disinggung diatas bahwa dividen memiliki 5 jenis, yaitu dividen tunai, dividen saham, dividen properti, dividen skrip, dan juga dividen likuidasi.
Advertisement


Dividen tunai, ini merupakan cara pembayaran dividen yang dilakukan oleh perusahaan secara tunai. Terkadang perusahaan membayarkan dividen tunai ini sebanyak 2 hingga 4 kali dalam satu tahun. Dana dari pembayaran dividen tunai ini diambilkan dari laba ditahan yang dimiliki oleh perusahaan, sehingga secara otomatis laba ditahan dan kas perusahaan akan berkurang.

Dividen saham, dividen juga dapat dibagikan dalam bentuk saham. Jika perusahaan membagikan dividen jenis ini, maka jumlah saham yang dimiliki pemilik akan bertambah. Pembagian dividen saham ini tidak mengubah kapitalisasi pasar karena cara pembagiannya mirip seperti stock split dimana pembayaran dividen saham dilakukan dengan cara menambah jumlah saham sambil mengurangi nilai dari tiap-tiap saham.

Dividen properti, ini merupakan pembayaran dividen melalui asset/aktiva selain kas. Ini dilakukan oleh perusahaan karena perusahaan terkadang mengalami kekurangan kas untuk membayar dividen tunai. Metode ini jarang dilakukan karena selain rumit, cara ini juga tidak begitu disukai oleh pemegang saham.

Dividen skrip, pembayaran dividen dengan metode ini dilakukan melalui surat janji hutang oleh perusahaan kepada pemegang saham. Perusahaan melalui surat tersebut menyatakan bahwa di waktu yang akan datang akan membayar dividen dengan jumlah tertentu kepada para pemegang saham. Dengan dikeluarkannya dividen skrip ini, secara otomatis perusahaan mengakui adanya hutang baru, dan hutang ini juga perlu dicatat di neraca. Dan juga, dividen jenis ini biasanya juga dikenai bunga, sehingga perusahaan juga harus membayar bunga hingga hutang tersebut dibayarkan kepada pemegang saham.

Dividen likuidasi, sesuai dengan namanya, likuidasi merupakan bentuk pembubaran/kebangkrutan perusahaan, sehingga jika ada perusahaan yang melakukan pembayaran dividen likuidasi, sebenarnya itu hanyalah pengembalian modal yang dilakukan oleh perusahaan kepada pemegang saham. Jika pembayaran dividen ini dilakukan karena perusahaan mengalami kebangkrutan, maka pembagian ini tidak mencerminkan kinerja perusahaan yang baik, pembayaran inipun dilakukan jika perusahaan masih memiliki kekayaan (sisa kekayaan setelah digunakan untuk membayar hutang-hutangnya), jika tidak ada sisa maka pemegang saham tidak akan mendapatkan apapun alias zonk.

Selanjutnya: Proses penerbitan saham.
----
Nah, itulah sedikit ulasan tentang pengertian dividen dan juga jenis-jenis dividen yang dapat saya berikan kepada anda. Semoga ulasan mengenai pengertian dan jenis-jenis dividen diatas dapat membantu dan meningkatkan pemahaman, pengetahuan, serta wawasan anda semuanya. Thanks.